The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Jaguar dan Akira


__ADS_3

Ketika kamu berhadapan dengan musuhmu, taklukkan mereka dengan cinta.


Cinta dan keyakinan adalah dua hal yang sama....


Karna ketika kita memiliki keyakinan maka cinta akan tumbuh.


Keyakinan. Harus di dikuatkan dengan alasan. Ketika keyakinan jadi buta, dia akan mati.


Ada pepatah mengatakan saat keyakinanmu goyah dan cinta dalam hidupmu hilang.


Don't give up on humanity. Humanity is like an ocean. A few drops of dirty water are not capable of polluting the entire ocean.


Jangan putus asa terhadap kemanusiaan. Kemanusiaan bagaikan samudera. Beberapa tetes air kotor tidak mampu mengotori seluruh samudera.


...


Malam hari adalah waktu yang cocok untuk bersantai, terkadang sebagian orang menghabiskan waktu di dalam rumah atau keluar rumah untuk berjalan-jalan.


Seperti yang Akira lakukan, kini dia tengah berjalan-jalan di sekitar lokasi yang tak jauh dari gedung studionya sendiri setelah ia lembur.


Jalan-jalan di malah hari adalah hal yang paling di sukainya yaitu ketika kau bisa melihat pemandangan malam dan kedai perkotaan yang masih buka.


Inilah alasannya yang membuatnya selalu lembur pulang kerumah, Akira hanya ingin merasakan kebebasan malam untuk mencari inspirasi lagunya.


Ya setelah itu dia akan menelpon adiknya untuk menjemputnya karna adiknya itu juga suka pulang malam karna berkumpul dengan teman-temannya dan terkadang mereka mendapat wejangan dari sang bunda.


Sungguh lucu sekali kakak adik ini bukan?


Sampai langkahnya berhenti di depan sebuah kedai, dia mencium aroma daging panggang yang sangat wangi.


Akhirnya Akira memutuskan untuk mengisi perutnya yang sedari tadi keroncongan dengan membeli satu porsi daging sapi panggang.


Pemuda itu duduk di kursi dan meja kosong yang berada di luar kedai, udara malam ini cukup dingin untungnya dia memakai Hoodie.


Tak jauh dari tempatnya ada seseorang yang duduk di meja sana.


Orang itu berbadan besar dengan kumis tebal dan tato yang memenuhi lengan tangannya.


Akira bukan tipe orang yang suka berprasangka buruk, jadi dia hanya menghiraukan dan memainkan ponsel yang berada dalam genggamannya.


Tetapi ada yang menganjal perasaannya saat melihat penampilan orang itu, entah kenapa dia teringat dengan teman di masa lalunya yang berpenampilan preman.


Ya...


Mereka...


Akira tersentak saat merasakan ada seseorang yang menepuk pundaknya.


Rupanya itu seorang pelayan kedai yang menghampirinya.


"Maaf apa anda ingin memesan sesuatu?"

__ADS_1


Akira tersenyum kikuk.


"Ah aku pesan satu porsi besar daging sapi panggang."


"Baik."


Setelah pelayan itu pergi Akira menghela napas, dia melihat sekelilingnya yang seperti taman umum.


Akan tetapi beberapa orang memilih makan di tempat tertutup dan hanya beberapa bagian saja yang makan di tempat terbuka seperti Akira.



Ya mungkin karna udara malam yang sedikit lebih dingin dari biasanya hingga pandangan terhenti pada pria berbadan besar yang juga tengah memandang kearahnya.


Mata biru itu mengerjap polos begitu mendapat tatapan intimidasi dari pria berkumis itu.


Apa dia melakukan kesalahan?


"Hei nak, kau sendirian tanpa seseorang yang menemani makan malam-malam begini?"tanya pria itu.


Akira lalu mengaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Paman memanggilku?"


"Ya, dan jangan panggil aku paman karna aku tak setua itu."


"Em...aku harus memanggil apa?kakak?"


"Aku memang sedang ingin keluar sendiri kak hehe."jawab Akira.


"Umurmu berapa?"


"25 tahun."jawab Akira membuat Jaguar melotot tak percaya, tapi Akira menganggapnya salah paham karna demi apapun wajah pria itu garang dan bertambah menyeramkan sekarang.


"M-maafkan aku kak."


Jaguar mengeleng, dia lalu beranjak dari tempatnya mendatangi meja Akira dan duduk di depan pemuda itu karna masih ada kursi kosong.


"Kau terlihat sangat muda, bagaimana umurmu 25 tahun?"


"Huh?benarkah?tapi aku sudah lulus dan berkerja sekarang."


"Oh ya apa perkerjaanmu?"


"Komposer lagu."


"Itu menarik dan keren."


Akira tersenyum manis mendengar pujian itu tanpa sadar jaguar merasa aneh.


Kenapa dia bisa sedekat ini dengan orang lain?bahkan merasa nyaman.

__ADS_1


Padahal niat jaguar adalah mengelabuhi pemuda ini, membawanya ke bar hingga pemuda itu mabuk dan menculiknya seperti nasib remaja lainnya karna itu adalah perkerjaannya.


"Kalo kakak kerja apa?"


Pertanyaan Akira membuat pikiran Jaguar berhenti.


Pria itu menatap pemuda bermata biru itu.


"Kalau aku mengatakannya apa kau percaya?aku bekerja dia sebuah toko roti."ucap Jaguar berbohong.


Akira mengangguk dan mempercayai.


"Wah itu pekerjaannya yang keren, kapan-kapan aku akan mengunjungi toko roti kakak bekerja, boleh aku bertanya di mana kakak berkerja?"


Jaguar terdiam dia memandang Akira dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Sayangnya aku baru saja di pecat dan kini aku mencari sebuah pekerjaan lagi."ucap Jaguar.


Akira menampilkan raut sedih.


"Maafkan aku kak..."


"Tidak apa-apa lain kali atau suatu kebetulan aku akan menunjukkan pekerjaanmu padamu, setiap nasib manusia berbeda, ada yang hidupnya keras dan ada hidupnya tenang dan mewah tapi hal itu juga tak menjamin sebuah kebahagiaan.


Apa kau pernah merasakan apa itu bahagia di dunia ini?"


Pertanyaan jaguar membuat Akira tertegun.


Akira mengangguk lalu mengeleng membuat Jaguar binggung dengan jawabannya.


"Kakak aku pernah merasakan beberapa emosi yang di sebuah perasaan manusia dalam hidupku, yaitu aku pernah menangis dan tertawa, sedih dan senang, kecewa dan marah.


Hidup memang misterius sama halnya cinta, mengikuti alur tanpa bergerak sama saja mengabaikan waktu berharga, dan berdiam tanpa berusaha sama saja menjadi orang bodoh selamanya.


Jawabanku aku pernah merasakan bahagia bersama seseorang dan tidak bahagia bersama seseorang."ucap Akira tersenyum sangat manis.


...


When we are no longer able to change situations, we are challenged to change ourselves.


Our dilemma is that we hate change and love it at the same time; what we really want is for things to stay the same, but get better.


The bigger the change, the more people will reject it. So, make it seem so small and trivial that people don't even notice.


And that's how change happened. One move. One person. One moment at a time.


Ketika kita tidak lagi mampu mengubah situasi, kita ditantang untuk mengubah diri kita sendiri.


Dilema kita adalah bahwa kita membenci perubahan dan menyukainya pada saat yang sama; apa yang benar-benar kita inginkan adalah hal-hal tetap sama, tetapi menjadi lebih baik.


Makin besar perubahannya, makin banyak orang yang akan menolaknya. Jadi, buatlah itu tampak sangat kecil dan sepele sehingga orang bahkan tidak menyadarinya.

__ADS_1


Dan begitulah perubahan terjadi. Satu gerakan. Satu orang. Satu saat pada satu waktu.


__ADS_2