
Hidup itu terus berputar maju mundur, ada kala menetap seperti kucing yang berteduh saat hujan di teras toko ada juga kucing kecil yang tersesat hingga kehilangan induknya.
Ibarat itu mengambarkan bagaimana manusia memilih melangkah di saat banyak rintangan menghadang, sedangkan arti satunya adalah saat manusia kehilangan tujuan apakah ia mampu mencari tujuan lain?
Sebuah tujuan itu harus mempunyai rencana agar tak masuk dalam perangkap, sama hal kata seorang penulis akan buntu idenya jika menunda waktu atau lama tak menulis lama.
Tujuan utama, kedua dan ketiga harus di buat jika telah habis waktu maka kau bisa membuatnya di waktu lain kalau tidak sempat maka buatnya sekarang.
Tujuanmu tak akan pernah hilang saat kau tak lari pada mimpimu.
...
Seorang pria berjanggut putih itu termenung menatap kearah jendela sel yang telah kotor seolah tak pernah di bersihkan.
Entah apa yang di lakukannya, yaitu diam dan melamun seolah itu hanya bisa ia lakukan semenjak dirinya di masukan ke dalam jeruji besi.
Tidak seperti tahanan lain yang mondar mandir karna gelisah atau panik dengan hukuman mati yang di bebankan bagi mereka yang telah membunuh seseorang tak bersalah apalagi pria itu juga telah banyak membunuh dengan alasan tujuan dari sekte anehnya.
Hingga sebuah suara gesekan besi membuyarkan lamunannya sejenak.
"Ada yang ingin menemui mu."ucap pemuda berseragam polisi itu.
Membuat kakek tua itu tersenyum begitu tipis.
...
"Oh tiga anak muda..."ucap Atta sambil terkekeh.
Atta adalah nama dari kakek tua berjanggut putih yang menjadi ketua sekte itu.
__ADS_1
Sebelum polisi memasukannya ke dalam sel mereka akan menanyai beberapa pertanyaan tentang indentitas pelaku, tapi Atta merupakan tahanan yang paling keras kepala hingga para polisi hanya mendapatkan informasi tentang nama aslinya walaupun kakek itu menjelaskan motifnya yang aneh dari semua tragedi pembunuhan yang ia lakukan.
"Kau tertawa?apa yang lucu?seorang pembunuh berantai sepertimu memang bisa tertawa untuk saat ini tapi kau pasti akan merasakan hal sama yang terjadi pada korban yang kau siksa, pada mereka...para remaja yang tak bersalah."ucap Haru sedikit sarkas bagaimana pun orang yang lebih tua adalah kelemahannya untuk tak bersikap hormat.
Tapi ucapan dari Atta kembali memancing emosinya.
"Apa kau pernah mendengar tangisan orang-orang yang ku bunuh?itu bagai melodi indah yang membuatku tertidur di malam hari karna jika aku tak mendengarnya satu hari pun maka aku juga tak bisa tidur seharian."ucapnya, terlihat wajahnya sedikit pucat dan kantong hitam yang melingkar di bawah matanya.
Kakek yang dulu bugar itu sedikit menjadi berubah sekarang.
Ucapannya bukanlah omong kosong belaka.
Tapi perbuatan tetap lah salah.
"Kau tetap bersalah, ini hukuman ringan untukmu di banding apa yang terjadi pada mereka.
Apa kau tak memikirkan selain ego manusia?manusia memiliki akal yang bisa membuatnya menciptakan, atau mencapai tujuannya, tetapi manusia yang serakah dan hidup dalam kemewahan di atas orang lain kehidupan tak akan pernah tenang. Tanpa kau sadari bahwa perbuatanmu sendiri perlahan telah menghancurkan dirimu, itulah karma yang saat ini mulai berjalan."
"Hei tentu saja dia tau, apa hanya kau yang bisa menciptakan penderitaan atau paling menyedihkan di dunia?kau terlihat bijak kakek tapi pikiranmu sangat sempit rupanya."ucap Asa.
"Seorang gadis bisa menjadi keseimbangan bumi, dia terlahir sebagai seorang ibu tapi bukankah bahwa kesempatan menjadi seorang ayah juga ada ketika dua pasangan memutuskan berpisah, dan perempuan ini menjadi orang tua tunggal sekaligus penopang untuk merawat anak-anaknya.
Kami memang tak pernah berpikir dengan cara sudut pandang kalian, kami mungkin bukan manusia yang terhormat karna tak punya harga diri tapi kami punya satu tujuan yaitu mencari kedamaian abadi seluruh umat manusia."
Ucap Atta panjang lebar membuat Haru muak dan Asa memutar bola matanya malas.
"Kau buta kek, hanya karna sebuah balas dendam kau melampiaskan pada semua orang tak bersalah, caramu benar-benar buruk dan kejam.
Ini murni kejahatan karna kau tak pernah mencoba sesuatu di mana kami mencari jalan keluar dengan melihat sudut pandang itu, jika banyak orang sepertimu dunia ini telah lama hancur dan moral manusia sama saja seperti hewan. Oleh karna itu kami tak akan melepaskan atau membiarkan orang sepertimu bebas untuk melakukan hal itu lagi, kamu bertiga kesini hanya ingin menanyakan sesuatu untuk mengetahui dan memastikannya bukan mendengarkan segala bentuk omong kosong mu itu , dulu sampai sekarang aku selalu merasa familiar denganmu apa kita pernah bertemu?"
__ADS_1
Pertanyaan itu membuat Atta terdiam sejenak, dia terkekeh mengerikan lalu perlahan kekehan itu menjadi tawa yang begitu keras, dan mungkin jika orang lain melihatnya akan menganggap gila.
"Kenapa kau justru tertawa pak tua!"ucap Haru kesal.
Atta mengusap sudut air matanya karna lama tertawa, dia lalu menatap tajam kearah Haru.
"Aku menertawakan nasib ku dan nasib kalian anak muda, apa kau tau bahwa salah satu dari teman kalian telah di beri kutukan sekaligus berkah dari iblis?"
Ucapan itu membuat Akira membeku, perlahan ingatkan memori dalam kepalanya mulai berputar hingga membuatnya kesakitan, sontak saja kedua temannya panik melihatnya kecuali Atta yang menyeringai penuh arti.
...
"Ada apa dengan Akira?dia semakin aneh, setiap kali dia bertemu dengan kakek tua itu."ucap Haru.
Mereka saat ini berada di klinik terdekat yang kebetulan lokasinya tak jauh dari kantor polisi.
Menunggu keadaan temannya pulih atau kabar dari dokter.
"Kau tau kakek tua itu yang mencurigakan, ini bukan tentang Akira tapi dia bilang tanda bintang adalah sebuah kutukan atau berkah jadi yang harus kita lakukan adalah mematahkan kutukan itu."ucap Asa yang mulai menemui titik terang pada setiap keanehan yang terjadi hari ini.
Kemungkinan ketua sekte itu memberitahu mereka tentang sebuah peringatan yang lebih mengerikan dari pada buku benang merah.
...
The whole idea of motivation is a trap, forget motivation, just do it. Trapping one's own misery means taking the risk of being preyed upon from within.
The biggest trap in our life is not success, popularity or power, but self-denial.
Seluruh ide motivasi adalah jebakan, lupakan motivasi, lakukan saja. Menjebak penderitaan diri sendiri berarti mengambil risiko dimangsa dari dalam.
__ADS_1
Perangkap terbesar dalam hidup kita bukanlah kesuksesan, popularitas atau kekuasaan, tetapi penolakan diri.