
Once upon a time, a few mistakes ago
I was in your sights, you got me all alone
You found me
You found me
You found me
I guess you didn't care, and I guess I liked that
And when I fell hard, you took a step back
Without me
Without me
Without me
And he's long gone, when he's next to me
And I realize the blame is on me
Chorus
'Cause I knew you were trouble when you walked in
So shame on me now
Flew me to places I'd never been
'Till you put me down
Oh, I knew you were trouble when you walked in
So shame on me now
Flew me to places I'd never been
Now I'm lying on the cold hard ground
Oh, Oh
Trouble, Trouble, Trouble
Beberapa kesalahan dahulu kala
Aku terlihat olehmu, kau melihatku sendiri
Kau temukan aku, kau temukan aku, kau temukan aku
Kurasa kau tak peduli, dan kurasa aku suka itu
Dan saat aku jatuh kau mundur selangkah
Tanpaku, tanpaku, tanpaku
Dia tlah lama pergi saat dia di sebelahku
Dan aku sadar samua menyalahkanku
__ADS_1
Karena
Aku tahu kau itu masalah saat kau masuk ke hidupku
Maka betapa malunya diriku
Membawaku ke tempat-tempat yang tak pernah kukunjungi
Hingga kau permalukan aku
Aku tahu kau itu masalah saat kau masuk ke hidupku
Maka betapa malunya diriku
Membawaku ke tempat-tempat yang tak pernah kukunjungi
Kini aku terbaring di tanah keras yang kering
Oh, oh, masalah, masalah, masalah
...
Seorang pemuda ber hoodie hitam berjalan santai di koridor rumah sakit.
Wajah yang di tutupi tudung dan masker berwarna hitam menambah kesan misterius di dalam dirinya.
Dia tak memperdulikan tatapan orang yang berlalu lalang di sekitarnya, hingga dia telah sampai di depan pintu ruangan.
Clek!
Aron terkejut saat pintu rawatnya di buka oleh orang asing, tapi beranjak atau mengerjakan kakinya saja dia tak bisa karna dia di suntik bius.
"Siapa kau?"
Sontak mata Aron membulat melihat siapa pemuda itu.
"Akira?"
Akira hanya mengangguk dia lalu mendekati bankar di mana di sana ada kepala sekolahnya.
"Anda terlihat sangat menyedihkan..."ucap Akira memandang wajah pucat Aron.
"Bagaimana kau bisa..."
"Maaf aku tak bisa berlama-lama disini tapi, aku ingin mengembalikan sesuatu."potong Akira sambil merogoh kantong hoodie nya membuat Aron lagi-lagi terkejut karna buku benang merah yang selama ini dia cari kini berada di tangan Akira.
"Itu...."
"Aku sudah memutuskan benang merahnya, mulai sekarang kau tak bisa menahan atau menjebak jiwa Gavin lagi."ucap Akira.
Aron menatap Akira tajam.
"Kau tau apa yang sudah kau lakukan hah!!!"bentak Aron tapi tak membuat Akira takut.
"Aku sangat tau, andalah yang salah disini karna menyebabkan temanku tiada, apa anda pernah berpikir bagaimana perasaan seseorang?"
Aron menghela napas kasar.
"Akira....sebenarnya siapa kau, kau tau tentang Gavin dan aku yang salah?"
"Aku bukan siapa-siapa, aku hanya seorang pemuda sederhana yang memiliki dua sahabat.
__ADS_1
Tetapi aku tau tentang kebusukan yang orang sembunyikan selama ini karna teman yang lain memberitahunya padaku, apa bapak tau kalau Gavin tak akan pernah memaafkan perbuatan orang yang telah membuatnya membunuh dirinya sendiri?"tanya Akira dengan tatapan yang sulit diartikan.
Hal itu membuat Aron sedikit tertegun, ternyata pemuda yang memiliki sisi kekanakan bisa berubah menjadi menakutkan walau hanya dengan tatapan saja.
Pria paruh baya itu lalu tersenyum sendu.
"Aku tau, dan aku siap menerima konsekuensinya sekarang karna aku sudah kalah dari mu....penyesalan memang datang terlambat oleh karna itu sebelum aku mati aku ingin kau mengabulkan satu permintaanku."
Akira menaikan salah satu alisnya.
"Jika kau memang bisa menemukan kebusukan seseorang maka temukan kebusukan lain."ucap Aron.
...
Lima jam yang lalu....
"Jadi kau akan menjenguk kepala sekolah sendirian?"tanya Haru di kampus, saat ini mereka berada di atas rooftop entah Andre kesambet setan apa semenjak itu Akira dan kedua temannya boleh mengunakan tempat itu sesuka mereka bahkan tanpa izin dari berandal kampus itu.
Akira mengangguk kepalanya dan menikmati pocky yang di belikan oleh Asa.
"Akira menurutku apa kita akan melakukan tantangan yang di berikan Andre itu?"tanya Haru ragu.
Akira hanya mengangguk.
"Mereka sudah mau memberikan buku benang merah itu, ada baiknya kita tak lari dari kesepakatan kita di awal."
"Tapi apa kau benar-benar tak takut?"tanya Haru heran dengan temannya ini.
Akira terdiam, dia melihat pemandangan para pelajar dari atas rooftop.
"Haru apa kau merasa ada sesuatu yang janggal?"
"Tidak."
"Tentang sekolah yang terbelangkai itu, pasti menyimpan misteri yang belum terpecahkan."
"Itu sekolah angker, katanya dulu setiap ada yang orang yang masuk kesana pasti mencium bau anyir darah segar dan lagi ada mengatakan kalau seseorang melihat mayat bergelantungan di langit-langit atap bukankah itu mengerikan!"ucap Haru.
"Menurutku bukan itu, tapi ada kejanggalan..."
"Yak apa maksudmu?jangan berbelit-belit meskipun aku pintar ucapan absurd mu itu tak bisa ke pahami ke otakku."gerutu Haru membuat Akira terkekeh kecil.
Memang benar kata Haru, Akira adalah salah satu temannya yang unik dan banyak akal, anak itu akan selalu menyuarakan isi pemikirannya secara tiba-tiba hingga membuat orang binggung sesaat karna pembahasan mereka menjadi tak menyambung.
"Besok saja kukatakan...ayo kita ke kelas bentar lagi bel."ucap Akira menarik tangan Haru untuk berdiri, di rooftop memang hanya ada mereka berdua entah lah dimana yang lain.
"Akira kau ini ya...selalu saja membuat suprise.
Terkadang aku tak bisa menebak isi pemikiranmu itu tapi aku sangat mengenal saat kau serius dan berbohong."
"Kau benar kita sudah mengenal lama dari kecil, mana mungkin aku juga tak tau watak sifat aslimu Haru, oh ya ada yang ingin kutanyakan apa kau masih Konsul dengan dokter David?tanya Akira.
"Ya masih, walau rumah kini tak menjadi alasanku sakit tapi aku masih perlu memperbaiki mentalku yang telah hancur karna tidak mudah melupakan sesuatu yang membuat kita menderita selama tinggal seatap dengan orang yang membuat kita luka yang begitu dalam."
Akira menatap Haru.
Tatapan temannya itu masih sama setiap membicarakan atau menceritakan tentang dia.
"Haru apa kau masih belum memaafkan dia...."
Haru terdiam, dia lalu menghela napas panjang.
__ADS_1
"Sepertinya akan sulit dan rumit bagiku."