
Family isn’t always blood. It’s the people in your life who want you in theirs; the ones who accept you for who you are. The ones that would do anything to see you smile and who love you no matter what.
(Keluarga tidak selalu sedarah. Orang-orang dalam hidup Andalah yang menginginkan Anda dalam hidup mereka; mereka yang menerima Anda apa adanya. Orang-orang yang akan melakukan apa saja untuk melihat Anda tersenyum dan yang mencintai Anda apa pun yang terjadi.)
Maybe a little different when I explain from my point of view...
Apa menurutmu jika kau mendengar kata orang terdekat?
Teman?
Saudara?
Atau keluarga?
Dalam hal pertama adalah kata teman.
Teman jika kau bisa mengenalnya maka kau juga akan dekat dengannya.
Seseorang yang tiba-tiba hadir dihidupmu dan menghabiskan waktu denganmu.
Makna dalam kata seorang teman hanyalah satu syarat.
Yaitu can you believe it!?
Jika kau bisa maka dia adalah your friend.
Simple right?
Or...
Kata orang asing bagaimana dari sudut pandangmu?
Dalam hal kedua adalah kata saudara.
Kau mempunyai adik atau seorang kakak?
Saudara kembarmu juga termasuk kata itu.
Aku mempunyai saudara yaitu adik,ketika dia melakukan kesalahan aku merasa kesal karna ibu selalu memarahiku tapi jika aku salah aku menyembunyikan dan tak mengaku dan dia hanya bisa menangis.
See?
Simple?
Masih belum paham?
Intinya saudara adalah seseorang yang berada didalam lingkup hidupmu,dia dari hubungan darah atau tidak denganmu dan dia terkadang menilai dan mendukungmu perilakumu.
Hal ketiga adalah keluarga.
Having somewhere to go is home. Having someone to love is family. And having both is a blessing.
(Memiliki tempat untuk pergi adalah rumah. Memiliki seseorang untuk dicintai adalah keluarga. Dan memiliki keduanya adalah berkah.)
Dari sudut pandangku keluarga juga tempat rasa duka dan bahagia.
__ADS_1
Entah saat kau merasakan sakit dan senang.
But never give up...
Setiap hidup pasti penuh dengan lika-liku sama halnya dengan rubik yang sulit dipecahkan jika tak dipelajari.
...
"Bisakah aku tau tentangmu?"
"Namaku Gavin arlangga aku mati diusia yang sama denganmu."ucap makhluk itu.
Akira masih berada ditempat sama dan dimana berbincang dengan sosok arwah penasaran bernama Gavin.
"Jika kau masih hidup mungkin kita akan jadi teman."
"Aku juga mengharapkan hal itu,kau adalah pemuda yang baik Akira karna itu aku memilihmu."ucapan itu membuat Akira tersentuh.
Entah kenapa dia sangat ingin menolong Gavin.
"Menurutmu apa itu kehidupan?"tanya Akira.
"Kehidupanku adalah keluarga kecilku,aku mempunyai seorang adik laki-laki yang masih kecil dan ayah dan ibu yang berkerja keras.Disaat semua orang asik menghabiskan uangnya keluargaku yang pas-passan sibuk mencari uang untuk biaya sekolahku dan adikku,melihat itu aku berjanji akan selalu giat belajar dan menjadi orang sukses untuk bisa membahagiakan mereka,hingga akhirnya aku mendapat beasiswa tapi dia tiba-tiba datang dan malah malah menghancurkan semua impianku dengan memanfaatkan keadaanku dan mengancam akan menganggu keluargaku jika tak menurutinya cih dasar pria licik!"ucapnya dengan nada sarkas diakhir.
Akira mengangguk.
Dia mengerti ketika seseorang ingin melindungi apa yang menjadi penopangnya menjadi kuat dan tekad tujuan hidupnya.
'Bahkan yang kuat terkadang membutuhkan perlindungan.'
"....."
"Aku tidak tau hidup keras dan berat yang kau alami tapi dari ceritamu kau seolah-olah menutupi sesuatu.Aku mempunyai keluarga juga dan mereka adalah alasan aku menjadi lebih dewasa dan bertindak baik.
Mereka mengajarkanku apa itu arti kebaikan sebenarnya,walaupun kita bertemu dengan orang asing tetapi jika orang itu membutuhkan pertolongan kita harus membantunya karna setiap maksud baik dan jahat akan terlihat dari gerak-geriknya.
Aku ingin membantumu tapi aku takut jatuh lagi..."ucap Akira Gavin tertegun.
Sudah cukup dia membuat keluarganya khawatir dengannya kini Akira akan melangkah dengan hati-hati.
"Akira... aku menyesal membuat keputusan salah waktu itu,karna ini aku terjebak hingga aku merindukan seseorang yang aku sayangi,aku ingin bertemu dengannya bisa berbicara dengannya bahkan memeluknya,seandainya aku bisa bertahan tapi rasa sakit dan kebencian yang menggerogoti hatiku perlahan berimbas pada tubuh dan pikiranku."ucapnya lirih.
"Kau mengingatkanku pada seseorang,tapi aku tetap ingin membantumu bertemu dengannya."
"Kau..."
"Ya mari kita bertukar raga!"
...
Disisi lain.
Seorang pemuda berambut grey tengah membaca buku bersampul merah yang dia pinjamnya.
__ADS_1
Karna dia berada dikamar dengan pintu dan jendela tertutup suasana tampak sunyi karna dia terlalu larut membaca buku itu.
Hingga tiba-tiba...
Tak!
Tak!
Tak!
Suara ketukan kaca sedikit menganggu kegiatannya.
Dia menatap kearah jendela kaca yang tak ditutup dengan tirai membuatnya melihat kalau itu ulah dari ranting pohon yang membuat suara gesekan tsb.
Mengacuhkannya dia kembali membaca buku.
Klik!
Lampu dikamar tiba-tiba padam,membuatnya hanya bisa melihat kegelapan.
Sret!
Dia merasa ada sebuah tangan merebut bukunya hingga buku itu terlempar beberapa meter jauh dari ranjangnya kelantai.
Hal itu sontak membuatnya terkejut dan menatap kedepan ada sosok yang aneh yang menatapnya tajam.
"Hah!"disaat dia ingin membuka mulut lehernya seolah-oleh dicekik kuat hingga membuat oksigen yang dihirupnya menipis.
"To..tolong!..arghhh..."
Entah apa sosok itu yang melakukannya,dia merasakan goresan kuku panjang sosok itu hingga membuat lehernya tergores dan berdarah.
Duk!
Tubuhnya lalu terlempar dan dihempaskan ditembok samping lemari pakaiannya dengan kuat.
Pemuda itu seketika pingsan dilantai karna merasakan badannya hampir remuk dan kehabisan nafas.
'Manusia bodoh......'
Suara terakhir yang didengarnya sebelum kegelapan merengutnya.
...
Pernah nonton The Doll 1,2 dan 3?
Setelah memproduksi berbagai film horor seperti “Rumah Kentang”, “308”, dan “Tarot”, HitMaker Studios kembali merilis film horor terbarunya berjudul “The Doll”.
“The Doll” diangkat dari cerita urban legend dari Bandung Jawa Barat mengenai boneka yang digantung di pohon yang ada di salah satu jalan terkenal di kota kembang tersebut, Jalan Siliwangi. Kabarnya boneka tersebut milik anak kecil korban kecelakaan di jalan tersebut.
Annabelle.
Banyak anggapan bahwa film ini meniru film horor Hollywood yang rilis pada 2014 lalu, “Annabelle” yang juga berkisah tentang boneka. Namun Rocky dengan tegas membantahnya.
__ADS_1
"Menurut saya normal kalau memang setiap negara memiliki urban legend sendiri mengenai boneka, tidak ada salahnya dibuat film. Bukan berarti film 'Chucky' keluar 15 tahun yang lalu, lalu 'Annabelle' keluar, mereka kan tidak bilang itu ngikutin 'Chucky'. Sepertinya itu hanya kultur Indonesia saja yang bilang film ini ngikutin itu. Setelah 'Annabelle' pun keluar film-film tentang boneka dengan konsep berbeda," tandas Rocky.
(Author sudah nonton semuanya tapi yang ketiga belum...🥺)