The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Sebuah peringatan


__ADS_3

Hari itu mereka juga pergi ke kantor polisi untuk menemui Vicky yang kini berada dalam sel tahanan karna dia belum mau membuka mulutnya.


Vicky terlihat lebih kurus dari terakhir mereka temui karna narapidana itu mogok makan dan hampir ingin bunuh diri ketimbang memberitahu siapa dalang yang memimpin organisasi tentang kasus penculikan remaja itu, sementara para detektif menduga bahwa motif sebenarnya mereka melakukan itu adalah untuk pelelangan manusia dan uang.


Ketika Vicky di keluarkan dalam sel wajahnya yang sebelumnya murung tergantikan sumringah melihat kedatangan Akira dan kedua temannya.


Narapidana itu lalu di pegang oleh dua polisi dengan borgol yang masih melekat pada pergelangan tangannya mendekati meja yang duduki seorang kakek tua.



Sementara Akira dan dua temannya berada dalam ruangan kaca itu tak masuk hingga membuat Vicky yang heran tapi tetap menunjukkan senyumannya.


"Apa dia sudah gila?"bisik Haru pada temannya.


"Entahlah mungkin tak makan selama  dua malam membuatnya jadi gila."ucap Akira.


"Aku ingin membunuhnya."tiba-tiba kata itu keluar dari mulut Asa membuat Haru dan Akira sedikit terkejut.


"Asa...."


"Aku hanya bercanda."ucap gadis itu terkekeh saat menyadari raut ketakutan dua temannya tapi tatapannya masih dingin seperti predator yang ingin memangsa korbannya hidup-hidup.


"Kau mengerikan jika bicara seperti itu ya kan Akira?seolah bukan dia yang bicara itu."ucap Haru membuat Akira diam.


Itu alter ego Asa yang bicara seandainya kau tau Haru.Batin Akira.


Ya sayangnya dia hanya bisa mengatakannya dalam hati.


Di sisi lain Vicky dan kakek itu duduk berhadapan.


Dengan nada datar Vicky akhirnya bicara setelah dua polisi meninggalkannya bersama kakek itu sementara Akira dan dua temannya hanya memperhatikan mereka di kaca jendela yang transparan itu.


"Apa kau kakek anak itu?"tanya Vicky.

__ADS_1


"Bukan tapi aku adalah Billy kakek dari remaja yang hilang bernama Arsa."


"Arsa oh anak itu....hahaha kau beruntung aku masih mengingat namanya karna dia belum di jual, akan tetapi jika dia tak laku mungkin organ dalam tubuhnya lebih berguna di banding dirinya yang terus merengek dan menangis."ucap Vicky membuat kakek itu marah.


"Apa kau manusia yang tak punya hati nurani?seorang anak atau cucu adalah anugrah berharga dari tuhan dan kau dengan tega memperlakukan mereka dengan semena-mena.


Karma itu selalu ada bagi orang sepertimu, aku datang kesini karna permintaan Akira jika tidak mungkin aku akan melampiaskan emosiku padamu. Tapi satu hal perkataan anak itu yang membuatku menjadi orang yang sangat sabar yaitu...ketika manusia melakukan keburukan dan di balas hal sama apa tindakan kita sama halnya seperti mereka dan kita juga sama-sama tak mempunyai hati nurani."


Perkataan kakek itu entah kenapa membuat Vicky tersentak, tapi dia menyingkirkan pikiran yang menganggunya dengan terkekeh sinis.


"Memang orang tua sepertinya tau apa?hanya mengatakan petuah atau nasehat itu apa bisa merubah sisi jahat manusia dalam sekejap?ayolah...aku orang yang tak mudah di bodohi walaupun aku tertangkap oleh polisi aku akan tetap membungkam mulutku sampai mati."ucap Vicky.


Sementara kakek itu memandangnya dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kau bilang kau orang yang tak mudah di bodohi bukan?tapi ternyata kau sangat bodoh saat menaruh kesetiaan penuh pada orang yang salah.


Baiklah aku tak meminta bantuanmu, tapi suatu hari jika kau meminta bantuan ku aku juga berlaku sama karna aku ingin merasakan apa itu manusia yang tidak punya hati nurani sepertimu.


Sepertinya menjadi jahat tak buruk tapi pembalasan dendam akan lebih menyakitkan saat kau merasakan sendiri karna akibat perbuatan mu."


"Ya aku siap menerima karma sepertimu jika suatu saat itu benar-benar terjadi, karna ini bukan ancaman tapi rasa kebencian ku untuk balas dendam terhadapmu yang telah menculik cucuku."ucap kakek itu dengan raut yang ketara marah hingga membuat Vicky sedikit tak nyaman saat bersama kakek itu.


"Kita hanya berbicara tapi ucapanmu mengangguku, bisa kita membicarakan pembicaraan santai sebelum aku mati?"ucap Vicky mencoba memancing Billy akan tetapi kakek itu tersenyum.


"Tidak ada pembicaraan santai kau bersama musuh malah kau harus terus waspada dekat dengannya, karna dia tak lebih bayangan yang bersembunyi dan muncul ketika cahaya telah menghilang, lalu muncul lagi ketika mendengar tangisan orang itu, dan dia akan menang dengan caranya sendiri.


Aku juga bukan orang yang mudah di bodohi sama seperti ucapanmu saat itu, oleh karna itu aku sedikit mengertak pembicaraan di awal apa kau belum sadar bahwa ini sebuah peringatan Kematian mu sendiri?"


...


"Akira...."


"Ya?"

__ADS_1


"Apa kita tak masuk kedalam saja untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan, jujur saja aku sangat penasaran."ucap Haru.


Ruangan itu memang terlihat dari luar akan tetapi kedap suara.


"Haru apa kau percaya bahwa ucapan orang tua selalu benar?"


"Itu...terkadang jika mereka baik."


"Lalu bagaimana ketika mereka menjadi jahat hanya karna balas dendam untuk melakukan hal sama pada seseorang yang telah menghancurkan kebahagian kecil mereka?"


"Bahagia yang sederhana bukan definisi bagus karna orang-orang memiliki masalah pribadinya Akira.


Apa maksudmu bahwa kakek itu benar-benar melakukan balas dendam ya?"tanya Haru.


"Aku tidak tau tapi aku telah menebaknya."jawab Akira.


"Intinya kita tak boleh gegabah jika ingin mencampuri masalah orang lain, akan lebih baik kakek itu melakukan apa yang di katakan ya pada Vicky.


Karna manusia juga makhluk yang membutuhkan kepuasaan selama ia tak pernah tenang memikirkan kejahatan atau kebaikan orang itu."ucap Asa.


"Dan balas dendam adalah hal buruk tapi bisa menjadi sebuah solusi saat kau tak bisa menutup matamu saat tidur atau kau mengalami insomnia, penderitaan batin atau mental memang lebih sakit dari pada fisik yang bisa di lukai oleh benda tajam atau pukulan kuat karna itu bisa membekas selama hidupmu."ucap Akira.


...


Do not love someone too much, one day we will hate it. Don't hate someone too much, someday we will love him.


The bad guy without our revenge would have been shipwrecked waiting for him.


No need to reply. Let God repay it, or other people do it. Not us.


Jangan terlalu menyayangi seseorang, kelak kita akan membencinya. Jangan pula terlalu membenci seseorang, kelak kita akan menyayanginya.


Orang jahat itu tanpa kita balas dendam juga pasti sudah ada karam yang menunggunya.

__ADS_1


Tak perlu membalas. Biarkan Tuhan yang membalasnya, atau orang laun yang melakukannya. Bukan kita.


__ADS_2