
Pemuda bermata biru safir terlihat sayu dan lelah memasuki rumahnya.
Melihat tidak ada siapapun dirumah dia langsung merebahkan dirinya diatas sofa setelah melepas sepatunya.
Dia memejamkan matanya,dan teringat akan wajah mengemaskan sikembar V yang tadi ia temui dikampus.
"Kenapa baru pulang?"
Tiba-tiba suara familiar membuatnya membuka kedua matanya.
Dia melihat sang adik mengambil ransel yang tadi diletakan kesembarang arah.
"Jio...dimana bunda?"ucap Akira tak menjawab pertanyaan Jio membuat adiknya itu mendengus.
"Bunda pergi ke minimarket untuk membeli sayur karna bahan-bahan di kulkas habis."ucap Jio,anak itu memakai jaket kulit berwarna hitam dan celana jens hitam.
Dan bisa Akira lihat adiknya itu memakai jam tangan baru setelah mengganti jam lamanya yang rusak.
"Jio mau kemana?kok rapi banget?"tanya Akira penasaran.
"Kenapa?kau mau ikut?"ucap Jio balik tanya.
Akira mengangguk antusias.
Jarang-jarang adiknya ini mengajaknya setelah akhir-akhir ini bersikap aneh.
"Yasudah siap-siap sana!ganti baju yang hangat!"titah Jio.
Akira lalu merentangkan kedua tangannya persis yang dilakukan Vano tadi.
"Aku capek hehe..."
Sedangkan Jio menghela napas panjang.
...
Setelah selesai menunggu sang kakak berganti pakaian.
Kedua kakak adik itu langsung keluar rumah.
Akira memakai Hoodie putih dan celana jens coklat susu.
Sedangkan Jio dia terlihat sangat tampan dengan style pakaiannya yang mirip seperti anak mafia.
Akira binggung kenapa adiknya itu suka warna gelap dibanding dirinya yang suka dengan warna cerah.
"Kita pake mobil kakak."ucap Jio.
"Lho gak pake motor Jio?"tanya Akira.
"Soalnya pas malam kita pulang,angin dingin gak cocok buat bayi nanti."
"Jio!kakak bukan bayi!"
"Terserah."ucap Jio setelah berhasil merusak tatanan rambut Akira membuat kakaknya itu memajukan bibirnya.
"Ish tangan Jio nakal!"teriak Akira membuat Jio tersenyum tipis.
Tak mau berlama-lama lagi Jio menarik kakaknya itu masuk kedalam mobil lalu dia duduk didepan setir untuk mengemudi dan Akira duduk disampingnya.
__ADS_1
"Kau yakin mau ikut?"ucap Jio terlihat ragu,dia lalu menyalakan mesin mobil.
Akira mengeryit heran,kenapa sih adiknya ini?
"Pokoknya mau ikut Jio!kakak ngambek kalo gak jadi nih!"ucap Akira kesal.
Kan dia udah rapi sama ganteng masa disuruh balik kerumah lagi sendirian.
Jio mengelengkan kepalanya dan melirik kearah jam tangannya.
"**** udah hampir terlambat!Akira,pasang sabuk pengamanmu!"
Adiknya ini tau sopan santun gak sih sama yang lebih tua?
Tadi manggil kakak sekarang manggil nama dia sambil ngumpat,kalo ada ayahnya mungkin Akira udah ngaduin Jio ke ayah,pengen nampol Jio tapi takut ditampol balik.
Gimana dong?
"Akira!"ucap Jio geram karna kakaknya itu malah melamun.
Dia sangat tak suka saat seseorang mengabaikan ucapannya terlebih itu kakaknya sendiri.
"O-oke."
...
Pemandangan sore hari membuat mata Akira tak berhenti memandang kearah jendela,ditambah merasakan angin sepoi-sepoi melalui celah jendela mobil yang terbuka disepanjang jalan membuat matanya semakin berat dan mengantuk.
Jio yang melihatnya hanya diam.
Dia tak mau menganggu kakaknya yang tampak ingin tidur.
**** mengemaskan!batin Jio.
Ah dia jadi tak rela wajah kakaknya dilihat oleh teman-temannya.
Sebenarnya dia mengajak kakaknya itu pergi ke markas karna sesuatu yang ia sesali sekarang.
'Jika saja aku tak kalah taruhan dari mereka tak mungkin aku mau membawamu ketempat bebas itu,maafkan aku kak.'
...
Disetiap kalangan pemuda pasti ada suatu perkumpulan yang biasa kita sebut geng,begitu halnya dengan Jio.
Tanpa diketahui oleh Akira,adiknya itu telah menjadi ketua geng yang paling di sukai oleh para remaja.
Mereka juga mempunyai markas di sebuah bar,dimana bar itu merupakan tempat haram akan tetapi Jio dan teman-temannya tak pernah mencicipi namanya alkohol atau ****.
Walaupun umur mereka cukup legal tapi Jio tak pernah mau meminum benda haram itu karna dia teringat akan peraturan keluarganya dan tak mau membuat kecewa kakaknya.
Dia hanya mengikuti geng itu agar dia bertambah kuat untuk melindungi sang kakak, dan beruntung teman-temannya juga bertujuan sama,asal kalian tau kalau bos mereka sendiri juga membuat peraturan ketat agar anggota mereka atau anggota baru yang masuk tak melewati batas wajar atau merugikan orang lain.
Intinya mereka membuat perkumpulan dan tujuan baik.
Sampai di sebuah bar,Jio langsung memarkirkan mobilnya dan membangunkan sang kakak.
"Kakak..."
"Eughh...jangan ganggu!"
__ADS_1
"Bangun,kita sudah sampai!"
Akira membuka kedua matanya saat melihat sang adik menepuk-nepuk pipinya.
"Masih mengantuk?"tanya Jio.
Akira mengangguk.
Jio menghela napas,dia sudah menduganya.
"Baik kugendong oke."
Kakaknya itu mengangguk lagi.
...
Akira tercengang saat dirinya dan Jio masuk kedalam tempat itu.
Bagaimana tidak jika bar yang merasa masuki sangat luas dan dipenuhi dekorasi mewah.
Bahkan Akira terus berdecak kagum saat melihat orang-orang konglomerat dengan pakaian yang bagus dan glamor tengah asik berdansa disana.
Sementara Jio hanya mengelengkan kepala saat melihat wajah sang kakak.
Kenapa kakaknya ini lucu hm?
"Jio kita mau kemana?"tanya Akira karna Jio menaiki tangga dengan masih mengendongnya ala koala.
"Ke atas,disana ada teman-temanku."ucap Jio singkat.
Akira hanya beroh ria karna akhirnya dia mengerti tujuan mereka berdua kesini untuk menemui teman-teman Jio.
Asal adiknya itu tak berlaku macam-macam tentu dia tak marah, karna dia sendiri baru pertama kali ketempat ini dan awalnya terkejut saat Jio membawanya kesini.
Tanpa disadari Akira,Jio menyeringai karna dengan mereka keatas kakaknya itu tak bisa melihat orang-orang yang sedang asik bercumbu atau mabuk dibawah.
...
"Wah tempat apa ini?"ucap Akira lagi-lagi terpesona dengan pemandangan diatas karna ternyata diatas ada balkon dengan lampu gantung yang indah dan sebuah ruangan lain yang tertutup,tapi Jio langsung menutup mata kakaknya dan melirik tajam dipojok sana ada orang yang tengah bercumbu buru-buru dia berjalan kearah sebuah pintu ruangan tertutup tsb.
Clek!
Setelah membuka password Jio langsung menutup pintu itu kembali.
"Eh Jio apa kita sudah sampai?"tanya Akira karna merasa Jio menurunkan tubuhnya.
Jio mengangguk dia menyingkir tangan yang menutupi mata kakaknya.
Akira mengedipkan matanya,dia menatap binggung ruangan itu dan orang-orang yang tengah berkumpul melingkari meja bundar disana.
Akan tetapi dia kembali dibuat kagum karna jendela besar didalam ruangan itu yang menampilkan pemandangan kota yang sangat indah.
"Oi Jio kau membawa siapa?"tanya salah satu dari mereka.
"Adikku."
__ADS_1
"Apa!!"