The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Senjata makan tuan


__ADS_3

Pagi telah tiba, namun tak ada tanda-tanda kehidupan di sebuah Vila karna para penghuninya belum bangun semua.


Hingga suara keributan terdengar di salah satu kamar, siapa lagi kalau bukan kamar Haru atau Akira karna kedua pemuda dewasa itu masih kekanak-kanakan jika bertemu atau bersama.


"Akira!kemarikan ponselnya!"ucap Haru sambil mengejar Akira.


"Tidak!wle hahaha..."


"Dasar kau!aku menyuruhmu menghapusnya tapi kau tidak melakukannya!awas saja kau mengirimnya pada Hasya!"


"Kalau aku memang sudah mengirim fotomu bagaimana!kira-kira gimana ya reaksi gadis itu setelah melihat wajah paripurna Haru hahaha..."


"Dasar kau sahabat laknat!"


Tak menghiraukan wajahnya yang sudah penuh coretan tinta merah karna ulah dari sahabat kecilnya itu, bayangkan saja saat Haru masih tidur di pagi buta Akira dengan diam-diam menyelinap masuk ke kamar laki-laki itu.


Dan muncul aksi ide super jahilnya untuk melukis di wajah tampan paripurna temannya itu tanpa sedikit pun menganggu Haru yang masih damai terlelap dalam bunga tidurnya.


Ya mungkin Haru sedang bermimpi bidadari jadinya tidak terusik sama sekali atau merasakan wajahnya saat di coret-coret oleh Akira, lalu soal dari mana Akira menemukan tinta alias spidol merah itu karna benda itu ada di atas nakas Haru untungnya sih gak permanen karna Akira gak setega itu atau keterlaluan bercandanya. Tapi yang bikin Hari jengkel setengah mati adalah temannya itu malah memotret wajahnya yang kotor dengan tinta merah itu dengan kamera ponselnya dan mengirimkan pada nomer Hasya.


Kan Haru malu, mau di taruh mana wajah tampannya ini nanti.


"Haru tenanglah kau masih tampan kok!"


"Arghhh awas saja kau!aku tidak akan memaafkan mu!"dengus kesal Haru sambil mengacak rambutnya frustasi karna tak berhasil menangkap Akira, pemuda bermata biru itu lebih gesit apalagi tubuhnya yang tak tinggi mudah saja menyelinap di kolong meja dapur sekarang.


Haru sebenarnya tak sangat marah tapi dia ingin membalas karna temannya itu mengerjainya saat ia tertidur.


"Haru pasti Hasya akan tertawa terbahak-bahak memegang perutnya karna melihat fotomu hahaha..."


Lihat! Akira masih menggodanya!


Benar-benar mempunyai teman seperti Akira harus ekstra sabar ajaibnya mereka bersahabat dari kecil.


Ya itu kan karna dulu saat kecil kau sering membuntuti Akira, apa Haru lupa ya?


"Ada apa ini?"

__ADS_1


Tiba-tiba Asa muncul sambil menyender di dinding bawah tangga seperti hantu, Haru saja tak mendengar langkah gadis itu menuruni tangga sama sekali dan sejak kapan gadis itu di sana.


Haru jadi bergidik horor melihat wajah datar dan tatapan gadis itu, ya Asa memang selalu berwajah triplek seperti Jio kan.


Mereka seperti kakak dan adik yang sebelas dua belas berbeda jika itu Akira maka akan terlihat seratus derajat kebalikannya.


Sementara itu Asa menatap tak minat kearah ekpresi ketakutan yang di tunjukkan Haru padanya, wajahnya menoleh ke arah kanan di mana dia melihat kekasihnya sedang bersembunyi di bawah meja entah kenapa.


Dia lalu berjongkok.


"Akira..."


"Ya Asa, kau sudah bangun ya tolong aku Haru seperti ingin memakanku!"


"Memang aku singa apa?"


Mendengar aduan kecil kekasihnya itu membuat Asa terkekeh kecil, ada-ada saja tingkah dia pemuda yang bahkan umurnya sudah tidak ada belasan sama sekali.


Tapi dia memaklumi dan wajar karna Akira itu pemuda unik yang manis.


"Keluarlah dari bawah sana, aku akan menyuruh Haru untuk bersiap-siap menyiapkan mobil."


"Ke rumah kakek tua bangka itu."ucapnya dingin.


Jika Asa gadis tak tersentuh karna sikap dinginnya maka kebalikan dengan Akira tokoh paling menonjol dalam cerita tiga karakter ini.


Author mencoba tak mengunakan sudut pandang tiga karakter masing-masing karna itu akan membuat alur terpecah jadinya alur dalam cerita itu terus menceritakan tentang kisah ketiganya langsung dalam hal perkara berbeda.


...


Di sisi lain, sebuah bangunan mewah yang berdiri kokoh dengan aura suram karna bangunan itu berdiri di tengah hutan, hanya pepohonan lebat yang menjadi pemandangan sekitar membuat orang yang melihatnya akan merasa bergidik ngeri saat memasukinya.


Apalagi gerbang bangunan itu memilih tinggi seperti tiang listrik, besar dan elegan dan entah kenapa orang memilih mendirikan bangunan alias sebuah mansion itu di sini.


Hingga di tengah kesunyian itu sebuah suara deru mobil bersamaan mobil berwarna hitam datang dari jauh ke arah mansion tsb, membuat beberapa penjaga yang berjaga di sana binggung dengan kedatangan tamu tak di undang itu.


"Wah rumah hantunya besar sekali."decak kagum Akira.

__ADS_1


"Hei kau mengigau ya?"tanya Haru heran, masa mansion di kata rumah Hantu lagian mana ada Hantu punya rumah kan Hantu itu suka tinggal di tempat-tempat tak berpenghuni.


"Lagian rumahnya di tengah-tengah hutan ya pasti angker dong."


"Memangnya Asa mengajak kita uji adrenalin apa?"


"Sudahlah, kalian berdua diamlah!"


Setelah perjalanan cukup panjang itu akhirnya mereka sampai, awalnya mereka tak langsung turun akan tetapi saat salah satu penjaga menegur mereka tiba-tiba seorang kakek tua datang untuk melarang penjaga itu mengusir tamu tak di undangnya.


"Rupanya benar, dia telah mengawasi kita selama ini."gumam Haru menatap datar kakek itu.


Dan kini mereka berada di ruangan luas yang di penuhi dengan perabotan antik.


Mereka bertiga duduk di sofa sambil menatap kearah kakek yang duduk di single sofa dengan menyilangkan kakinya seperti seorang raja yang duduk di singgasananya.


"Nona muda Asa, ada apa anda berkunjung ke mansion saya?"ucap Rico.


"To the poin saja, sepertinya kau juga sudah tau apa alasanku."jawab Asa dingin membuat Rico tertawa karna keberanian gadis itu.


"Ternyata benar, kau itu gadis yang memiliki sikap misterius yang sulit di tebak, tapi untuk surat wasiat orang tuamu tentang Vila itu sepertinya aku tak bisa memberikannya."


"Kenapa?apa kau sudah bangkrut hingga terus memaksaku merelakan apa yang menjadi harta warisan itu?semiskin itulah kau sekarang tuan Rico?"ucap Asa sambil menyeringai.


Tangan Rico tampak mengepal untuk menahan emosi, tapi dia harus sabar untuk tak membeberkan rencananya.


"Dasar kakek tua bangka yang bodoh!dia sudah tau rencana busukmu!Asa lebih pintar dan licik dari pada kau!"ucap Haru bersmrik, tiba-tiba di kediaman Rico para bodyguard itu muncul dan berkumpul, Rico yang mengira kalau bodyguard akan menangkap Asa seperti rencananya langsung memberi perintah.


"Tunggu apa lagi tangkap mereka!"


Tetapi para bodyguard itu hanya diam, ketika Asa berdiri gadis itu terkekeh lalu menjentikkan jarinya dan berkata...


"Mereka di pihakku rupanya kau terlalu bodoh untuk menyadarinya...tangkap kakek tua ini!"


Ucapan Asa membuat Rico membulatkan mata tak percaya sekaligus kesal. Akan tetapi semua itu terbukti saat melihat perintah Asa langsung di laksanakan para bodyguard itu, kini dua bodyguard menahan Rico hingga membuat kakek tua itu berlutut ke lantai sementara Rico yang melihat bagaimana senjata api itu mengarah padanya seolah mengancam jika ia berani kabur dengan lantang berkata marah.


"DASAR GADIS MONSTER!"

__ADS_1


DORRR!!


"ASA BUKAN MONSTER!"


__ADS_2