The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 74 Menghilang


__ADS_3

Dilansir dari Pshycology today, penelitian menunjukkan bahwa 4 persen populasi adalah sosiopat, dan 5 hingga 15 persen "hampir psikopat.


Elemen budaya seperti materialisme, intoleransi sosial, dan desensitisasi terhadap kekerasan dapat memengaruhi masyarakat untuk memelihara, memfasilitasi, dan mendorong sosiopat dan/atau perilaku psikopat. Sekitar 75 persen sosiopat adalah laki-laki, dan 25 persen adalah perempuan.


Patologi sosiopat dan/atau psikopat sering dikaitkan dengan sifat-sifat lain, termasuk dan tidak terbatas pada bullying, narsisme, gaslighting, fanatisme, dan kebencian terhadap wanita.


Di zaman modern ini, sosiopat dan psikopat biasanya bukanlah pembunuh massal yang terkadang digambarkan di media populer (dengan pengecualian). Sebaliknya, sosiopat dan psikopat kontemporer mungkin tampak fungsional dan sukses. Mereka menghasut pelecehan dan kerusakan melalui cara-cara yang lebih tidak langsung dan berbahaya.'


....


Abusers, and manipulative people don't question themselves. They don't ask themselves if the problem is them...they always say the problem is someone else.


Artinya: Seorang pelaku dan orang yang manipulatif tidak mempertanyakan diri mereka sendiri. Mereka tidak pernah berpikir apakah masalahnya adalah mereka... mereka selalu mengatakan masalahnya adalah orang lain.


Lari dari masa lalu bukanlah langkah benar, kita merasakan ketenangan sesaat akan tetapi hal itu bisa berdampak buruk bagi cara berpikir kita, seperti orang unik yang lebih berpikir pada sudut pandang ketimbang pemikiran logis orang normal.


"Bisma kau dari mana saja?"tanya Bella.


"Dari sekolah angker itu."jawab Bisma datar.


"Apa kau melihat Akira?"tanya Haru.


Mendengar pertanyaan itu Bisma menaikan alisnya, memang di antara mereka dia tak melihat Andre dan Akira disana.


Bukankah mereka sudah pergi duluan?batin Bisma.


"Mereka belum kembali?"tanya Bisma balik.


"Andre, dan Akira belum kembali semenjak kalian bertiga pergi ini hampir malam kemana mereka berdua?"tanya Asa sedikit khawatir karna tak seharian tak melihat pacarnya itu.


"Tunggu...apa jangan-jangan mereka masih terjebak disana?"ucap Haru membuat mereka binggung.


"Apa maksudmu Haru?"tanya Bisma.


"Aku berhasil memecahkan beberapa teka-teki tentang kasus pembunuh berantai itu, setelah bertanya pada seseorang tentang death game, aku menebak dan akhirnya tau kalau pembunuh itu ternyata masih di sana setelah melenyapkan satpam kampus kita..."

__ADS_1


Mereka semua terkejut.


Itu artinya...


"Bagaimana dengan para polisi itu?"tanya Bisma, dia sedikit menyesal meninggalkan tempat itu lebih dulu.


"Para polisi itu sudah pergi dan sebentar lagi kampus kita akan di tutup karna besok ada evakuasi dan penyelidikan besar itu artinya waktu kita tinggal sedikit..."ucap Bella, mahasiswa akan di larang pergi ke kampus beberapa hari kedepan sampai rumor pembunuh berantai itu mereda.


"Tunggu apa lagi!kita harus kembali ke sekolah itu mencari Akira dan Andre sebelum gerbangnya di tutup!"ucap Haru.


...


"Akira apa kau tau rasanya?itu tidak sebanding bagi orang tau untuk sekedar berkata dari pada orang yang merasakannya.


Aku tidak ingin merasakannya lagi, aku tidak ingin lari lagi, mulai sekarang kau akan tau sebuah kebenaran di balik kegelapan itu."ucap Thea lalu mengelus kepala Akira tanpa ada balasan atau gerakan sedikit pun dari sang empu, mata pemuda itu terpejam erat dan nafas nya sangat lemah.


Entah apa yang terjadi padanya hanya mereka yang tau.


"Kakak..."ucapan Bastian membuat wanita itu menoleh kearah adiknya yang berlumuran dengan darah bahkan wajahnya juga tak luput dari cipratan merah itu.


"Tidak, aku baru saja siap memulainya, apa kakak baru saja..."


"Dia sudah lama tertidur hingga tak menanggapi balasanku tadi."ucap Thea dengan ekspresi cemberut seperti mainannya baru saja di ambil.


"Aku tak tau kakak akan berubah pikiranku, kukira kau benar-benar terpengaruh pada ucapannya?"


"Ya kata-katanya memang indah tapi bagiku kegelapan jauh lebih indah, tapi di sisi lain aku ingin membawanya bersama kita."


"Bagaimana dengan keluarganya?"


"Huh?sejak kapan kau peduli apa itu keluarga Bastian?mereka hanya di ciptakan oleh ilusi dan kebahagian itu tidaklah nyata, atau...bagaimana kalau kita lenyapkan saja keluarganya?"ucap Thea dengan rencana gilanya, membuat sang adik menatapnya datar karna otak kakaknya itu tak pernah waras dalam artian selalu ingin membunuh.


"Tapi rasa kesepian itu nyata kak, Akira benar dan semua ucapannya memang benar, walau kita berdua tetap bersembunyi dalam kegelapan dan otak licik mu masih berkerja akan tetapi kita masih manusia yang membutuhkan bayangan matahari untuk hidup di dunia."ucap Bastian lirih membuat Thea tertegun sesaat.


"Kau mirip dengan Akira,masih belum melupakan cahaya aku jadi ingat masa lalu saat kau bertemu dengannya."

__ADS_1


"Ya setidaknya dia yang berhasil membuatku mempunyai perasaan apa itu hati nurani sampai saat ini."ucap Bastian tersenyum tipis dan Thea hanya berdecih melihat itu.


"Jadi apa rencana selanjutnya kita?"


...


Di sisi lain, Haru dan yang lain baru datang dan melihat keadaan sekolah yang sedikit berubah.


"Lukisan di cat dinding menghilang semua."gumam Bisma masih bisa di dengar oleh yang lain.


"Ayo kita berpencar dan cari mereka di semua ruangan sekolah ini!"ucap Haru.


Mereka lalu mengangguk dan mencari dua orang temannya itu.


Sementara itu Andre yang baru sadar tampak memandang sekelilingnya, Kini dia tau di pindahkan kemana atau lebih tepatnya berada di tepi kolam renang dalam ruang tertutup.


"Akira...apa dia baik-baik saja?"gumamnya karna dia tak melihat keberadaan temannya itu atau dua pembunuh yang menyekap mereka.


Akan tetapi anehnya tubuhnya tak terikat di kursi lagi, dengan perlahan Andre mencoba berdiri lalu berjalan pincang mengabaikan rasa ngilu di area paha dan bagian kakinya yang tampak mati rasa.


Tiba-tiba


"Andre!!"


Teriakan temannya ia dengar, dia sedikit terkejut melihat Hari disana.


"Apa kau baik-baik saja?dimana Akira?"tanya Haru menghampiri Andre.


Dia sedikit meringis melihat kondisi pemuda itu di tambah kaos putih yang Andre pakai bewarna merah pekat karna lukanya.


"Aku tidak tau dia dimana, kemungkinan dia masih di sekap oleh dua psikopath itu, terakhir kali aku melihatnya di ruang musik."


"Apa kau masih bisa berjalan?astaga lukamu terlalu parah."


"Jangan khawatirkan aku, kita harus menyelamat Akira sebelum mereka berbuat sesuatu pada bocah itu."ucap Andre.

__ADS_1


"Dua psikopath itu benar-benar tak membuatku habis pikir, kalau sampai terjadi sesuatu pada sahabat kesayanganku itu awas saja!aku akan membuat mereka merasakan hukuman yang berat, dari pada hukuman penjara yang lebih ringan dan tidak setimpal atas tindakan besar mereka yang telah menghilang kan beberapa nyawa para korban lainnya yang tak pernah bersalah atau kelakukan keji mereka."ucap Haru.


__ADS_2