
Sometimes I feel bored to write words, and become stupid to compose words, but music makes me free and get inspiration every time in the lyrics, because of this when I write, I will put on my earphones and look for the right music, insert some lyrics in writing so that it doubles as a story without the limits of my imagination that never knows time.
Terkadang aku merasa jenuh untuk menulis kata, dan menjadi bodoh untuk merangkai kata, tapi musik membuatku bebas dan mendapatkan inspirasi setiap dalam liriknya, oleh karna ini ketika menulis maka aku akan memasang earphone dan mencari musik yang pas, menyelipkan beberapa lirik dalam tulisan hingga merangkap menjadi sebuah cerita tanpa batas imajinasi ku yang tak pernah kenal waktu.
Lalu bagaimana denganmu untuk mendapat sebuah ide menulis karyamu?
I love music because this amazing...
...
Happy reading....
Sering kali ketika manusia merasa jenuh dan bosan dengan aktivitas mereka sehari-hari, mereka menciptakan sesuatu baru yang dapat menghibur mereka contohnya adalah game.
Dalam kehidupan tak sedikit bagi orang yang kecanduan dengan game, malahan pendapatan seorang gamer bisa lebih besar dari pada orang yang berkerja dengan profesi.
Marsha adalah gadis yang memiliki kegemaran atau disebut hobi bermain game di waktu luangnya.
Biasanya seorang pelajar harus rajin untuk membaca agar nilai mereka tetap bagus dan posisi bertahan pada peringkat teratas, tapi bagi Marsha hal itu sangat membuatnya jenuh. Lagi pula dia adalah gadis dengan IQ tinggi selama dia bisa mengontrol atau membatasi kegiatan belajar dan bermain gamenya dia tetaplah menjadi mahasiswi yang berprestasi di kampusnya.
"Kau sedang apa?"
Suara kakak kelas yang di sukainya membuatnya terkejut setengah mati dan hampir saja di melempar ponselnya.
Taman kampus adalah tempat yang cocok untuk istirahat atau menghabiskan waktu luangnya seorang diri, akan tetapi kali ini Marsha benar-benar tak menduga kalau seniornya itu akan kemari mendatanginya.
"Kak Haru?"
"Hm?"
"Kenapa kakak bisa ada disini?"tanya Marsha pelan, jujur saja setiap kali dia melihat wajah seniornya itu dari dekat jantungnya terus berdisco dan gugup.
"Aku hanya ingin menemui mu."jawab Haru lalu duduk di bangku yang di duduki Marsha.
"M-menemui ku?"ucap Marsha dengan wajah tak percaya.
Haru yang berada di sebelah gadis itu menaikan alisnya, seolah berkata kenapa ekspresi gadis itu aneh?
__ADS_1
"Ada apa dengan ekspresimu itu?apa kau....merasa risih dengan kehadiranku?"tanya Haru hati-hati.
"Tidak!tidak sama sekali, kak Haru tak menggangguku kok!"ucap Marsha panik sambil mengelengkan kepalanya berapa kali hal itu sontak membuat Haru terkekeh sementara gadis itu menatapnya binggung.
"Ada apa..."
"Tidak apa-apa hanya saja kau lucu, oh ya Marsha aku ke sini karna ada yang ingin ku bicarakan dan mungkin aku sedikit meminta bantuanmu."
"Jika aku bisa membantu kak Haru maka aku akan berusaha demi kakak!"ucap Marsha smenagat.
"Kau adik kelas yang baik..."ucap Haru tanpa sadar mengelus kepala Marsha hingga membuat kedua pipi gadis itu bersemu merah.
"Oh maaf ya aku menyentuh kepalamu tanpa izinmu..."
"T-tidak papa kak."
Haru lalu menatap Marsha serius, apa kau tau orang yang menciptakan permainan death game?
"Permainan psikopath itu?aku mengenalnya!"
"Siapa namanya?"tanya Haru penasaran.
"Jadi dia?"
"Ya awalnya itu bukan game menarik tapi setelah melihat video yang di buatnya seperti adegan pembunuhan asli game itu banyak di minati akan tetapi orang yang membuat death game itu sangat misterius dan kami hanya mengenalnya sebagai Queen Anthena."
"Kami?"tanya Haru binggung.
"Sebenarnya aku masuk dalam sebuah komunitas gamer, jadi wajar saja aku sedikit tau atau mengenal namanya."ucap Marsha sedikit malu.
"Jadi kau tak pernah tau inisial nama aslinya?"
"Ya aku tidak tau."
Haru lalu terdiam, entah kenapa dia penasaran dengan death game yang kini menjadi game terkenal dan populer di kalangan para remaja.
"Apa kau bisa menunjukkan beberapa video dalam game itu?"
__ADS_1
"Bagi pemula mungkin tidak mendapat banyak poin hingga mereka tak bisa membelinya akan tetapi jika seseorang naik level tujuh maka akan banyak rintangan dan aksi , sebagai imbalan mereka kan di beri kupon dan video untuk menambah poin percuma."
Marsha lalu menunjukkan aplikasi di layar ponselnya, dia lalu menekannya dan tertera di sana tulisan merah besar bernama death game.
Dia lalu memutar sebuah video berdurasi pendek, dimana disana ada animasi seorang wanita yang di ikat di sebuah ruangan dan akan di pacung.
"Jadi itu bukan video pembunuhan asli?"pertanyaan dari Haru membuat Marsha terkejut tapi dia lalu tertawa.
"Jika itu asli mungkin pemiliknya akan di buru polisi karna menyandera beberapa korban dan aplikasi game ini di anggap ilegal untuk di mainkan orang-orang."jelas Marsha.
"Kau benar Marsha tapi apa kau tak melihat beberapa kejanggalan akhir-akhir ini?"
"Apa maksud kak Haru?"
"Maksudnya apa kau pernah mendapat kupon undian langsung dari game itu ketika level tujuh?"ucap Haru mengalihkan pembicaraan ya tadi, dia keceplosan untuk memberitahu Marsha bahwa ada pembunuhan di kampus, dia tak mau adik kelasnya itu menjadi takut.
Sebenarnya dia ke taman di samping kiri kampus yang dekat dengan perpustakaan untuk menenangkan pikirannya akan tetapi dia malah melihat seseorang duduk sendirian di sana.
"Aku tidak pernah, hanya orang terpilih saja yang beruntung."
"Marsha apa kau tau bahwa seseorang yang mendapat kupon hadiah itu tak pernah kembali atau pulang seolah-olah mereka telah di culik?"ucap Haru.
"Kak Haru, aku benar-benar tidak tau tapi itu kan hanya sebuah rumor."ucap Marsha membuat Haru tersenyum tipis, pemuda itu lalu berdiri dan menatap adik kelasnya itu.
"Terima kasih karna kau sudah membantuku memecahkan satu satu misteri diantara beberapa teka-teki yang belum terpecahkan."
Ucapan Haru membuat Marsha binggung dengan ucapan seniornya tsb.
Akan tetapi tak dapat di pungkiri bahwa Haru adalah senior angkatannya yang paling cerdas dan selalu mendapat nilai bagus dari para dosen.
...
Without mystery, life would indeed be very boring. What is left to fight for when everything is known?
Tanpa misteri, hidup memang akan sangat membosankan. Apa yang tersisa untuk diperjuangkan jika semuanya diketahui?
Jangan heran dengan seorang yang mencari UFO yang disebut kapal alien.
__ADS_1
Jangan heran dengan manusia keterbelakangan mental tapi dia memiliki kepintaran diatas rata-rata dalam kreativitas.
Hal wajar bagi manusia normal adalah tak pernah mencari tau misteri di sekitarnya atau mencoba sesuatu yang menantang kemampuannya.