The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 86 Kedatangan Clara


__ADS_3

Letting go doesn't mean that you don't care about someone anymore. It's just realizing that the only person you really have control over is yourself.


If you spend your time hoping someone will suffer the consequences for what they did to your heart, then you're allowing them to hurt you a second time in your mind.


Melepaskan bukan berarti kamu tidak peduli lagi dengan seseorang. Hanya saja menyadari bahwa satu-satunya orang yang benar-benar Anda kendalikan adalah diri Anda sendiri.


Jika Anda menghabiskan waktu Anda berharap seseorang akan menderita konsekuensi atas apa yang mereka lakukan pada hati Anda, maka Anda membiarkan mereka menyakiti Anda untuk kedua kalinya dalam pikiran Anda.


...


Di sebuah rumah.


"Akira!"


"Ya bun?"


Akira yang sedang menata action figurnya menoleh kearah pintu kamar dimana wanita yang paling di cintai berdiri disana.


Akira dari kecil memang suka action figur kapten Amerika, baginya salah satu figur Marvel itu sangat kuat dan pemberani.


Walaupun umurnya sudah matang dan dewasa tapi keluarga tetap memanjakannya, katanya sebelum ia menikah keluarganya akan rindu dengan segala tingkah lucunya begitu ucapan sang ayah.


"Ada yang mencarimu di bawah sayang."


"Siapa?"


"Seorang gadis."


"Gadis?"


Karna rasa penasaran dia menghentikan kegiatan dan langsung berlari menuju ke bawah untuk menemui tamu itu.


Sedang sang bunda hanya megelengkan kepalanya melihat tingkah putra sulungnya.


"Kak Akira!"teriakan cempreng menyapa Indra pendengarannya saat ia turun dari tangga.


Matanya membulat melihat tiga sosok familiar dari masa lalunya.


"Clara?om David dan tante Shella?"ucap Akira begitu terkejut dengan kedatangan tiga tamu di rumahnya.


"Kak Akira, aku menepati janjiku bahwa setelah aku sembuh, aku akan kembali ke sini untuk bertemu kakak!"ucap gadis kecil yang kini menjadi remaja cantik dan manis.


Akira terkekeh mendengarnya, tanpa sadar tangan mengusap surai Clara hingga membuat gadis itu memeluknya erat dan dirinya jadi terkejut.


"Ehem klian berdua tak pernah berubah dari dulu, selalu lengket seperti perangko hingga melupakan kami."ucap Shella.

__ADS_1


Akira mengaruk kepalanya tidak gatal, entah kenapa perasaannya terbawa pada perasaan masa lalunya yang membawanya pada kenangan itu.


Sayangnya waktu tak bisa di putar, dan jujur saja dirinya masih merindukan Clara kecil namun sekarang Clara dewasa mampu mengobati rindu saat memori itu terputar bagai kaset di kepalanya sendiri.


Sebuah kenangan yang tak pernah terlupakan, dan menjadi pengalaman untuk manusia agar ia lebih berani melangkah kedepan.


Semenajak itu dia tak pernah bisa memikirkan keluarga Clara.


"Bagaimana kabarmu nak?"tanya David membuka percakapan.


Mereka duduk di sofa panjang yang melingkar.


"Aku sangat baik, kalau om dan Tante bagaimana?"tanya balik Akira.


Sementara Clara terus memperhatikan tanpa berkedip memandangnya membuat Akira binggung sendiri dengan maksud tatapan gadis itu.


"Untungnya kabar kami sangat baik, kau tau setelah kami pergi dan membawa Clara ke luar ngeri untuk pengobatannya anak itu tak bisa berhenti bertanya kapan dia bertemu denganmu."ucap David.


"Tante dengar kau menjadi produser lagi terkenal sekarang, usaha dan tak pernah mengkhianati hasil selamat ya Akira kau memang pantas mendapatkan apa yang kau impikan."ucap Shella.


Akira tersenyum malu karna di puji seperti itu.


Dia juga tak menyangka bahwa keluarga Clara masih mengingat dirinya.


Ya Akira hanya tak tau, bahwa ketika manusia melakukan kebaikan maka jasanya akan selalu di kenang sepanjang masa.


Sebuah contoh larangan dan contoh teladan yang harus di lakukan.


"Clara..."


"Hm?"


"Apa kau sudah sembuh?"


Pertanyaan Akira mendadak membuat suasana itu hening.


Akira mengerutkan dahinya heran karna di antara mereka tak ada yang menjawab pertanyaan atau bahkan bicara sepatah kata pun lagi.


Kenapa mereka diam?pikirnya.


Clara mengangguk antusias dan terlihat bahagia.


"Tentu aku sembuh kak, dan kuharap kita bisa seperti dulu lagi yaitu bersama lagi!"


"Tunggu apa maksudmu?"

__ADS_1


"Clara memang sembuh dari ketakutan bayangan masa lalunya tapi dia tak pernah melepas apa yang menjadi obsesinya sejak dulu yaitu dirimu."ucap Shella.


Dia berat mengatakan ini tapi obsesi Clara tak bisa di sepelekan apalagi putri sudah menjadi remaja dewasa yang cantik.


Mata Akira membulat mendengar itu pantas saja tatapan Clara seperti sulit di jelaskan jika orang lain melihatnya.


Tatapan itu sangat familiar dengan seseorang.


Asa....???


"Jadi apa rencana Tante dan om selanjutkannya?"tanya Akira hati-hati.


Tampak Shella dan David saling berpandangan lalu kompak menganggukan kepalanya pelan.


"Kau tenang saja kami akan membawa Clara jauh darimu dan dia juga masih berada dalam pantauan psikiater pribadinya, mungkin kita tak akan pernah kembali lagi kesini, oleh karna itu hari ini kami menemuimu saat ada kesempatan untuk berpamitan denganmu Akira."ucap Shella menjelaskan tujuannya.


Berat rasanya melepaskan orang lain yang dulu kita sayang di masa lalu tapi takdir memang sudah di rencanakan.


Akira hanya harus bisa merelakan kembali masa lalunya.


"Jika itu keputusan yang tepat bagi om dan tante, aku tak pernah keberatan karna demi Clara aku ingin dia melupakanku agar dia tak semakin membenciku nanti, aku tak ingin dia menjadi seperti ini...."ucap Akira lirih.


David mengerti.


Dia memandang sendu kearah putrinya.


"Clara."


"Ya ayah?"


"Saatnya kita berpamitan, ayah tau kau mampu memahami apa yang kau dengar sekarang dan kami bahkan Akira melakukan ini semua demi kebaikanmu."


Clara menunduk sedih sambil memilin pakaiannya sendiri, dia lalu menatap Akira dengan mata berkaca-kaca.


"Aku hanya suka kak Akira, aku kagum dengan kakak tapi kenapa semua orang tak percaya padaku kalau aku sudah sembuh?"tanya Clara sambil memiringkan kepalanya binggung.


Sedangkan Akira hanya tersenyum tipis, bahkan dari tatapan orang saja dia tau perasaan orang itu padanya.


Mata polos Clara hanya kepalsuan yang di penuhi obsesi di dalamnya.


"Aku percaya kau sudah sembuh, tapi tolong beri aku waktu untuk mengubah pandangan orang lain terhadapmu Clara, sama halnya denganmu yang harus merubah dirimu bukan dalam artian sifatmu, karna kau sudah sempurna dengan apa yang ada di dalam dirimu, tapi yang ku minta dan mengingatkanmu adalah ubah sudut pandang dalam pikiranmu itu."


...


Sometimes, the best thing you can do for someone you love is to let them go. Free him. Wish happiness for him and release him. Free yourself.

__ADS_1


Terkadang, hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk seseorang yang kamu cintai adalah melepaskannya. Bebaskan ia. Doakan kebahagiaan untuknya dan bebaskan ia. Bebaskan dirimu.


__ADS_2