
"Haru..."
"Apa?"
"Dari mana kau tau istilah buku benang merah itu?aku sebelumnya tak mendengarnya."
"Bukankah kau percaya pada Asa kalau itu rumor?aku juga tidak tau entahlah banyak senior yang menceritakan itu sebagai gosip dan membuat anak baru percaya,aku juga tidak tau dari mana asal cerita itu ada salah satu senior yang mengatakan kalau itu dari kepala sekolah."
"Maksudmu kepala sekolah sendiri yang menceritakannya?"tanya Asa.
Haru mengangguk dia lalu menatap Akira yang terdiam setelah menanyakan tentang buku merah itu,tapi ada yang aneh....
Kenapa tatapan anak itu kosong?
"Akira."
"......"
"Akira!"
"Hah?apa?"
"Kenapa kau melamun?"
Akira mengeleng kecil dia melirik kearah jam tangannya.
"Sebentar lagi Jio menjemputku,aku pulang dulu ya."ucap Akira sambil membereskan buku catatannya lalu keluar dari kelas tanpa menoleh kearah temannya.
"Kenapa dia terlihat buru-buru?"gumam Haru dan Asa hanya diam.
...
Akira POV.
Ada apa denganku?
Saat aku mendengar rumor itu pikiranku menjadi kosong dan aku merinding karna saat Haru menceritakan tentang buku itu aku melihat sepasang mata yang mengawasiku disana.
Siapa dia?
Apakah dia manusia?
Dari dulu aku memang memiliki feeling yang kuat, tak heran jika kepekaanku terhadap makhluk tak kasat mata menjadi tajam jika mereka ada disekitarku.
Terkadang mereka memunculkan diri didepanku dan juga mereka hanya lewat dengan hawa dingin yang menakutkan.
Sejenak aku berpikir,kalau difilm biasanya wajah hantu menyeramkan namun aku pernah lihat wajah anak kecil yang mengemaskan,aku juga tidak tau mengapa hantu yang kulihat seperti manusia pada umumnya tanpa ada luka ataupun darah ditubuh mereka dan mimik menyeramkan.
Karna hal itu membuatku sedikit bersyukur karna aku tak melihat hantu yang menyeramkan akan tetapi aku juga binggung kenapa mereka hobi sekali menggangguku.
'Tolong aku Akira....'
Bisikan itu yang selalu mengganggunya.
"Ah itu terjadi lagi."ucapku karna mendengar bisikan dingin itu tepat disampingnya tapi saat dia menoleh tidak ada siapapun.
"Kak ayo naik!"ucapan Jio berhasil menyadarkan Akira yang tengah melamun karna apa.
Dia menaikan alisnya binggung saat melihat mata kakaknya itu berkaca-kaca seperti melihat sesuatu yang menyeramkan.
Padahal itu hanya bisikan tapi Akira takut karna seram disaat orang lain tidak mendengarkan sedangkan ia mendengarnya.
"Jio aku diganggu hantu."ucapku polos.
"Hantu?"
__ADS_1
Aku mengangguk lalu melihat sekelilingnya.
"Sudah aku bilang jangan nonton film horor jadi parno sendiri kan?"ucap Jio sambil menggelengkan kepalanya.
Aku menatap Jio datar,orang dia serius diganggu makhluk tak kasat mata adiknya ini malah tak percaya padanya!
"Tapi Jio..."
"Cepat naik!atau kutinggal biar dimakan para hantu disini!"ancam Jio membuatku kicep.
...
Apa bedanya takut sama terkejut?
Ada dua hal yang aku pahami,jika seseorang takut akan sesuatu setelah melihat apa yang didepannya terlihat menakutkan baginya itu artinya dia akan selalu mengingat atau membekas dalam ingatannya untuk menjauhi sesuatu itu.
Lalu kalau kita terkejut,jantung kita akan berdebar karna terkejut ketika melihat atau tersentak pada hal baru yang kita rasakan.
Persamaan takut dan terkejut bisa sama karna membuat jantung kita berpacu lebih cepat tapi jika kita sangat takut kita akan berkeringat dingin padahal yang lain tidak merasakan hawa dingin.
(Jika kalian menggabungkan logika dan imajinasi kalian akan mudah memahami sesuatu yang kalian anggap mustahil atau sulit.)
(Visual kamar Akira sama Jio.)
"Kak!"
"Apa?"
"Apa ada masalah di kampus?kau terlihat pendiam sekali hari ini..."ucap Jio menoleh kebelakang.
Aku menghela napas,kulihat Jio yang masih mengerjakan Pr-nya dimeja belajar.
Saat ini aku sedang berbaring di kasur dengan posisi tengkurap menghadap pintu,kebiasaanku kalau habis pulang kampus adalah tak melakukan apa-apa dan hanya rebahan.
"Lelah?atau perasaanku kau itu seperti robot tanpa baterai."
"Kau menyamakan aku dengan robot!"
"Memang itu kenyataan dalam artian kau biasanya memang tak bisa diam."
"......"
"Aku tau kau menyembunyikan sesuatu cepat katakan atau aku akan mencari tau."
"Jangan memaksa!"
"Aku tidak memaksa hanya saja menyuruhmu berbicara."
"......"
Kenapa dia selalu kalah dengan Jio sih?
Kenapa!?
Aku mengerjapkan mataku lalu menatap Jio ,ternyata anak itu sudah selesai mengerjakan Pr-nya.
Cepat sekali.
Kulihat Jio beranjak dari kursinya dan menghampiriku,dia lalu duduk disampingku dengan posisiku yang masih tengkurap.
"Tadi aku mendengar rumor tentang buku benang merah."
"Hm."
__ADS_1
"Jio tau?"
"Aku tidak tau."
"Makanya dengerin!"
Lah...
Sepertinya Akira mulai lupa kalau Jio yang memaksanya bercerita.
"Kata Haru,dikampus kakak ada buku benang merah katanya siapapun yang menemukan buku itu bisa meminta apapun!"
"Termasuk aku menukar posisi kakak sulung denganmu?"tanya Jio dengan senyum sangat tipis.
"Iya eh!kok Jio mau jadi kakak?kalo Jio jadi kakak terus aku jadi apa?"
"Kamu jadi adikku."
"......"
Alis pemuda itu lalu menukik menatap garang Jio.
"Gak boleh!"
Jio terkekeh lalu mengusap rambut Akira.
"Rumor itu hanya isu dalam artian suatu pendapat yang tidak mengandung fakta atau kebenaran tapi jika cerita itu benar berarti ada fakta dibaliknya mungkin sebagian dari opini orang rumor itu hanya bahan untuk gosip.Jangan mempercayai sesuatu yang belum kau lihat atau kau rasakan sendiri tapi jika orang itu jujur maka kau harus mempercayai."ucap Jio bijak.
"Jadi itu menurut spekulasimu?"
"Ya."
"Tapi aku pernah mendengar kalau sebuah rumor bisa menyembunyikan sesuatu dari apa yang belum pernah kita lihat atau percayai."
"Jika kakak penasaran kenapa tidak mencari kebenarannya saja?bukan mendengar dari isu belaka."
"Aku takut..."
"Takut?"
"Ya Jio,bagaimana kalau aku nekat dengan mencari tau kebenarannya akan ada sesuatu yang berbahaya terjadi padaku?"
Ucapan Akira membuat Jio terdiam entah kenapa dia merasakan perasaan yang aneh.
Oke dia mulai mencemaskan kakaknya.
....
Pernah mendengar sebuah rumor?
Apa bedanya rumor dengan spekulasi.
Menurut aku rumor itu seperti:
"Kudengar kau mempunyai saudara yang berkerja menjadi kupu-kupu malam."
Jika spekulasi akan seperti:
"Aku yakin kalau jumlahnya 80 karna aku sudah menghitungnya dengan benar."
Jika rumor tidak bisa disebut fakta maka spekulasi bisa disebut fakta karna mengambil dari informasi yang ada.
...
(Hampir disetiap sekolah ada rumor horor tapi sesuatu yang membuat kita takut harus mencoba berani untuk menghadapi jika tak ingin diganggu,karna makhluk itu tertarik dengan orang penakut.
__ADS_1
Author orang penakut tapi berani nonton film horor sendirian apalagi kalo malam-malam terus sendirian dirumah jadi berasa kayak di bioskop,mungkin kalo ketemu hantunya langsung kayak keluar dari tv langsung lari atau pingsan hehe...)