
2 hari kemudian...
Seorang pemuda berjalan dikoridor dengan langkah yang terburu-buru.
Raut pemuda itu nampak sangat ketakutan seolah-olah dia dikejar oleh seseorang.
Hingga saat dia terus menoleh kebelakang dengan wajah gelisah dia tak sadar bahwa didepannya ada orang lain.
Bruk!
Akhirnya tabrakan itu tak dapat dihindarkan,dua pemuda itu sama-sama terjatuh akibat tabrakan yang cukup kuat itu,apalagi pemuda dengan tubuh mungil dari lainnya dia mengaduh sakit pada area pantat dan punggungnya yang menyentuh lantai yang keras.
"Aduh sakit..."
"M-maafkan aku...maafkan aku Akira!"ucap pemuda itu merasa bersalah,dia buru-buru bangkit lalu mengulurkan tangannya didepan Akira.
Akira yang melihat itu langsung menerima uluran tangan itu, walau dengan susah payah dia berdiri karna tubuhnya terasa nyut-nyuttan.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Ya sudah tidak apa-apa terima kasih Zee."ucap Akira pada pemuda yang merupakan adik kelasnya bernama Zee.
Zee mengangguk,tapi tiba-tiba dia menerima tendangan keras pada punggung belakangnya hingga membuatnya kembali tersungkur ketanah.
"Zee!" Akira yang melihat itu terkejut dia menatap nyalang pada sekelompok pemuda apalagi salah satu diantara merekalah yang menendang Zee.
"APA MASALAHMU HAH!"teriak Akira baru kali ini dia marah karna geram dengan kelakukan anak berandal dikampusnya itu.
Untungnya koridor saat ini sepi,jadi tak ada yang melihat mereka.
Salah satu dari mereka tertawa,dia lalu menghampiri Akira dan mencengkram kerah baju depan pemuda itu.
"Masalahku dengan dia,jangan ikut campur atau aku juga akan melakukan hal sama padamu Akira."ucapnya.
"Aku tidak peduli!kau seharusnya tau akan tindakanmu itu,atau akan kulaporkan pada guru!"ancam Akira.
"Cih, pengadu!kau sama saja dengan dua temanmu itu oh dimana mereka berdua?terutama satu temanmu yang bernama Haru itu selalu melepaskan mangsaku."ucap Andre.
Akira mengeryit saat Andre menyebut nama Haru,tentu dia tau siapa yang ada dihadapannya sekarang.
__ADS_1
Siapa yang tak mengenal Andre?
Andre adalah salah satu biang kerok yang sering kali membuat mahasiswa baru tak betah dan akhirnya pindah,dia akan menindas mereka dengan dua temannya bernama Bisma dan Bella si kembar yang tak indentik.
(Sikembar biang masalah Bisma dan Bella.)
Bahkan para guru pernah menjadi korban mereka hingga dilarikan rumah sakit karna jatuh dari lantai dua.
Sebenarnya Andre seangkatan dengan Akira tetapi anak itu tak pernah naik semester karna nilainya yang dicap buruk,tidak ada satupun guru yang berani dengannya karna Andre juga termasuk anak dari konglomerat yang kaya raya,dan sikembar ternyata sepupu jauh dari kepala sekolah.
Semua itu merupakan alasan kenapa yang rendah dan lemah selalu bisa ditindas dengan orang-orang yang memiliki kekuasaan penuh, akan tetapi setiap kesalahan pasti ada karma yang akan datang pada saat waktu yang tepat.
"Aaaa!!!"
Akira membulatkan matanya saat melihat kepala Zee yang diinjak oleh sepatu Bella,walaupun dia seorang wanita tapi dia tak pandang bulu dan terkesan angkuh bahkan dia kerap sekali di bilang primadona kampus setelah Asa.
"Hei hentikan!"baru saja Akira ingin menolong Zee tubuhnya ditahan oleh Andre.
"Jangan ikut campur!"
"Andre..."
"Kenapa kau selalu peduli dengan orang lain dibanding dirimu sendiri huh?"
Pertanyaan Andre membuat Akira terdiam.
Dia menatap mata Andre,entah ucapan Andre tadi seperti Jio tapi dia tau adiknya jelas berbeda dengan Andre.
"Apa salah aku membantu orang lemah yang ada didepan mataku sendiri?"ucap Akira dan kini Andre terdiam.
"Dimana buku benang merah itu?"tanya Bisma.
"Kenapa kau bertanya padaku?"
"Kami tidak akan pernah mengganggunya lagi jika kau memberitahu tentang buku benang merah itu."ucap Andre.
__ADS_1
Akira binggung kenapa Andre dan kedua temannya mencari buku benang merah itu,jelas dua hari yang lalu semenjak kejadian dikampus itu buku itu seolah-olah menghilang semenjak teror itu menyerang balik kepala sekolah,tapi dia tak bisa berkomunikasi dengan Gavin lagi atau menemukan buku benang merah itu.Dan sekarang dia juga ingin sekali mencarinya untuk memutus ikatan benang merah yang menjebak arwah penasaran Gavin.
"Aku tau kau tau sesuatu tentang buku itu Akira..."ucap Andre seolah bisa membaca ekpresi Akira.
"Kenapa kalian ingin mencarinya?"tanya Akira,dia tak menanyakan dari mana Andre dan sikembar tau karna rumor tentang buku benang merah itu telah menyebar luas hingga luar kampus.
Apalagi kejadian langsung yang menimpa salah satu dari mahasiswa bernama Roy Marten.
Bisma terkekeh,dia lalu menyentuh pundak Akira.
"Kau pasti tau alasan kami ingin buku benang merah itu,karna pamanku sudah menceritakan semuanya pada kami."
Deg!
...
Disisi lain.
"Asa apa kau yakin akan membakar buku ini?bagaiman jika ini cara yang salah?"tanya Haru.
Saat ini mereka berdua berada dihalaman kampus,ketika Haru baru keluar dari toilet dia melihat Asa yang baru aja ke luar dari ruangan music dan mengendap-endap berjalan ke halaman belakang kampus.
Haru yang penasaran lalu mengikuti gadis itu lalu Asa memberitahunya kalau dia menemukan buku benang merah itu kembali ditasnya entah siapa yang menaruhnya disana Asa tak tau,dia hanya ingin menyingkirkan buku yang menjadi penyebab awal bencana teror kampus mereka dimulai,dia juga tak ingin Akira sampai tau tentang buku benang merah itu.
"Ini cara yang benar,buku ini akan lenyap tak tersisa hingga menjadi debu,aku mempunyai alasan Haru sebenarnya aku tak ingin satu diantara kalian terluka karna berurusan dengan buku sial ini."ucap Asa yang belum tau kebenarannya.
Haru mengangguk setuju,mungkin keputusan Asa benar-benar tepat walaupun akan ada orang yang rugi seperti siapa pemilik buku benang merah itu tapi dia tak peduli asal semua teror itu berakhir.
Dia juga tak ingin buku itu berada ditangan orang salah hingga mencelakai orang lain,kini semua orang seolah gila dan saling memperebutkan benda yang bisa mengabulkan keinginan mereka dengan instan tanpa mereka tau bahwa ada balasan besar yaitu nyawa mereka sendiri.
"Roy Marten juga tak pernah belajar dari kesalahannya,semenjak kejadian yang menimpanya didepan para murid lain tapi semua orang yang buta malah ingin memiliki buku benang merah itu untuk mengabulkan permintaan mereka.
Kini pemuda itu berada dirumah sakit jiwa,Asa kita harus menyingkirkan dan jangan biarkan orang lain menyentuh buku itu terutama Akira."ucap Haru.
Dia tak tau kalau Akira sudah pernah menyentuh buku itu.
Asa mengangguk sambil menyalakan pemantik api yang ia pinjam dari gudang,lalu dia melempar buku benang merah itu kedalam tong sampah dan...
__ADS_1