
Sejam lalu Asa memutuskan untuk menelpon salah satu temannya.
Ya siapa lagi kalau bukan Haru yang paling bisa di andalkan menjadi babu.
Gadis itu tak sabar untuk menyusun rencana apik dalam otaknya dan yang dia butuhkan kini adalah data dari orang yang membeli vila kedua orang tuanya.
Haru yang pandai hacker dulu saat berkas penting OSIS di curi akhirnya membuka jasa, walau anak itu bisa memenuhi kebutuhannya dengan pekerjaannya sekarang namun Haru tetaplah Haru.
Pemuda itu tak akan pernah berubah menjadi tengil dan diam-diam dia juga memiliki pekerjaan sampingan menjadi hacker Asa sekarang.
'Halo?tumben kau...'
'Cepat kerumah sebelum aku membakar restoran mu.'
'Yak tapi!'
Tut!
"Sialan!"ucap Haru saat Asa di sebrang sana memotong dan mengakhiri ucapan yang menurutnya tak jelas itu.
Bahkan gadis itu berani mengancamnya!
Hei tidak tahukah bahwa Haru memang lemah sekali berurusan dengan kedua temannya apalagi Akira jika Asa entah kenapa dia selalu tak merasa aman di dekat gadis itu.
"Ada apa?"pertanyaan dari gadis yang menemaninya sejam lalu menyadarkan lamunan Haru.
Haru menghela napas lalu mengembangkan senyum tampannya.
"Sepertinya aku ada urusan mendadak, karna temanku meminta bantuanku."ucap Haru.
Haru kita tanggapan Hasya akan berbeda dan benar saja, Hasya tampak tak masalah, gadis itu lebih memilih melanjutkan acara makannya, cheese cake adalah salah satu makanan favoritnya dan Haru berjanji akan membeli makanan itu untuk cara ampuh membujuk pacarnya itu.
Ya semenjak kejadian di taman itu, Haru dan Hasya resmi jadian.
Mereka bisa di bilang sepasang kekasih yang suka couple karna keduanya memiliki selera yang sama terhadap fashion.
Berbeda dengan Akira dan Asa, keduanya lebih mirip teman karna Asa bukan tipe gadis yang manja perhatian, dia lebih melakukan apa keinginannnya dan jika ia mau maka ia harus dapatkan dengan mutlak.
__ADS_1
Sementara Akira mempunyai kepribadian friendly, inilah yang terkadang membuat orang salah arti kalau Akira itu masih jomblo dan tak heran banyak yang masih mencoba mendekati, akan tetapi ajaibnya jika duo pasangan itu berjalan bersama tidak ada yang bisa menghentikan mereka berdua bahkan badai angin sekalipun.
Aneh sekaligus menarik bukan duo couple itu?
"Hasya apa kau mau ku antar dulu?"
"Tidak usah, aku bisa menyewa taksi siapa tau temanmu benar-benar membutuhkan bantuan mu saat ini Haru."ucap Hasya pengertian.
"Dia bukan meminta tapi lebih perintah, sayangnya aku tak bisa menolaknya."gumam Haru di sertai dengusan kesal.
Hasya hanya belum tau atau bertemu bagaimana dan siapa itu Asa.
Jika Akira mereka pernah bertemu kok di restoran Haru waktu itu.
Tapi pernah Akira juga menjelaskan dia mempunyai kekasih cantik bernama Asa otomatis gadis itu tau betul sosok Asa yang menjadi sahabat kedua pemuda itu.
...
Sementara itu kita bisa melihat bahwa gadis berambut pendek dengan tatapan mata setajam elang itu dari tadi mondar mandir di depan rumahnya.
Asa tau biasanya Akira sibuk di studio, dan kalau pemuda itu benar-benar sibuk pernah sekali mengabaikan beberapa panggilan darinya karna ia ketiduran.
Rumah Akira yang menjadi tetangganya itu seolah di tinggalkan kosong tak berpenghuni, Asa bahkan mencari orang yang berada dalam rumah itu kemana pun tapi sepertinya keluarga Akira sedang pergi ke suatu tempat entah kemana.
Inilah yang membuat hatinya janggal akan sesuatu karna tak menemukan jawaban dari pertanyaan di benaknya.
"Sebenarnya kemana dia?tidak biasanya dia selama ini mengangkat atau membalas pesanku, semoga tidak terjadi hal buruk padanya ataupun keluarganya."ucap Asa sambil mengambil helaan nafas yang panjang, sebenarnya ini bukan hal membuatnya terkejut lagi, dia tau jika ruang lingkup kehidupan kekasihnya itu selalu penuh dengan kejutan bahkan beberapa kali ia menemui hal yang serupa dia benar-benar tak bisa menebak apa yang di sembunyikan oleh Akira.
Kalau Asa di sebut gadis berkepribadian misterius karna sikap tertutupnya maka Akira di sebut pemuda humble tapi selalu menarik hak tak terduga di sekitarnya.
Ya takdir mereka berdua masing-masing tidak ada yang tau kan.
Hingga tiba-tiba di tengah lamunan gadis itu.
Ponsel yang sedari ia pegang berbunyi menampilkan pesan panjang dari Akira.
'Maaf Asa, saat ini aku berada di rumah sakit ada insiden tak mengenakan yang menimpa adikku.
__ADS_1
Tapi kau tenang saja setelah semuanya beres aku akan segera pulang ya aku yakin bahwa semuanya baik-baik saja begitu halnya dengan dirimu.
Untuk saat ini kalian berdua jangan ikut campur cukup keluargaku yang mengalami hal ini terima kasih karna kau mengkhawatirkan ku jaga dirimu dengan baik sampai kita bertemu nanti.
Aku mencintaimu.'
Kata terakhir yang ia baca membuat jantungnya berdebar entah kenapa, tapi dia juga sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Jio dan Akira?
Apa mereka berdua benar-benar baik baik saja?
"Semoga ucapanmu benar Akira, jika janjimu akan segera kembali tak di tepati aku akan langsung menjemputmu karna aku sama sekali tak mendengarkan alasanmu."gumam Asa.
Terkadang kepedulian terhadap seseorang bisa di salah artikan karna ia mempunyai tatapan yang dalam.
Ada orang yang menyebut cintanya hanyalah sebuah obsesi tapi dia tak tau bahwa obsesi Asa benar-benar tulus untuk mengasihi orang yang ia sukai.
Dia juga akan menjalin hubungan dengan serius karna ya...dia membenci pembohong atau pengkhianat.
Sikap dinginnya lebih terlihat dari pada sikap tulusnya, hanya bersama Akira dia menjadi gadis biasa dan menunjuk kan semua hal itu, inilah sifat langka yang belum kalian ketahui dari Asa.
...
Tin...tin...
Tak lama datang mobil berwarna putih yang kini berada di perkarangan rumah Asa.
"Akhirnya dia datang juga."ucap Asa melihat pemuda berjaket coklat itu keluar dari dalam mobil.
Di sisi lain pemuda yang memiliki kedua mata emerald itu menatap malas kearah gadis berambut pendek yang menunggunya seperti tuan putri.
Haru jadi berpikir, Akira itu raja dan Asa ratunya lalu dia adalah babu alias prajurit kedua orang itu.
Apa dia justru orang beruntung berteman dengan raja dan ratu itu?
Entahlah Haru tak terlalu memikirkan nasibnya, dia hanya memikirkan kebahagian dirinya sendiri dan kedua sahabatnya sekarang.
Dia telah belajar untuk melupakan masa kelam, masa lalunya telah berlalu dan sekarang adalah babak di masa depan yang baru saja di mulai.
__ADS_1