The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 63 Bastian Maxi Alexis


__ADS_3

Do you want to meet all my monsters?


think you’re tough i know they’ll drive you bonkers


meet them once and they’ll forever haunt you


there’s no heroes or villains in this place


just shadows that dance in my headsp~ce


leaving nothing but phantoms in their wake


there’s parts of me i cannot hide


i’ve tried and tried a million times


cross my heart and hope to die


welcome to my darkside


Apakah kamu ingin bertemu dengan semua monsterku?


pikir Anda tangguh, saya tahu mereka akan membuat Anda gila


temui mereka sekali dan mereka akan selamanya menghantui Anda


tidak ada pahlawan atau penjahat di tempat ini


hanya bayangan yang menari di ruang kepala saya


meninggalkan apa-apa selain hantu di belakang mereka


ada bagian dari diriku yang tidak bisa kusembunyikan


Saya sudah mencoba dan mencoba jutaan kali


menyeberangi hatiku dan berharap untuk mati


selamat datang di sisi gelapku


Take a step into the havoc


look around this ain’t еven the half of it


i’m walking the linе between panic and losing my mind


embracing the madness


my devils they whisper in my ear


deafening me with all my fears


i’m living in a nightmare


there’s parts of me i cannot hide


i’ve tried and tried a million times


cross my heart and hope to die


welcome to my darkside


mengambil langkah ke dalam malapetaka


lihat sekeliling ini bahkan bukan setengahnya

__ADS_1


saya berjalan di garis antara panik dan kehilangan akal


merangkul kegilaan


setan saya mereka berbisik di telingaku


memekakkan telinga saya dengan semua ketakutan saya


saya hidup dalam mimpi buruk


ada bagian dari diriku yang tidak bisa kusembunyikan


Saya sudah mencoba dan mencoba jutaan kali


menyeberangi hatiku dan berharap untuk mati


selamat datang di sisi gelapku


Don't underestimate the allure of darkness. Even the purest of hearts are attracted to him.


Jangan meremehkan daya pikat kegelapan. Bahkan hati yang paling murni pun tertarik padanya.


....


Terkadang ketika kau masih bisa keluar untuk melihat cahaya mentari kau lupa bahwa ada bayangan yang akan selalu mengikuti mu di belakangmu.


Bayangkan itu tak akan pernah meninggalkanmu bahkan saat cahaya mu menghilang, bayanganmu itu tetap ada di sisimu.


Ada alasan aku memilih kegelapan ketimbang cahaya.


Saat kau jatuh terus kau akan mengerti sebuah perasaan yang tak pernah kau rasakan.


Untuk menggapai cahaya kita harus berusaha akan tetapi kegelapan menyambutku.


Ketika cahaya bisa meninggalkan kita tapi kegelapan tak meninggalkan kita.


Sejak ayah dan ibu meninggal hanya dia yang berada di sisiku dan merawatku, walau dia adalah wanita berhati iblis tapi aku tetap menyayanginya.


Ya kakakku seseorang berbeda dengan yang lain.


Dia lebih terpikat pada kegelapan untuk menjadi berbeda.


Dia membuatku menjadi lebih dewasa dan tau arti kegelapan sebenarnya.


'Adik jika kau memilih cahaya maka kau akan meninggalkan kakak dalam kegelapan?manusia tidak bisa abadi tapi dalam kegelapan dia bisa abadi.'


Ucapnya padaku waktu itu.


Dia ingin tetap abadi.


Tapi aku tidak ingin abadi.


Dan ketika aku melakukannya apa yang dia suruh.


Otakku selalu berpikir bahwa rasa ini selalu memacu adrenalin dan kepuasan.


Apa itu maksud abadi kakakku?


Rasa yang sedikit menyenangkan dan mendebarkan.


Otak manusia bisa bekerja tapi untuk menangkap sesuatu dia membutuhkan perkembangan, akan tetapi berbeda dengan ini rasanya benar-benar tak masuk akal.


Aku tak menyangka bahwa kakak sudah sering melakukannya atau ini sudah menjadi kebiasaannya.


Yaitu membunuh.

__ADS_1


Dan aku...


Mulai menyukainya.


Namaku adalah Bastian Maxi Alexis.


Seorang anak berusia 17 yang menjadi pembunuh untuk bakatku.


Sudah terlambat bagiku keluar dalam kegelapan.


...


"Bastian apa kau tau bagaimana orang tua kita mati?"


Bastian mengeleng, dia masih mengunyah sereal yang barusan di buat kakak perempuannya untuk sarapan.


"Mereka mati bukan karna kecelakaan tapi terbunuh."


Pegangan sendok Bastian mengerat mendengar itu tapi dia masih memasang wajah poker nya, ya semenjak dia tinggal bersama kakaknya dia belajar untuk mengendalikan ekspresi karna ekspresi manusia menggambarkan perasaan manusia itu sendiri.


"Aku akan memberimu kebebasan untuk melakukan apa yang kau mau saat ulang tahunmu, apa kau bisa melakukannya?"tanya Thea menatap adiknya itu sambil mengelus surai kepala Bastian.


Sementara Bastian yang masih duduk di meja makan merasa tersentak karna elusan dingin kakaknya.


Ya dia tak mengapa kedua tangan kakaknya itu sangat dingin seperti es, apa mungkin kakaknya selalu mandi malam setelah membunuh orang?


"Sudah bertahun-tahun aku terkurung dalam sekarang dan melihat pembunuhan di depan matamu sendiri apa maksudmu aku bisa melakukannya?"


"Aku hanya bertanya ini adik, aku ingin kau memiliki tujuan hidup selain membunuh."ucap Thea dengan tatapan rumitnya.


Ya kedua mata berwarna coklat itu tak pernah ada binar cahaya melainkan tatapan intimidasi yang tajam dan kekosongan seolah tak ada tanda kehidupan.


"Huh?apa yang kau bicarakan?"tanya Bastian binggung.


Thea terkekeh dia lalu mengacak rambut adik laki-lakinya.


"Masa kau tak mengerti tentang kehidupan manusia selain membunuh?aku tau kau sudah terbiasa apalagi denganku, apa kau tak mau mencoba sesuatu yang baru?"


"Sesuatu yang baru?"


"Sesuatu yang lebih menyenangkan, seperti kakak yang memiliki banyak koleksi diruang bawah itu adalah sesuatu baru tinggal bagaimana cara kau menemukannya adikmu sayang."


(Author: ternyata ajaran kakaknya tetap sesat.😑)


"Aku tak pernah mencobanya."ucap Bastian ragu, dia membunuh ketika kakaknya membawa korban dan menyuruhnya menyiksanya di bawah tanah akan tetapi untuk mencari mangsa sendiri dia belum pernah melakukannya.


"Tak apa jika kau melakukan kesalahan bukankah kau pernah bilang kesalahan itu datang ketika kau merasa ragu, kau suka melukis bukan?aku membenci ketika manusia  lain memandang rendah, dan aku benci ketika hati manusia penuh kepalsuan oleh karna itu aku mengambil apa yang berharga bagi mereka."ucap Thea mempunyai makna dalam.


Jadi karna itu....


Kakaknya mengoleksi dua barang itu ketika membunuh seseorang?


"Ya aku suka melukis....mungkin aku akan membutuhkan cat merah untuk membuat suatu mahakarya yang berbeda dari yang lain."ucap Bastian membuat Thea menyeringai.


"Buatlah karya yang indah Bastian...maka kau tak akan pernah puas akan hal itu, bukankah sesuatu yang di benci normal selain kita adalah hal menyenangkan yang di buang percuma oleh mereka?"


"Ya kau benar mereka akan menyesal suatu saat nanti karna melewatinya."


...



(Bastian Maxi Alexis.)


__ADS_1


(Alethea Lala Alexis.)


Visual duo saudara iblis nih...


__ADS_2