The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 49 Pertemuan terakhir


__ADS_3

"Saudara yakni seseorang yang kau dapatkan banyak persamaan dengan dirimu, tetapi tetap menghargai segala perbedaan yang ada."



Akira berjalan kesebuah rumah yang telah lama tak pernah ia kunjungi setelah 6 tahun berlalu.


Rasa rindunya kembali memuncak.


Entah bagaimana bisa menjabarkan rasa atau kata rindunya pada sosok didepannya sana?


Setiap orang pasti memiliki sebuah ikatan batin yang membuat keinginan kuat yang mengebu-ngebu ingin bertemu yang biasa disebut rindu.


Dan perasaan itu kini yang dirasakan sosok Gavin.


Ketika melihat adiknya yang tengah membersihkan halaman rumah yang kotor karna dedaunan dari pepohonan disana.


Rumah kecil berwarna cat abu-abu itu memang dekat dengan tanaman liar tapi orang tua Gavin merawatnya dengan baik hingga menjadi tanaman hias yang indah dipandang.


Gavin Arlangga mempunyai seorang adik bernama Kenza Arlangga.


Mereka berbeda 7 tahun,jika ketika Gavin hidup dia berumur 20 tahun dan dia juga meninggal diusianya saat itu,maka Kenza masih berumur 14 tahun.


Mereka adalah kakak adik yang sangat akur dan rukun,Gavin seorang kakak yang begitu menyayangi dan melindungi adiknya maka Kenza menjadi adik yang ingin selalu membanggakan kakak dan kedua orang tuanya.


Intinya mereka menjadi saudara yang selalu saling melengkapi satu sama lain seperti Akira dan Jio.


"Halo apa kau mencari seseorang?maaf tapi dari tadi aku melihatmu berdiri dan melihat ke arahku."ucap Kenza membuat Akira terkejut.


Tapi Akira kembali menormalkan ekspresi terkejutnya menjadi tenang.


Ah dia seperti penguntit ya rupanya...


"Bisa aku bertemu seseorang?"


"Seseorang?"


"Ya dia tinggal disini bersama adik dan kedua orang tuanya."


Kenza terdiam.


Dia seolah tau arah pembicaraan Akira,tapi entah kenapa dia tak merasa perasaan curiga terhadap pemuda bermata biru itu.


"Yang kau cari,dia...tak sudah tidak ada dan tak pernah kembali."lirih Kenza.


Akira terdiam kemudian dia tersenyum tulus lalu tangannya mengelus lembut kepala Kenza hingga membuat anak itu tersentak.


"Apa kau tak mengingatku?adik kecil..."

__ADS_1


Panggilan itu.


Kenapa...


"Siapa namamu?"


"Gavin Arlangga..."


Kenza mengeleng,tanpa sadar air matanya tumpah yaitu air mata kesedihan yang pernah ia keluarkan saat kematian kakaknya.


Luka dalam yang kakaknya torehkan belumlah sembuh dan kini ada seorang pemuda yang dengan mudahnya mengaku dia adalah kakaknya yang sudah tiada.


Siapa yang akan percaya!?


Sungguh ini tidak masuk akal!


"Kakakku sudah tiada kau jangan menyebut namanya!"


"Jika dia masih ada apa yang kau lakukan?dan dia ada di hadapanmu sekarang?"


"Aku tidak akan percaya padamu!"


"Terserah kau mau percaya padaku atau tidak tapi,Kenza aku merindukanmu biarkan aku memelukmu sebentar untuk melepas rasa rinduku kalian,aku yang mati masih tak tenang karna membawa rasa penyesalan dan bersalah yang berat,aku tak memikirkan bahwa hal yang kulakukan adalah keputusan yang amat salah karna aku berada diambang putus asa saat itu.Tetapi semua kelakukan demi melindungi kalian,maafkan aku adik...kakakmu ini akan selalu menyayangimu walau kita tak akan pernah bertemu lagi didunia ini."ucapnya membuat Kenza tertegun.


Ucapan itu seperti ucapan kakaknya,bahkan sangat mirip.


Bagaimana seorang pemuda asing yang bahkan dia tak mengenal namanya begitu berucap sama hal persis dengan mendiang sang kakak.


"Apa kau benar-benar kakakku?"tanya pemuda bersurai hitam itu berbeda dengan rambut Akira yang berwarna coklat madu.


"Ya aku adalah kakakmu Gavin..."


...


"Jadi namamu Akira?dan kau bisa berkomunikasi dengan arwah Gavin?"tanya ayah Gavin bernama Nico,pria paruh baya itu terlihat berwatak lembut dan tegas.


Sedangkan Kenza dan Gavin menurut Akira mereka berdua memiliki sifat sama secara bersamaan.


Akira hanya mengangguk lucu menjawab pertanyaan Nico,pemuda itu menikmati cemilan dan teh dihidang oleh Rina ibunya Gavin.


Sedangkan Rina terkekeh melihat Akira yang begitu menyukai cemilan buatannya.


"Kamu temannya Gavin ya kok bisa kenal banget sama dia?"tanya Rina.


Keluarga kecil itu berkumpul diruang tamu yang muat dengan lima orang saja.


Sebelumnya Kenza yang menyuruh Akira untuk menjelaskan semuanya terhadap apa yang sebenarnya terjadi pada kakaknya didepan ibu dan ayahnya.

__ADS_1


Dan Akira setuju walau ada sedikit penolakan dari Gavin tapi dia  mengancam pemuda itu tak bisa mengunakan tubuhnya lagi hingga rencana balas dendamnya gagal.


Akhirnya Gavin menurut dan itu juga karna permintaan adiknya setelah dia mendapat hadiah kecil itu yaitu sebuah pelukan tapi tentu saja hal itu membuatnya sangat senang.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada kakakku?"tanya Kenza tiba-tiba membuat Akira berhenti mengunyah.


"Kenza biarkan tamu kita makan dan jangan menganggunya!"tegur Nico.


Akira tersenyum.


Dia lalu menatap ibunya Gavin yang masih cantik mengunakan dress rumahan sederhananya.


"Gavin adalah anak yang sangat pintar karna itu dia mendapat tekanan dari kepala sekolah,kepintaraan selalu dimanfaatkan membawa nama sekolahnya menjadi tinggi dan terkenal,kepala sekolah itu begitu licik akan tetapi dia tak pernah mengerti rasa kasian dan malah mengunakan kekuasaan ke arah jalan salah.Dialah yang mengendalikan Gavin selama ini hingga akhirnya..."


Akira berhenti sejenak,lidahnya kelu untuk melanjutkan ucapannya.


Tapi tiba-tiba tatapannya berubah kosong dan memandang kearah Kenza dengan pandangan kosong juga.


"Aku bunuh diri karna lelah dan tak sanggup berada dibawah tekanannya maafkan aku ayah,ibu,Kenza..."ucapnya membuat semua orang disana menangis.


Ternyata putra sulungnya menyimpan begitu banyak beban dipundaknya.


Dia menyembunyikan rahasia besar dari keluarganya.


Hanya demi melindungi orang-orang terdekatnya.


Nico yang mendengarnya merasa kecewa dan bersalah.


Rasa bersalahnya adalah rasa penyesalan karna dia sendiri sebagai kepala keluarga belum bisa menjadi sosok yang lebih kuat untuk melindungi putra-putranya.


Dia sangat menyesal...


Namun itu sudah terlambat...


"Setiap rangkaian cerita itu pasti ada penyesalan, di situlah kita bisa ambil maknanya arti sebuah kehidupan."


...



"Kau sudah mengatakan semuanya lalu apa yang ingin kau lakukan sekarang?"tanya Akira pada tubuh Gavin yang entah kenapa semakin transparan alias memudar.


Entah kenapa dia tak rela jika Gavin pergi seolah-olah mereka tak akan pernah bertemu lagi.


"Aku masih memikirkannya,setiap kesalahannya akan mendapat pembalasan yang setimpal dan itu adalah kegelapan dari bentuk kebencian dari dalam diriku yang akan menghabisi nyawanya."


"Gavin..."

__ADS_1


"Akira,putus benang benang merah yang menempel pada buku itu maka semuanya akan kembali normal dan tak ada teror dikampus kalian,itu adalah satu-satunya cara menghentikan sumpah dan apa yang kumulai untuk menyakiti orang lain yang tak bersalah.Setelahnya aku berjanji akan pergi selamanya dari dunia fana ini."


...


__ADS_2