The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 88 Pelelangan manusia


__ADS_3

The law cannot save those who deny it but neither can it serve anyone who does not use it. The history of injustice and inequality is a history of non-use of law.


However, there is a saying for criminals in hiding.


You can hide from the mistakes you made, but not from your regrets. You can play with your drama, but not with your karma.


Hukum tidak bisa menyelamatkan mereka yang menyangkalnya tetapi hukum juga tidak bisa melayani siapa pun yang tidak menggunakannya. Sejarah ketidakadilan dan ketidaksetaraan adalah sejarah tidak digunakannya hukum.


Akan tetapi ada sebuah pepatah untuk penjahat yang tengah bersembunyi.


Dirimu bisa bersembunyi dari kesalahan yang kamu perbuat, namun tidak dari penyesalanmu. Kamu bisa saja bermain dengan dramamu, tapi tidak dengan karmamu.


...


"Lama sekali."sarkas Jio saat melihat kakaknya itu baru saja menghampirinya.


Ketika dewasa Akira juga semakin tinggi tapi hal itu masih tak bisa mengalahkan postur tinggi Jio yang kini anak itu sudah kuliah dan mengambil jurusan bisnis.


Akira tak pernah tau atau bertanya apa hobi Jio bahkan saat di tanya cita-cita anak itu Jio dengan enteng hanya menjawab.


"Aku tidak tau."


Jawabnya selalu seperti itu.


Dan sampai sekarang Jio juga belum memiliki kekasih, gemas sekali Akira dengan adikknya itu entah seberapa minim ekspresi dingin adiknya itu hingga gadis saja susah mendekatinya.


"Hehe maaf, Jio kan masuk siang jadi gak terlambat kan."


"Tapi kau yang terlambat katanya hari ini kau akan menyerahkan naskah lagu barumu pada seseorang.


Memang siapa dia?"


"Dia artis baru namanya bang yedam, melihat talenta dan suara lembutnya membuatku ingin membuat lagi spesial untuknya."ucap Akira.


(Teume jangan demo author ya.🗿)


"Oh, artis yang baru saja naik daun itu kau memang memiliki bakat serius di bidangmu kak maka tak heran artis terkenal lain memintamu membantu debut mereka."


"Akira gitu loh."decak Akira bangga.


"Yasudah tunggu apa lagi, cepat naik!"


"Ih kalau gini mending aku beli motor seperti Jio dan berangkat sendiri karna mobilku di servis."


"Jangan coba-coba."peringat Jio.

__ADS_1


"Tapi Jio umurku sudah..."


"Aku tau tapi kalau aku sampai melihatmu baik motor lihat saja nanti di rumah."ancam Jio membuat nyali Akira ciut.


Sekali lagi kakak selalu mengalah pada adik.


Walau mereka telah melewati masa lalu bersama tak ada sama sekali perubahan dari hubungan kakak adik itu, Jio masih sama dengan sifat introvert ya dan Akira dengan sifat ekstrovertnya.


Mereka berdua sungguh manis sekali bukan?


Jio dan Akira selalu mengunakan kata bijak untuk mempererat persaudaraan.


Seperti ini...


Ingatkah masa kecil dulu? Ketika kita sering bertengkar, lalu bermain bersama lagi.


Jadi jangan kau buang masa indah kita bersama, karena tak ada hal yang mampu membeli ataupun menggantikan masa itu.


Kakak beradik memang begitu jail dan menyebalkan. Namun, itulah cara mereka untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya.


The value of the love and affection between those who share the same blood and the strong connection between siblings exceeds the value of the world's most expensive item.


Nilai dari cinta dan kasih sayang di antara mereka yang berbagi darah yang sama dan hubungan yang kuat di antara saudara kandung melebihi nilai dari barang yang paling mahal di dunia.


...


Kita bisa melihat beberapa anak remaja wanita atau seorang pemuda tengah pingsan dengan posisi berjejer dan di baringkan di atas lantai.


Rupanya tempat itu merupakan tempat tersembunyi yang jarang di huni oleh manusia, mereka menculik para remaja yang habis di bius untuk di jual di pelelangan manusia.


Tujuannya hanya satu yaitu uang, karna di dunia ini dengan uang kekuasaan bisa di dapatkan.


Sayangnya para korban target mereka adalah orang yang mudah di kelabuhi hingga mereka masuk dalam jebakan.


Oleh karna itu mereka selalu memilih beberapa remaja yang kebetulan mabuk dan tanpa sadar minumannya telah di beri obat bius oleh seseorang dalam bar itu.


"Bos."


"Apa?"


"Kami membawa satu pemuda yang baru bergabung dengan orang lain."ucap anak buahnya.


Pria baruh paya berkumis tebal berbadan besar dengan tato di memenuhi sekitar lengannya yang kekar itu menunjuk salah satu anak buahnya yang berambut botak.


Hanya satu anak buahnya yang berambut botak yang lain berambut brondong.

__ADS_1


"Mana dia?"


Tiba-tiba...


"Lepaskan aku tuan kumohon hiks..."


Seorang pemuda berlari kearah bos mereka dan bersujud.


Pemuda itu adalah Arsa, dia baru saja menghilang kemaren malam.


"Kau takut anak muda?tenang saja kau akan mendapat tempat lebih baik atau buruk saat kau mencoba kabur dari kami hahaha...."tawa Jaguar mnegema di ruangan kosong itu yang mirip seperti gudang.


"K-kalian akan membawaku kemana?"tanya Arsa takut.


Jaguar berdecih lalu menyalakan pemantik rokoknya tanpa menghiraukan raut menyedihkan remaja di bawahnya.


Jaguar duduk di kursi kayu itu.


"Aku memberimu pilihan, ke tempat di mana kau menjadi pelayan selamanya atau kau ingin semua organ tubuhmu di jual secara terpisah."ucap Jaguar membuat Arsa merinding mendengarnya.


"Asal kau tau bocah kau akan di jual kepelelangan manusia, kami tidak akan ikut campur nasib buruk atau baikmu ketika orang kaya itu membelimu atau tidak, dan parahnya jika kau tak lalu mungkin organmu masih bagus jadi itu masih berguna bagi kami."ucap salah satu anak buah Jaguar.


Arsa takut sekaligus panik, dia tau diri ya tak bisa kabur bahkan melawan berbadan orang-orang besar yang mengelilinginya saat ini, dia bukan tipe pemuda yang jadi sok pahlawan atau mengemis ampun.


Yang dia pikirkan sekarang adalah...


Apakah dia menerima nasibnya sekarang?


Ya hanya pasrah tanpa mengharapkan pertolongan yang mungkin tak pernah datang adalah pemikiran terbodoh tapi...


Apa kau selalu tau apa yang terjadi padamu kedepan meski kau sudah merencanakannya dengan matang tapi terkadang Tuhan itu tak pernah adil padamu.


Arsa sudah muak untuk kehilangan orang tuanya, dan mungkin perjalanan hidupnya akan berhenti sampai disini pikirnya.


Sayangnya Arsa adalah pemuda naif yang manja.


Dia melupakan sang kakek yang merawatnya dengan kasih sayang yang tulus dan masih menerima dirinya.


...


We speak of destiny as if it were something that visited us; we forget that we create our destiny every day.


Kita berbicara tentang takdir seolah-olah itu adalah sesuatu yang dikunjungi pada kita; kita lupa bahwa kita menciptakan takdir kita setiap hari.


Ya nyatanya kau belum mendengar pepatah itu?

__ADS_1


__ADS_2