The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 34 Akira diculik!


__ADS_3

Mendengar teriakan wanita seksi itu membuat Haru bersmrik dibalik helmnya dan langsung melajukan motornya diatas kecepatan rata-rata hingga lawannya tertinggal dibelakangnya.


Dua motor itu saling melaju cepat hingga putaran pertama masih Haru yang memimpin.


Pertandingan masih berlangsung lama di putaran kedua menandakan tak ada yang mau mengalah,hingga dibelokan tajam Haru sengaja sedikit melambatkan laju motornya  membuat lawannya langsung mengambil kesempatan maju kedepan akan tetapi diputaran ketika Haru langsung tancap gas hingga menyalip motor lawannya dan sampai ke garis finish terlebih dahulu.


Dan akhirnya Haru menjadi pemenang dalam balapan itu.


"Hore Haru menang!!!"teriak Akira disambut teriakan lain para penonton yang bersorak karna melihat pertandingan yang menegangkan dan luar biasa.


Haru turun dari motornya,dia lalu membuka helm dan memperlihatkan senyum tampannya hingga membuat para wanita menjerit histeris.


Plak!


"Aduh!"ucap Haru terkejut karna Akira menampar pundaknya cukup keras.


"Jangan tebar pesona!"ucap Akira karna telinganya sakit mendengar teriakan para wanita itu.


Sedangkan Asa hanya mengelengkan kepalanya saja.


"Selamat ya!"ucap pemuda yang menjadi lawan Haru menghampiri mereka.


Haru mengangguk dan membalas jabatan tangan Rio.


"Aku mau ketoilet dulu."ucap Akira lalu pergi dari sana meninggalkan dua temannya.


Tiba-tiba...


Dorr..


Dorr..


"SEMUANYA AWAS!!"


"LARI!!MEREKA MEMBAWA SENJATA!"


"AAAA TOLONG!!!"


"AKIRA!"teriak Haru melihat beberapa mobil dan orang-orang berbaju hitam datang ke arena balap dan membawa senjata api,sontak hal itu membuat semua orang langsung berhamburan panik dan berlari karna takut dengan orang-orang itu.


Disisi lain ditengah keadaan yang cukup kacau...


"Dimana Haru dan Asa?"gumam Akira pada dirinya sendiri,dia binggung saat melihat orang yang berlarian dan saling dorong.


Dia juga tak melihat Jio atau teman-teman adiknya.


"Kau!diam ditempatmu bocah!"ucap salah seorang berbaju hitam sambil menodongkan pistol kearahnya.


Akira terkejut dan membeku ditempat.


"Apa kau mengenal pria tua ini?"ucap orang itu saat sudah dekat lalu menunjukkan sebuah foto padanya membuat Akira binggung.


Akira mengeleng pelan dan membuat orang itu mengeryit heran.


"Aku tidak pernah melihatnya paman."ucap Akira jujur.


Orang itu mengangguk.


Tapi pria lain yang sama dengan baju hitam dan senjata ditangannya menghampirinya.


Kini total ada lima orang bersenjata yang mengelilingi Akira.


Oke Akira bertambah takut sekaligus binggung sekarang.


Apa yang harus ia lakukan?


Apa dia langsung kabur saja walaupun mereka tak menodongkan pistol kearahnya lagi?

__ADS_1


"Bagaimana?kalian sudah menemukannya?"


"Tidak."


"Aku juga sudah bertanya pada bocah ini tapi dia bilang tak tau."ucap salah satu pria yang menodongkan pistolnya kearah Akira diawal hingga membuat Akira terdiam kaku.


"Apa bocah ini jujur?"


Mendengar pertanyaan itu Akira langsung menganggukkan kepalanya.


Dia menatap wajah orang-orang itu dengan tatapan memelas.


"Sudahlah kasian dia....biarkan bocah ini pergi."


"Hei bocah cepat pulang dan tidur!jangan pernah ketempat ini lagi!"ucap salah satu dari mereka.


"Terima kasih paman-paman baik karna telah melepaskan ku."ucap Akira senang.


Baru dia melangkah dia dihadang oleh seorang pria lagi.


Astaga...


Siapa lagi ini?


Apa malam ini malam terakhirnya karna dia hampir saja terbunuh!


"Paman tolong lepaskan aku ya..."ucap Akira dengan dua tangan yang disatukan dan tatapan memohon.


Dia heran kenapa orang-orang berbaju hitam itu terus berada disekitarnya sedangkan diarena masih ada orang yang belum keluar.


Kenapa mereka tak menanyakan orang disana!


Kenapa harus ditempatnya!


Kalau begini dia terjebak bukan!


Akira hanya mengangguk,dia bosan menatap wajah sanggar paman itu.


Rata-rata wajah mereka datar dan sanggar sih,dan Akira juga tidak tau mereka muncul dari mana?


"Kami akan mengantarmu..."


"Tapi bukankah kita harus mencari pria tua itu?"


"Bos bilang tidak usah,kasian anak ini sendirian ditinggal disini."


"Tapi paman...aku bisa sendiri."cicit Akira pelan.


Pria itu menaikan alisnya lalu tanpa aba-aba mengendongnya ala karung beras membuatnya terkejut.


"Paman!tolong lepaskan aku huwaaa jangan culik aku..."


"Kami tidak menculikmu bocah tapi mengantarmu kembali keorang tuamu,kita harus membawanya ke bos dulu."ucap pria itu.


Mereka lalu mundur dan Akira yang berada digendongan salah satu pria berbadan besar itu memasang wajah bertekuk kesal.


Kenapa semua orang menganggapnya bocah!


Ayolah dia kan sudah punya KTP dan SIM.


Ingin berteriak tapi takut.


Yasudah biarkan saja dia bawa,lagian mereka mau mengantarnya pulang kan?


Sementara itu...


"Jio!"teriakan Haru membuat Jio menoleh.

__ADS_1


"Dimana Akira?"tanya Jio binggung karna tak melihat sang kakak.


"Dia terpisah dengan kami kukira kau sudah menemukannya."ucap Haru.


Jio menatap tajam kedua teman kakaknya itu.


Itu berarti kakaknya hilang!


"Bagaimana bisa!kenapa kau tak becus menjaganya!"ucap Jio marah.


"Jio tenangkan dirimu..."ucap Aland sambil menepuk pundak temannya itu,dia tau jika temannya itu marah emosinya bisa tak terkontrol dan mengamuk pada semua orang.


"Kita akan mencarinya dan agar cepat kita semua harus berpencar disetiap sudut."ucap Raven.


"Tunggu!bukankah itu Akira!"ucap Hans membuat mereka semua terkejut dan melihat kearah objek yang ditunjuk Hans.


"Dia diculik oleh orang berbaju hitam itu!"


...


"Bos."


"Anak siapa itu?"tanya bos mereka melihat salah satu anak buahnya membawa seorang bocah yang belum memperlihatkan wajahnya didepannya.


"Dia hanya anak kecil,dan sepertinya saat kita mengepung tempat ini membuatnya terpisah dari orang tuanya karna tak tega kami membawanya kesini."jelas bodyguard nya.


Pria berjas formal yang duduk dikursi mobil itu lalu mengkode anak buahnya untuk menurunkan bocah itu.


"Aduh kepalaku pusing...paman sih menggendongku seperti karung!kan aku bukan karung beras yang diangkut dipunggung!"omel Akira.


Dia lalu menatap binggung pria tampan dan berada didalam mobil.


"Sssttt...paman,om itu siapa?"


Sementara Alex pria itu tersenyum tipis mendengar ocehan bocah didepannya itu.



"Bawa dia masuk."ucapnya singkat lalu salah satu anak buahnya itu lalu mendorong Akira masuk kemobil.


"Is pelan-pelan paman aku tidak kabur kok!"ucap Akira setengah mengerutu.


"Om mau nganterin aku pulang kan?"tanya Akira pada pria yang ia yakin adalah bos orang-orang yang membawanya.


Alex hanya mengangguk melihat Akira yang kini duduk disampingnya.


"Namamu?"


"Akira kalo nama om siapa?"


"Alex."


Akira tampak gugup saat tangan kekar itu menyentuh wajahnya.


"Kau sangat manis mau jadi putraku?"


"Huh?"ucap Akira dengan wajah blank khasnya


"Keke...kenapa sangat mengemaskan hm?"ucap Alex terkekeh membuat sang supir tertegun karna selama ini tuannya tak pernah tersenyum ataupun terkekeh.


Akira langsung tersadar,sepertinya dia bukan masuk kedalam kandang singa tapi kandang beruang besar.


"Maaf om tapi aku..."ucapan Akira terpotong.


"Panggil aku daddy sekarang dan tak ada penolakan."


'Hiks...Jio selamatkan kakakmu ini dari beruang besar!!!'

__ADS_1


__ADS_2