The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 68 Cat merah


__ADS_3

Malam hari adalah waktu kegelapan berkuasa.


Di sepanjang koridor kampus tampak ada sosok bayangan yang tengah keluar dari kegelapan sesaat.


Sosok itu seolah sedang mengawasi sesuatu objek.


Hingga bunyi langkah seseorang begitu menggema di tengah kesunyian membuat sosok itu kembali bersembunyi.


"Gelap sekali, tidak mungkin ada orang di ujung sana apa itu tadi hanya halusinasi ku?"ucap satpam kampus bernama Suryadi.


Dia baru saja berkerja di sini dan dia mengantikan shif malam temannya yang sedang sakit untuk memastikan bahwa tidak ada pelajar yang masih ada di sana atau hal terjadi di dalam kampus saat malam hari.


Tapi malam ini dia merasa aneh, saat dari kejauhan dia melihat bayangan manusia namun saat di dekati bayangannya itu dalam sekejap menghilang.


Ini bukan hal pertama kali dia menemui hal aneh saat dia berkerja mnejadi satpam rumah sakit pun banyak hal aneh termasuk katanya ada peneror malam yang sering melempar batu di malam hari.


Dan dia juga tau sedikit seluk beluk kampus ini tentang kasus bulu benang merah yang sudah terjadi.


"Oh ya ada pelajar yang mengatakan kalau dia belakang kampus ini ada sekolah angker, sepertinya aku ingin mencari tau."ucap Suryadi.


Pria paruh baya itu memang tipe yang sangat penasaran akan satu hal.


Untuk membuktikannya kebenarannya maka ia harus melihat dengan mata kepalanya sendiri.


...


Sampai satpam itu tiba di belakang sekolah dia di sambut hawa dingin yang melintas di pepohonan, bunyi ranting bergerak, dan langkah kakinya. Tapi itu tak membuatnya takut malahan dia sedikit binggung karna di sekitar tak ada bunyi hewan seperti jangkrik hingga membuat suasana makin senyap dan hening.


"Dari depan saja sudah menyeramkan seperti ini, wajar saja ini cocok untuk uji nyali pada pelajar yang iseng ingin memacu adrenalin mereka."


Ya Suryadi pernah memergoki salah satu pelajar yang masuk ke sekolah ini untuk menerima dare dari teman-temannya hingga pelajar itu menangis karna tak kuat akhirnya mereka terpaksa membatalkan dare itu dan si pelajar yang penakut itu tak menerima hukuman.


Sayangnya Suryadi tidak melihat Akira dan dua temannya pernah masuk ke tempat itu.


"Apa aku masuk saja untuk memastikan?"


...


Keesokan paginya.


"AKIRA!"


Akira yang tengah menikmati sarapan tenangnya langsung tersedak karna teriakan Haru membuat Jio menatap tajam pelaku kegaduhan itu.

__ADS_1


'Matilah aku.'batin Haru merinding disko melihat tatapan Jio kearahnya.


Sementara Asa yang berada di belakangnya mengelengkan kepalanya saja tak mau ikut campur, dan melihat cara Akira yang sedang makan itu terlihat imut baginya.


"Uhuk!ehem, is Haru ngagetin Akira tau."ucap Akira sambil meminum susunya.


Walau anak itu berumur 20 tahun tapi dia masih minum susu agar tubuhnya tinggi walaupun masih sebatas leher Haru.


"Hehe maafin aku."ucap Haru.


"Wah rame sekali pagi ini, kalian bertiga mau berangkat ke kampus bareng?"tanya ibu Akira.


"Iya Bun."jawab Asa.


"Bagus, kalian tunggu sebentar Akira masih makan soalnya habisnya dia di bangunin kebo banget."


"Bunda!"


"Iya iya sayang kamu bukan anak kebo tapi anak bunda."ucap ibu Akira terkekeh sambil mencubit pipi chubby putranya itu.


"Au ah gelap!"ucap Akira memajukan bibirnya beberapa senti.


"Akira kenapa pagi-pagi udah pasang muka bebek kayak gitu?kamu mau jadi anaknya bebek?"tanya sang ayah yang baru saja siap dengan jas kantornya.


"Bunda pasangin dasinya ya hehe."


"Iya ayah."ucap bundanya mendekati ayahnya dan terlihat adegan serasi di depan mereka tanpa memperdulikan sekitar berasa dunia milik berdua.


Jio sih udah biasa dengan kelakuan orang tuanya jadi anak itu hanya melanjutkan makan sementara Akira memutar bola matanya malas karna jengah dengan sikap si ayah yang suka cari perhatian bundanya.


"Akira selesai."


"Nak kau lupa memakan brokolinya."ucap ayahnya, bersamaan itu Akira langsung ngacir alias kabur dan sang ayah hanya menghela napas kasar tak dari dulu sampai sekarang di tak akan pernah bisa menangkap putranya yang gesit itu.


...


"Haru."


"Hm?"


"Kudengar ada satpam baru."ucap Akira.


"Ya aku juga mendengarnya, namanya pak Suryadi tapi aku belum pernah melihat orangnya secara langsung."jawab Haru.

__ADS_1


Mulut Akira membentuk o bulat saja, tapi saat mereka ingin melewati lapangan tiba-tiba ada suara keributan.


"Ada pembunuhan!"


Teriak seseorang membuat Akira dan kedua temannya langsung ke kerumunan itu.


Dan benar saja di tengah-tengah lapangan terlihat pria paruh baya yang masih lengkap memakai seragam satpam di temukan tergeletak tanpa kepala,di tambah tak jauh dari jasad itu,di atas rumput tertulis kalimat mati dengan cat merah atau itu...


Cat yang berasal darah manusia.


"Akira jangan melihatnya!"ucap Haru langsung mendorong Akira keluar dari sana.


Asa yang masih tampak linglung karna masih terkejut berdiri disana.


Sedangkan Akira dan Haru kini berada di belakang kerumunan itu.


"Kau tidak merasa sesak kan?"


"Huh?"


"Aku takut jika kau shock atau terkejut kau akan sesak jadi jangan melihatnya lama-lama. Kau benar soal pembunuh berantai itu, teror telah ada dan misteri belum terpecahkan.


Dia sudah mulai bergerak dan masuk ke dalam lingkungan kampus kita."ucap Haru mengusap wajahnya kasar.


Dia tak pernah menduga ada kejadian sekeji ini.


Bagaimana hati manusia bisa berbuat sekejam itu, apalagi dia membunuh orang yang tak tau apa-apa bahkan tak bersalah.


Jika dia membunuh karna dendam mungkin Haru akan mencari tau latar belakangnya tapi jika dia membunuh hanya untuk kesenangan saja maka dia tidak pantas di sebut manusia tapi iblis.


Rupanya hari manusia itu bisa cepat berubah, sering kali kita mendengar hati seorang psikopat terbuat dari apa karna mereka tak memiliki empati akan tetapi semua hati manusia tetaplah sama dan berasal dari pikiran seseorang.


Maka yang sepatutnya di salahkan adalah jalan pemikiran orang itu.


...


"We have this strange illusion that only time cancels out sins. But time alone means nothing to either the fact or the guilt of a sin."


"Kita memiliki ilusi aneh bahwa hanya waktu yang membatalkan dosa. Tetapi, waktu belaka tidak berarti apa-apa baik terhadap fakta maupun kesalahan suatu dosa."


Terkadang seseorang yang suci memiliki masa lalu dan seorang pendosa memilik masa depan.


Karna mereka yang menjadi baik belajar dari pengalaman masa lalu dan mereka yang berbuat buruk melarikan diri dari masa lalu dan tanpa mereka sadari perbuatan mereka telah menghancurkan pa yang tersisa di masa depan.

__ADS_1


__ADS_2