Terpaksa Bercerai Muda

Terpaksa Bercerai Muda
Episode 31


__ADS_3

Dalam perjalanan, Dinda meminta pada sopir taksi untuk singgah sebentar di super market. Ia baru ingat, tadi pembantu di rumahnya, menitipkan catatan untuk beberapa bahan dapur yang sudah habis.


Sesampainya di super market, Dinda langsung masuk ke dalam super market. Ia mengambil troli dengan melihat catatan yang sudah ia salin di ponsel pintar miliknya. Setelah memastikan semua barang dalam catatan sudah ia masukkan ke dalam troli. Dinda pun langsung pergi ke kasir pembayaran. Namun tanpa sengaja, ia melihat seorang anak kecil perempuan yang kira-kira usianya 3-4 yang sedang menangis seperti sedang mencari orang tuanya. Dan tidak orang di sekitarnya yang mempedulikan tangisannya. Dinda pun berinisiatif menghampiri anak kecil itu, dan menenangkannya.


" Hai manis, kenapa menangis?" Tanya Dinda pada anak kecil itu.


Namun anak kecil itu tidak menjawab. Ia malah semakin menangis. Ia mengira Dinda adalah orang jahat yang akan menculiknya. Karena orang tuanya pernah mengatakan hati-hati dengan orang yang baru bertemu dengannya.


Melihat anak kecil yang semakin berteriak menangis, Dinda pun tetap berusaha untuk menangkannya agar berhenti menangis.


" Hey, manis jangan menangis. Tante tidak akan menculikmu." Bujuk Dinda. " Tunggu di sini sebentar." Pinta Dinda pada anak kecil itu.


Dinda pergi mengambil beberapa permen lolipop yang berada beberapa langkah di belakangnya. Lalu ia kembali pada gadis kecil itu.


" Hey, manis nih buat kamu. Udah jangan nangis lagi ya. Nanti kepala kamu sakit nanti." Bujuk Dinda terus sambil memberikan 1 buah permen lolipop. Dan gadis kecil itupun mulai berhenti menangis. Ia menatap permen lolipop yang di berikan Dinda padanya. Dan kemudian, menatap ulang pada Dinda seperti meminta tolong pada Dinda untuk di buka permen lolipopnya. Dinda yang paham pun, membuka permen lolipop itu untuknya.


" Nih, manis tante udah bukain untuk kamu." Ucap Dinda pada gadis kecil itu.


" Terima kasih tante cantik." Ucap gadis kecil itu.


" Sama-sama sayang." Jawab Dinda mencubit gemas pipi gembul gadis kecil itu.

__ADS_1


"Nama kamu siapa manis." Tanya Dinda pada gadis kecil itu.


" Nama aku Alin tante cantik." Jawabnya dengan cadel sambil menjilat permen lolipop di tangannya.


" Oh Alin ya. Kamu kesini sama siapa sayang. Kok bisa sendirian di sini." Ucap Dinda.


" No, bukan Alin tante cantik. Tapi Alin. Aku kesini sama oma. Tapi aku terpisah sama oma tante cantik." Jelas gadis kecil itu hingga membuat Dinda semakin gemas dengan tingkahnya.


" Jadi nama kamu Arin ya buka Alin."Tanya Dinda lagi. Dan gadis kecil itu menganguk tanda iya.


" Oke baiklah. Kita cari oma kamu ya Arin manis. Kamu ikut tante ke ruang informasi untuk mencari oma kamu. Kamu mau kan Arin sayang." Ajak Dinda pada Arin.


" Iya tante cantik. Arin mau." Jawab Arin.


" Iya tante." Jawab Arin.


Dinda pun mengajak Arin ke kasir untuk membayar barang belanjaannya. Sebelum dia mengajak Arin mencari omanya yang lepas dari Arin. Setelah membayar, Dinda langsung mengajak Arin ke ruang informasi untuk mencari neneknya.


Setibanya di sana, Arin masuk dengan menggandeng tangan mungil milik Arin. Di sana juga, ternyata ada seorang wanita paruh baya yang sedang menangis meminta pada pihak bagian informasi untuk menyampaikan informasi pada pengunjung super market jika ia sedang mencari cucunya yang hilang dari tangan tadi.


Melihat wanita paruh baya yang mirip neneknya, Arin langsung berteriak memanggil wanita paru bayah itu.

__ADS_1


" Oma." Teriak Arin berlari membuat orang di sana menatap ke arah Dinda dan Arin.


" Arin sayang. Kamu dari mana nak. Oma khawatir banget sama kamu sayang. Oma pikir kamu hilang sayang." Ucap wanita paruh bayah itu berlari memeluk Arin sambil menangis.


" Tadi waktu nenek sedang melihat barang, Arin pergi mengikuti seekor anak kucing yang imut nek. Dan saat Arin ingin kembali pada oma, Arin sudah tidak tau lagi tempat oma ada dimana. Arin sangat takut. Arin takut jika nanti Arin bertemu orang jahat dan akan membawa Arin pergi jauh dari oma dan ayah. Dan untungnya, tadi Arin bertemu tante cantik ini. Dia mau menolong Arin untuk mencari nenek." Jelas Arin pada wanita yang di sebut omanya sambil menatap wajah Dinda.


" Nak, terima kasih ya. Kamu sudah menolong cucu saya ini." Ucap wanita paruh baya itu berdiri menjabat tangan Dinda.


" Iya sama-sama bu. Tadi saya kasian melihat Arin menangis seperti itu, dan tidak ada orang mempedulikannya." Jawab Dinda.


" Iya sekali lagi terima kasih ya nak..... "


" Dinda tante " sambung Dinda.


" Iya terimakasih ya nak Dinda. Perkenalkan saya Mira omanya Arin." Ujar omanya Arin.


" Iya tante. Sama-sama."


" Ini sebagai tanda terima kasih saya ke kamu yang sudah membawa kembali cucu saya." Ucap Mira dengan memberikan beberapa lembar uang pada Dinda.


" Tidak, terima kasih tante. Bukan saya menolak pemberian tante. Saya sungguh ikhlas menolong Arin yang manis ini." Ucap Dinda menolak pemberian Mira dengan berjongkok mencubit gemas pipi gembul milik Arin lalu melap mulutnya Arin dari sisa permen yang ada di sudut mulutnya. " Dan bukahkan kita harus saling tolong menolong tanpa harus mengharap sesuatu dari orang kita tolong itu kan tante." Lanjut Dinda berdiri tersenyum ramah pada Mira.

__ADS_1


" Iya, kamu benar nak Dinda." Jawab Mira tersebut ramah juga pada Dinda. Lalu ia menatap pada cucunya Arin. Ia heran Arin, dengan mudahnya akrab dengan Dinda. Padahal selama ini, setiap wanita yang di bawa anaknya untuk bisa dekat Arin selalu tidak berhasil menaklukkan hati cucunya. Sebagai syarat pernikahan mereka nanti. Tapi, Arin tidak pernah mau berdekatan dengan mereka. Hingga pernah, waktu itu Arin hampir di hilang karena di bawa paksa oleh wanita yang mengaku sebagai kekasih dari ayahnya. Ia mengatakan jika Arin hanya akan menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan ayahnya Arin. Sejak kejadian itu, ayah Arin sudah tidak mau menjalin hubungan dengan wanita manapun. Dia tidak ingin anaknya mengalami hal serupa karena kejadian itu.


Mira juga melihat jika Arin terlihat tulus menyayangi Arin, walaupun mereka baru saja bertemu.


__ADS_2