
Film "Hush" adalah sinema bergenre horor yang dirilis sejak tahun 2016.
Disutradarai oleh Mike Flanagan, film ini termasuk dalam 100 film Netflix yang direkomendasikan situs rating Rotten Tomatoes.
Kisah yang diceritakan dalam film "Hush" merupakan adapatasi dari novel karya Jay Anson.
Sementara Jay Anson sendiri, mendapat inspirasi cerita dari kisah nyata yang dialami oleh keluarga Lutz.
Dikutip dari IMDb, Film "Hush" mengisahkan tentang Maddie Young, wanita tuna rungu yang kehilangan kemampuan bicara dan mendengar sejak usia 13 tahun.
Sebagai penulis, Maddie hidup menyendiri di dekat hutan dengan kucingnya.
Kisah menegangkan dimulai saat seorang sosok misterius meneror Maddie.
Sosok tersebut membunuh sahabat Maddie yang mengunjunginya dan mulai memata-matai gadis tersebut.
Ia mengirimkan foto Maddie ke handphone sang gadis serta menampakkan dirinya beberapa kali.
Maddie yang terjebak sendirian di rumahnya, kesulitan untuk mendapat bantuan.
Dengan kekurangannya, Maddie harus bisa bertahan hidup dan membongkar sosok misterius yang menganggu ketenangannya tersebut.
...
Tak tak tak...
Suara itu membuat Akira perlahan membuka kedua matanya, dia memandang sekitarnya yang masih kabur lalu menoleh kearah kiri dan kanan di mana tangannya tak bisa di gerakan sama sekali karna di ikat.
"Kau sudah sadar?"
__ADS_1
Suara lembut seperti perempuan menyapa Indra pendengar membuatnya terkejut lantaran di belakang sana ada Andre yang bersimbah darah di bagian pahanya.
"Andre..."
"Temanmu itu masih hidup kau tenang saja, apa kau ingin mendengar sebuah kisah horor dari rumah keluarga yang terkena kutukan?"tanya Thea.
Akira mengeleng, dia tak ingin mendengar apapun yang dia inginkan adalah keluar dari sini untuk membawa Andre kerumah sakit jika tidak pemuda itu akan mati karna kehilangan banyak darah.
Jika dia tak bisa menolong satu orang yang kesulitan di depannya maka dia akan menjadi orang yang paling menyesal seumur hidup hal itulah yang membuat hati sering di sebut terlalu tulus bahkan dia tak memperdulikan dirinya yang sendiri tengah berada di situasi sulit sekalipun.
"Kau mengkhawatirkan temanmu?baiklah aku akan menyuruh Bastian mengobatinya lalu kau harus mendengarkan ceritaku."ucap Thea, entah kenapa dia merasa aneh dengan tatapan khawatir mata biru itu kearah pemuda lain yang masih terikat di kursi dengan kesadarannya yang hampir hilang karna kehabisan darah.
Dia ....
Tak pernah melihat tatapan sebaik itu.
Akira langsung mengangguk cepat, untuk membuka mulutnya saja dia tak bisa karna dia yakin hanya isakan tangis yang keluar karna hatinya sangat lembut untuk melihat kondisi Andre seperti itu.
Posisinya berbeda dengan Andre yang terikat di kursi, dirinya sendiri di ikat dengan kondisi ikatan yang di paksa terpaku pada dinding dengan lubang besar itu.
"Aku mengerti."
"Nah sampai mana kita tadi, oh aku tau kau pasti menyukai sebuah misteri bukan?pernah mendengar Amityville House?"
Akira mengangguk, dia pernah mendengar saat Asa mencari artikel tentang rumah itu untuk kisah horornya.
"Kau pasti tau apa yang terjadi dalam rumah itu saat keluarga Lutz tinggal disana, dan aku berencana akan pergi kesana untuk mencari tau kebenaran di balik semua misteri itu, hal itu sama dengan semua apa yang di bicarakan orang ketika orang-orang menganggap kami sebagai buronan pembunuh berantai maka itu benar menurutmu apa polisi berhasil menangkap kami jika kami berdua pergi kesana?"ucap Thea.
"Apa masa lalu mu sama dengan keluarga itu?"tanya Akira bergetar pelan.
"Hampir sama, tapi perbedaannya jika salah satu di antara keluarga itu di rasuki iblis dan iblis menyuruhnya membantai semua keluarganya maka berbeda denganku yang masih waras tetapi lebih memilih jalan kegelapan.
__ADS_1
Pertanyaannya adikku baru saja bergabung kenapa kau tak ingin ikut kami untuk bergabung Akira?"tanya Thea membuat Akira terkejut.
Jadi di masa lalu bocah laki-laki yang menjadi adik wanita psikopat ini sebelumnya bukan pembunuh?!
"Aku tidak akan pernah mau!dan apa maksudmu huh mengajakku bahkan sampai aku mati atau di bunuh kau tak bisa memaksaku masuk dalam kegelapan mu itu!"ucap Akira lantang.
Hanya satu hal bagi manusia yang berada di kegelapan kembali ke dalam cahaya.
Yaitu percaya dengan keyakinan sendiri hingga tak mudah goyah dengan omong kosong orang lain, bahkan jika dunia membencimu dan kata kebencian itu semakin kuat hingga membuatmu sengsara lebih sengsara mana jika kau menerima balasan yang lebih menyakitkan dari apa yang kau perbuat.
Sebuah keburukan memang tak bisa di hilangkan atau di musnahkan dari beberapa petuah nasehat lah yang menjadi pembatas setiap rencana kejahatan yang telah di susun hingga menjadi roboh tanpa sisa.
"Aku telah membunuh keluargaku karna kebencian mereka padaku, di dunia itu tak ada yang adil maka dari itu aku melakukan apa yang harus aku lakukan dari dulu tanpa penyesalan kau benar aku wanita yang berhati iblis, apa menurutmu masih ada manusia suci di dunia ini Akira?"
"Kau hanya berusaha lari dari masa lalu kelam mu, dalam kegelapan kau pandai bersembunyi tapi suatu saat mereka yang berada cahaya menemukanmu karna kau belum tau ada banyak manusia yang masih memilih cahaya walaupun dia harus tersiksa dari masa lalunya."ucap Akira.
"People have always loved and respected characters who spoke the truth, even if the truth hurt."
(Orang-orang selalu mencintai dan menghormati karakter yang berbicara kebenaran, bahkan jika kebenaran itu menyakitkan.)
...
The Amityville horor menjadi salah satu kisah horor pembunuhan terseram yang pernah tercatat di Amerika Serikat.
Amityville House adalah rumah besar bergaya kolonial Belanda di tepi danau yang beralamat di 112 Ocean Avenue, Amityville, New York. Awalnya rumah tersebut tampak biasa-biasa saja, sampai terjadilah sebuah peristiwa besar di sana.
Kisah menyeramkan di rumah ini berasal dari peristiwa yang terjadi pada 1974, bermula saat Ronald DeFeo, ** tiba-tiba menembak dan membunuh 6 orang anggota keluarganya. Tidak diketahui pasti apa motif dibalik pembunuhan tersebut. Namun Ronald bersikukuh bahwa "suara di rumah Amityville yang menyuruhnya melakukan itu".
Kasus tersebut memang diwarnai sejumlah keanehan. Meski pelaku tak menggunakan senapan yang dilengkapi peredam, para tetangga tak mendengar bunyi letusan senjata.
Saat ini, Amityville House menjadi tempat wisata horor yang terkenal di Amerika Serikat. Namun, meski telah dibuka untuk umum, kamar tidur di lantai 2, tempat keluarga De Feo dibantai dan ruang bawah tanah, tidak boleh dimasuki para wisatawan, entah mengapa.
__ADS_1
Buat kamu yang penasaran dengan pengalaman horor yang dialami oleh keluarga DeFeo dan keluarga George Lutz, kamu bisa nonton film yang diadaptasi dari kisah mereka di Amityville House.
Tercatat, ada sebanyak 16 film yang dibuat berdasarkan kisah rumah ini, salah satunya The Amityville Horror (1979) dan film The Conjuring 2: The Enfield Poltergies.