
Death is not the opposite of life, but a part of it. As a day well spent brings happy sleep, so a life well spent brings happy death. While I thought that I was learning how to live, I had learned how to die.
Kematian bukanlah kebalikan dari kehidupan, tetapi bagian darinya.
Seperti hari yang dihabiskan dengan baik membawa tidur yang bahagia, demikian juga kehidupan yang digunakan dengan baik membawa kematian yang bahagia.
Sementara saya berpikir bahwa saya sedang belajar bagaimana hidup, saya telah belajar bagaimana mati.
...
"Kelemahan manusia adalah ketakutan dan rupanya kematian masih menjadi ketakutanmu kekeke...kau begitu naif."ucap Asa remeh tapi masih membuat Vicky terdiam.
Tidak...
Dia memang seorang pria dan tidak takut dengan ancaman gadis itu.
Tapi tatapan itu, seolah berbeda...
Hal itu membuatnya sedikit cemas.
Ucapan gadis di hadapannya kini.
Dia tak mengucapan ucapan omong kosong atau sebuah candaan untuk bermain-main dengannya.
"Kau tau, aku bisa cepat berubah pikiran saat kau menjawab pertanyaanku dengan cepat. Aku bukan tipe orang yang sabar menunggu sesuatu dan saat itu tiba dimanapun aku memiliki kesempatan atau tidak aku bisa sama membuatmu mati dalam sekejap walaupun harus sekarang."ucap Asa.
"Apa kau tak takut justru perbuatanmu secara terang-terangnga akan membuat para polisi itu curiga dan kau di penjara."ucap Vicky mencoba mengalihkan gadis itu.
Tapi Asa tetap memasang wajah datarnya, gadis ini sangat cerdik dan pandai mengendalikan ekspresi bahkan emosi sekecil apapun yang mungkin bisa di baca oleh detektif itu.
"Bukankah kau tak peduli pada remaja yang jual?lalu apa aku peduli padamu...ingatlah bahwa kau masih mempunyai kesalahan besar pada kakek yang kemaren mendatangimu, walaupun aku tak bisa mendengar apa yang kakek itu ucapkan tapi aku tau dari ekspresi bahwa kakek itu berambisi untuk membunuhmu langsung demi balas dendam cucunya."
"Kau benar-benar sakit jiwa..."
"Cih, aku bisa lebih sakit daripada ini.
Keputusanku mutlak dan tak pernah di bantah oleh orang lain, lain kali entah kita kebetulan bertemu lagi setelah kebebesanmu aku benar-benar akan membunuhmu Vicky Rayen."gumam Asa tapi di masih dengar oleh Vicky hingga membuat pria itu sedikit panik karna Asa akan melakukan sesuatu padanya.
"Tunggu kau bilang apa tadi hey..."
__ADS_1
Sayangnya Asa memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan mereka sebelum polisi itu memanggilnya karna waktu berbincang akan habis.
Dan saat Asa keluar dari ruangan itu, detektif wanita itu menatapnya dengan intimidasi penuh.
"Apa yang sudah kau bicarakan di dalam?"
"Kalian tak pernah mengatakan urusan kalian, kenapa aku harus mengatakan urusanku? Sekarang tanyalah dia karna aku sudah membuatnya mengaku semuanya."ucap Asa.
"Bagaimana bisa..."belum selesai polisi itu dengan ucapannya Asa pergi dari sana meninggalkan kantor polisi untuk menemui kekasihnya.
...
Di sisi lain.
"Hah Vicky telah memberitahu lokasinya?"ucap Haru terkejut saat menerima telpon dari pusat kota.
Sebelumnya dia memang menyimpan telpon polisi itu, di tengah perkerjaan dia mendapat telpon kalo para polisi akan menyergap dan menangkap semua pelaku penculikan itu karna Vicky benar-benar membocorkan rahasia klompotannya sendiri.
"Pasti ada sesuatu sehingga dia membuka mulut, aku harus menelpon Akira dan Asa."ucap Haru tapi belum saja dia menekan no Akira tiba-tiba pelayan tokonya mneghampirinya di meja kasir dan mengatakan bahwa kedua temannya sudah datang.
Haru pun bergegas kesana untuk menemui kedua temannya.
"Haru polisi itu..."
Haru langsung menarik kedua temannya untuk keruang pribadinya karna dia tak mau para pelanggan di toko mendengar pembicaraan mereka.
"Aku sudah tau, eh tunggu kau tau dari mana?baru saja aku ingin memberitahumu di telpon."
"Asa memberitahuku karna sebelumnya dia berada di kantor pusat."
"Kantor pusat?kau kesana sendirian Asa?"tanya Haru binggung.
"Ya, Akira menyuruhku untuk terus memantau nya dan akhirnya setelah detektif itu mendesaknya akhirnya Vicky mau bicara."jelas Asa sedikit kebohongan.
"Oh jadi itu ceritanya, baiklah ayo kita ke lokasi!"ajak Haru.
"Apa tidak berbahaya?"tanya Asa memandang Akira.
"Polisi pasti duluan kesana, aku yakin semua akan baik-baik saja Asa.
__ADS_1
Oh ya aku juga harus menelpon kakek Billy."ucap Akira.
"Ya sebaiknya kau memberitahu dia akan senang jika dia bertemu Arsa nanti."
'Ya akhirnya semua akan selesai, tapi tetap saja ada yang terbunuh malam ini.'
Ucap Asa dalam hati melirik kearah Akira dengan tatapan yang sulit di artikan.
...
Malam itu mobil para polisi berkumpul di depan gudang kosong bekas kontruksi, suasana yang sunyi mulai ramai karna beberapa polisi di komando untuk mengendap-ngendap kedalam.
Sementara Akira dan teman-temannya menunggu di mobil yang tak jauh dari tempat itu bersama Billy.
"Apa kita tak keluar dari mobil saja?"tanya Billy.
"Jika polisi itu melihat mungkin mereka akan menyuruh kita pulang kek, kakek bersabarlah dulu."ucap Haru.
"Ya pasti setelah terkepung tanpa mereka ketahui, mungkin polisi bisa menangkap semuanya dan membebaskan para sandre di dalam."
"Aku sangat mengkhawatirkan cucuku, kuharap dia baik-baik saja."ucap kakek itu.
"Dia akan baik-baik saja, kakek harus yakin."ucap Akira tersenyum.
...
Once you believe in yourself, you will know how to live. Never trust anyone who wants what you have. Friend or not, envy is a wonderful emotion. Assume everyone can be trusted until they prove otherwise.
Begitu kamu memercayai diri sendiri, kamu akan tahu bagaimana hidup.
Jangan pernah memercayai siapa pun yang menginginkan apa yang kamu miliki. Teman atau tidak, iri hati adalah emosi yang luar biasa.
Anggap semua orang dapat dipercaya sampai mereka membuktikan sebaliknya.
...
Hal yang membuatku merasa tak nyaman adalah hal kami pikirkan, terkadang ketika seseorang lelah dalam hidup atau muak dia akan terus memikirkan hal sepele ataupun besar karna baginya tekanan adalah sesuatu yang melengkapi kehidupannya walaupun itu terjadi sebaliknya karna kehidupan ingin bebas dari tekanannya sendiri.
Jangan pernah membenci dirimu atau orang lain, ketika kau melihat seseorang berlaku buruk bukan dirinya yang di benci tapi sifatnya, dan ketika kau gagal dalam ujian padahal yang telah belajar bukan dirimu yang bodoh tapi keberuntunganmu masih luput, oleh karna itu jangan menyalahkan diri atau sampai membenci dirimu sendiri.
__ADS_1
Karna kau hidup, bertahan, berjalan mengunakan tubuhmu sendiri, ingatlah bukan orang lain yang berada dalam tubuhmu tapi jiwamu jangan ingin menjadi orang lain karna kau harus percaya bahwa dirimu jauh lebih baik dan setiap manusia itu sama kecuali derajat keimanannya pada Tuhan.