The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Kejadian malam hari


__ADS_3

"Kalian berdua menginaplah di sini, perjalanannya memang cukup melelahkan aku juga tau dari bibi bahwa meskipun seseorang telah membeli Vila ini tapi dia sama sekali tak mengunakannya walau ia memang mempunyai surat kepemilikan tanah asli, tapi itu belum sah karna aku belum memutuskan untuk menandatangi nya."ujar Asa menjelaskan.


"Jadi pak tua itu masih di tempat persembunyiannya?tidak di sini."ucap Haru.


"Kau sepertinya bersemangat sekali untuk bertemu dengannya Haru."celutuk Akira.


Haru mengangkat bahunya acuh sambil menatap Akira.


Tidakkah temannya itu tau bahwa kasus kepemilikan tanah dan Vila itu aneh, wajar jika ia tertarik untuk mengetahui lebih dalam atau mengali informasi.


"Kau tau Akira, seseorang bisa sangat bodoh hanya demi mencapai cepat ambisinya, tapi bukan aku yang terburu-buru namun pak tua itu karna dia membuat rencana yang sangat kacau untuk menjebak kita, baiklah kita sekarang kita akan menikmati alurnya dan santai."


"Haru benar, maka dari itu selama ada celah kita terus bergerak, tidak ada yang bisa menghentikan kita bertiga."


...


Malam merupakan waktu yang tenang, manusia biasanya mengunakan hari malam itu untuk beristirahat atau melakukan sesuatu yang membuatnya nyaman.


Taukah kamu tentang ilmu psikologi?bahwa tidak semua manusia itu akan tidur di malam justru mereka mengunakan waktu yang panjang itu dengan memandang pemandangan langit atau bersantai menghabiskan waktu dengan melakukan apa yang ia sukai.


Maka tak jarang banyak seseorang mengunakan waktu bersantainya di malam hari ibarat kau lelah setelah menguras otak mengerjakan ujian kau akan pergi ke halaman sekolah atau perpustakaan untuk mencari tempat menyendiri tanpa keramaian.


Bahkan orang ekstrovert juga menyukai tempat sendiri.


Semua orang membutuhkan namanya kesendirian, bukan ia sedih atau di hibur ketika berduka tapi merenungkan sesuatu apa yang ia alami atau mengambil sebuah makna kehidupan tanpa mengeluh adalah langkah yang benar.


Bisa jadi waktu merenung ia juga bisa menyusun rencana masa depan.


Maka dari itu saat mendekati seseorang kita juga harus melihat keadaan dan situasi karna kalau kamu ceroboh hal itu bisa membuat orang lain tak nyaman atau risih karna waktunya terganggu.


...

__ADS_1


"Akira!"


Pemuda bertubuh atletis itu melemparkan handuk pada temannya yang sedang berbaring di sofa hingga membuat pemuda bersurai hitam itu mendengus kesal.


"Bisakah kau lebih sopan!"


"Oh?apa kau lebih tua dariku?perasaan umur kita sama."goda Haru dengan mengedipkan sebelah matanya sedangkan Akira hanya memutar bola matanya malas dan mulai beranjak berdiri pergi ke kamar mandi.


"Jangan kelamaan mandi atau bermain air bocah!"


"AKU BUKAN BOCAH!"Teriak Akira dalam kamar mandi yang sudah ia tutup.


Sementara pemuda pirang itu terkekeh, dia memang suka sekali menggoda Akira katakan itu hobinya karna entah kenapa pemuda itu senang menjahili teman masa kecil yang menjadi partner crime-nya itu dulu.


Haru mengingat dengan jelas bagaimana kenangan masa kecil mereka berdua masih terekam jelas di dalam otaknya yang tersimpan sebagai memo yang kapanpun bisa di putar seperti kaset.


Akira itu lucu dan mengemaskan ketika marah, bahkan saat dewasa pun pemuda bernama biru safir itu sama sekali tak pernah berubah, sifat dan perilaku nya masih sama walau kebiasaan bayinya sedikit hilang  karna ia bisa menjadi dewasa dalam bersikap di waktu yang tepat.


Alasan mengapa ibunya tak ingin memberi nya adik adalah saat kedatangan Hana yang menjadi pelengkap keluarga kecil mereka.


Ya sebenarnya Hari sudah merasa cukup dengan adik perempuannya tapi seseorang yang ia anggap teman justru membuat hidupnya menjalani hal luar biasa yang tak pernah ia sangka.


Tok.tok.tok.


Di tengah lamunan itu, Haru sedikit tersentak karna ada yang mengetuk pintu kamarnya.


Ya kedua pemuda itu kamar yang sama walau Vila Asa memiliki banyak kamar tamu atau utama yang tak terpakai tapi Akira tak ingin tidur sendirian di tempat luas ini terlebih mereka sampai di sana cukup malam.


Tidak ada pembantu atau pekerja sama sekali membuat suasana sunyi dan hening ketika mereka pertama kali masuk ke dalam Vila ini.


Clek!

__ADS_1


Haru menatap kearah Asa, rambut gadis itu basah. Wajah natural tanpa polesan riasan apapun membuatnya semakin cantik, ya Asa itu tipe gadis yang hanya berdandan saja saat keluar rumah walau ia pernah tak mengunakan riasan sama sekali tetapi wajahnya tetap sangat cantik, pantas saja Akira langsung menerimanya dan jika sampai pemuda bermata biru safir itu menolak entah apa yang di pikirkan gadis yang sedang jatuh cinta lebih tergila-gila pada sosok yang ia kagumi dari kecil itu Haru jadi tak bisa membayangkannya.


"Kenapa?"tanya Haru mengerutkan keningnya saat melihat tatapan tajam gadis itu, ya wajah gadis cantik memang selalu datar dan memiliki mata rubah yang tajam hingga membuat orang lain salah paham bahkan takut.


Bayangkan saja Haru yang sudah berteman dengannya sejak kecil pernah bergidik ngeri saat melihat seringai tipis di bibir gadis itu ketika Asa menemukan sesuatu yang menarik yang harus ia dapatkan bagaimanapun caranya.


Asa itu tetap misterius walau terkadang sikapnya bisa perhatian seperti gadis biasa.


"Waktunya makan malam, dimana Akira?"


"Ah dia sedang mandi."


"Setelah itu kalian berdua turun kebawah aku sudah menyiapkan steak daging."


"Oh okey."


Setelah Asa pergi Haru menyenderkan badannya ke tembok sambil mengelus dadanya.


"Entah kenapa aku selalu takut dan nyaman bersamaan di dekatnya karna dia temanku, tapi kami berdua sering berbicara canggung saat tidak ada Akira. Ini aneh...Asa seperti menyembunyikan sesuatu dari kami?"guma Haru.


...


Di sisi lain tanpa dua pemuda dan satu wanita itu sadari bahwa mereka semenjak tadi terus di pantau oleh seseorang tak di kenal.


Rupanya seseorang itu telah menyabotase seluruh cctv di Vila yang surat kepemilikan tanah dan bangunan itu berada di tangannya.


Entah sebesar apa kekuasaan orang itu hingga bisa memiliki surat kepemilikan yang seharusnya menjadi milik Asa tetap.


Sebenarnya sudah lama ia menginginkan harta itu, bukan demi warisan tapi merebut apa yang sebelumnya pernah hilang dalam hidupnya.


"Malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi kalian, nikmati selagi kalian masih bisa melihat dan bernafas dan besok aku akan menyelesaikan tugasku dengan cepat."ucapnya, di balik jendela besar di sebuah bangunan terlihat pria tua yang sebagian rambutnya sudah memutih namun tubuhnya tetap tegap dan bahunya yang lebar seperti seorang pria dewasa yang kuat itu tengah menikmati cerutu di tangan kirinya.

__ADS_1


__ADS_2