The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 45 Makna mimpi


__ADS_3

"Jauh ke dalam kegelapan mengintip, lama aku berdiri di sana, bertanya-tanya, takut, ragu, memimpikan mimpi yang tidak pernah ada manusia yang berani bermimpi sebelumnya."kata Edgar Alan Poe."


...


Pemuda itu berdiri disana,berada di tempat gelap yang minim dengan cahaya.


Entah apa yang dia lakukan dia juga binggung pada keadaannya.


Sebuah ruangan yang kosong dan terbelangkai membuatnya hanya bisa melihat kegelapan dan kesunyian hingga suasana mencekam yang tiba-tiba terjadi membuatnya tersentak.


"Akira..."


Sebuah suara mengganggunya tapi dia tak bisa melihat sosok yang memanggil namanya.


Terlintas dalam benaknya dia sangat mengenali suara itu.


Saat dia menoleh kebelakang barulah dia terkejut karna melihat pintu yang bercahaya.


Apakah dia harus kesana?


Jujur saja karna perasaan takut itu juga muncul,kedua tangannya tak berhenti gemetar dan mata birunya bergerak gelisah kesana kemari.


Tapi...


Bagaimana disana ada tanda kehidupan dan bisa membawanya kembali?


Dengan keberanian yang entah dari mana muncul dia lalu melangkahkan kakinya menuju pintu itu.



Tap..tap..tap


Suara langkah dari lantai mengikutinya.


Dia tak bisa berhenti seolah-olah tubuhnya diambil ahli.


Hingga dia sampai dipintu itu.


Dia melihat kilasan-kilasan memori seseorang dengan latar belakang yang familiar.


Kampusnya.


Dan seorang pemuda sepertinya....


Pemuda itu telah mengalami masa sulit dan siksaan batin.


Dia ingin membantunya tapi tubuhnya tak bisa bergerak dan kakinya membeku.


Apa yang harus ia lakukan?


Rasa iba dan sedih ia rasakan saat ini.


Perasaannya menjadi campur aduk.


Bisakah dia membantu pemuda itu?


"Aku tidak akan pernah memaafkan dia..."


Suara itu kini berada tepat didepannya.


"Siapa?"


"Kepala sekolah,dia membuatku menderita selama ini dan aku ingin membalaskan dendamku."ucapnya dengan nada kebencian bercampur kemarahan.


Jelas Akira tau siapa dia sekarang.


"Tapi jika kau balas dendam itu hanya akan menghancurkanmu bukan?"


Sosok itu diam sebentar dan memandangnya dengan tatapan kosong seolah-olah tak ada tanda kehidupan disana.

__ADS_1


"Aku...memang sudah hancur."


Kini Akira yang terdiam.


"Sampai kita melihat kegelapan seseorang, kita tidak tahu siapa mereka sebenarnya. Sampai kita telah memaafkan kegelapan seseorang, kita tidak benar-benar tahu apa itu cinta dan aku tak pernah mengenal namanya cinta sepertimu Akira aku hanya hidup dalam kegelapan dan mengenal kebencian sejak dulu."


"Jadi apa permintaanmu?"


"Permintaanku cukup sederhana,bantu aku membalaskan dendamku setelah itu aku berjanji tak akan mengganggumu."


Akira mengeleng.


Dia tetap tak bisa.


"Aku tau kau tak mampu melakukannya oleh karna ini aku mempunyai cara lain yang membuat kita sepakat."


Ucapan itu seolah memperingatinya.


Apa rencana sebenarnya pemuda itu?


"A-apa itu?"


"Kita bertukar raga..."


Deg!


Hahhh...


Tengah malam Akira terbangun dari mimpinya dengan nafas yang terengah-engah seolah ia habis berlari maraton.


Gerakan brutal itu sontak membuat Jio terjaga melihat kakaknya yang masih berusaha mengatur nafasnya yang mulai sesak.


Jio panik mendapati Akira yang asmanya kambuh malam itu.


Dan malam itu ayah dan ibunya juga terbangun karna keributannya.


Mereka semua panik dan khawatir dengan keadaan putra sulungnya.


...


Pagi harinya dikampus.


Terlihat satu pemuda dan satu gadis sedang berbincang dimejanya.


"Kenapa Akira tak masuk kelas?"tanya Haru pada Asa.


Gadis itu hanya mengeleng,sebelumnya dia pergi kerumah Akira untuk berangkat bersama kekasihnya itu tapi di sana tidak ada seorang pun.


"Nanti aku akan menelpon Jio."ucap Asa diangguki Haru.


Haru tanpa Akira bagaikan kopi tanpa gula sebagai pelengkap.


Makanya Haru jadi banyak pendiam hari ini dan tak mood untuk menjahili atau bercanda.


Haah...dia jadi merindukan temannya itu.


Apa ada sebenarnya?


"Haru nanti temani aku ke perpustakaan lagi."


"......"


Sepertinya Haru harus merelakan tangannya pegal lagi.


Asa memang gadis pintar,jika dia menyukai sesuatu maka itu akan berlangsung lama seperti akhir-akhir ini dia sering mencari referensi lain dan senang membaca artikel di waktu senggang karna dia sedang mengalami namanya writer's block katanya.


(Kok kayak author ya.🗿)


Dua karyanya kini sedang ongoing kontrak dan sudah ada di noveltoon dengan nama pena Aiden.

__ADS_1


(Itu sih nama pena authornya.🗿)


Saat Haru menanyakan kenapa namanya diganti Aiden,Asa dengan enteng menjawab.


"Karna aku menyukai nama itu saja,dan untuk Akira nama itu khusus tertulis dihatiku."


Ternyata gadis datar itu bisa menggombal juga.


Dan Haru menjadi mual setelah mendengar itu.


Hamil?


Kan Haru cowok mana bisa dia hamil.


...


Bruk!


"Maaf!"


"Ah tidak papa..."ucap Asa saat seorang tak sengaja menabrak tubuhnya hingga membuat beberapa buku yang tadi dipegangnya terjatuh kelantai.


"Aku akan membantumu sebagai permintaan maafku."ucap pemuda berambut grey itu memunguti buku-buku dilantai.


Tangannya berhenti dan tatapannya terpaku saat menemukan buku yang menarik perhatiannya.


"Apa buku ini milikmu?"



Asa mengeleng,seingatnya dia dan Haru tak pernah mengambil buku bersampul merah yang dililit dengan benang merah sedikit aneh tapi menarik perhatiannya juga.


"Tidak."


"Boleh aku meminjamnya?"tanya pemuda itu sopan.


Asa mengangguk ragu entah kenapa perasaannya jadi tak enak.


"Terima kasih sekali maafkan aku ya."ucapnya lalu pergi setelah membantu Asa dan membawa buku itu pergi.


Sepertinya Asa pernah mengenal pemuda itu.


Tapi dimana?


Salahkan sifat cueknya yang bahkan dia tak ingat nama-nama teman sekelasnya.


Saat dia pulang dari kampus nanti dia akan pergi kerumah Akira.


Dia ingin menemui Akira.


...


Pernah dengar bukti adanya dimensi lain?


Keluarga Mann


John Mann sedang mengemudi pulang bersama dengan istrinya yang bernama Gloria, dua putri dan adik perempuannya. Mereka sudah sering melakukan perjalanan ke Reading, Inggris, yang biasanya ditempuh dalam waktu 90 menit.


Entah mengapa, kala itu perjalanan ditempuh selama 2,5 jam dan berlangsung tidak lazim.


Setelah mengemudi 30 menit, mereka melihat cahaya aneh yang datang mendekat. John pun kemudian menghentikan laju kendaraan dan keluar untuk melihat.


Keluarganya menyerukan agar ia kembali ke dalam mobil. Ia menuruti, tapi kemudian menyadari bahwa ia sudah tidak lagi berada di jalan. Mobilnya berada dalam "lorong" yang bergerak maju-mundur.


Walaupun tidak mengerti bagaimana bisa ada di dalam sana, mereka kemudian sudah kembali di jalan, dekat dengan rumah mereka dan sudah 2 jam berlalu.


Esok harinya, mereka mencoba mencari lagi jalan berliku yang mereka lewati. Tapi nihil.


(Kata benang merah aku terinspirasi dari film yang menceritakan adanya bangku sekolah benang merah,udah lama banget itu filmnya entah film Jepang atau Korea aku lupa.

__ADS_1


Disana banyak menceritakan teror yang dialami beberapa siswa dan akhir tragis percintaan.(Author suka romance bercampur horor.)


__ADS_2