
The best love is the one that awakens the soul and makes us want more, that lights the fire in our hearts and calms our minds. That's what you gave me, and what I want to give you forever.
Cinta terbaik adalah yang mampu membangunkan jiwa dan membuat kita menginginkan lebih, yang menyalakan api di hati dan menenangkan pikiran kita. Itulah yang kau berikan padaku, dan apa yang ingin kuberikan padamu selamanya.
Mempunyai kesetiaan serta cinta tulus adalah saat terbaik menciptakan moment indah.
Manusia tidak bisa hidup selamanya atau menjadi abadi, akan ada foto atau album untuk menyimpan kenangan itu dan jika hidup seperti kanvas maka akan jauh lebih mewarnainya di banding hitam putih.
Seperti itulah cinta...
Begitu banyak warna di dalamnya.
...
"Asa sepertinya kau harus berobat ke psikiater?"ucap Akira dengan nada pelan.
Saat ini mereka berdua duduk dibangku kayu yang ada disana.
Seperti dua orang pacaran yang mojok saja.
Suasana hening dan angin yang berhembus mendukung ketenangan itu sampai suara Akira mengudara untuk bertanya.
"Aku tidak membutuhkan itu, dengan kau selalu disampingku maka aku akan sembuh dear."ucap Asa.
Akira yang mendengarkan hanya diam tapi di hatinya dia berucap.
'Iya sih tapi kan jantung Akira dag Dig dug terus kalo dekat Asa.'
Sayangnya dia tak berani mengucapkan langsung pada gadis di depannya ini.
Tiba-tiba Asa lalu menangkup wajah Akira hingga bibir pemuda itu maju beberapa senti.
"Saat lulus nanti aku akan datang kerumah dan melamarmu."
"Hm? uhuk! Apa!"Akira sedikit terbatuk saat berusaha melepaskan wajahnya dari tangan Asa dan menatap gadis itu tak percaya seolah barusan yang di dengarnya hanyalah omong kosong.
"Kenapa?apa kau tidak ingin hidup bersamaku sampai kita tua Akira?"tanya Asa dingin.
Akira meneguk ludahnya kasar, tatapan lembut gadis itu berubah, dalam hati dia merutuki segala kesialan yang menimpanya saat ini.
"T-tidak bukan itu tapi..."
"Kau tidak perlu khawatir, saat kau menikah denganku aku akan menyiapkan mansion yang besar untuk tempat tinggal kita berdua, dan saat kita sudah menikah kita akan pergi kepulau terpencil untuk -"
Untunglah Akira dengan cepat membekap mulut gadis itu jika tidak Asa yang mode cerewet akan berbicara melantur tak jelas dan sembarangan.
__ADS_1
"Asa...apa kau tak memikirkan apa yang ingin kau ucapkan barusan?kenapa kau berpikir sejauh itu."
"Itu adalah rencana hidupku Akira, oh ya apa kau memikirkan hal tidak-tidak tadi?"
Pertanyaan Asa balik menyerangnya membuat Akira kikuk.
Tapi detik berikutnya kita pasti tau bahwa Asa adalah gadis yang agresif dan langsung mencium bibir Akira yang sedikit terbuka.
...
Di sisi lain, kita melihat seorang pemuda yang tampak berjalan dengan langkah terseret di sepanjang setapak jalan.
Pemuda itu masih memakai seragam SMA, namun tidak seperti anak SMA umumnya yang berpakaian rapi, baju pemuda itu telah compang-camping dan bagian celananya robek hingga memperlihatkan dalam lutut yang berdarah.
Wajah pemuda itu juga pucat tetapi tak ada lebam, hanya rambut acak-acakkan dan sorot mata yang kosong menatap ke depan.
Hingga...
Bruk!
Bersamaan pemuda itu jatuh diatas trotoar ada sebuah motor besar yang di kendarai pemuda lain di sana.
...
Sang ibu hanya diam begitu juga lainnya saat bertatap dengannya, tapi wanita itu langsung menghampiri sang putra sulungnya itu.
"Cepat pergi kekamar dan jangan turun kebawah sebelum ibu memanggilmu makan malam oke."ucap sang ibu.
Dahi Akira berkerut saat melihat adiknya itu menunduk di depan seorang wanita dan pria seumuran orang tuanya duduk di sana.
"Bun mereka siapa?"tanya Akira.
"Mereka..."
"Pokoknya saya ingin meminta tanggung jawab kalian, karna ulah putra anda anak saya koma di rumah sakit!"ucapan wanita itu membuat Akira tertegun saat melihat adiknya di sudutkan dan di tunjuk-tunjuk tak sopan oleh orang asing itu.
Baru saja dia melangkah kesana sang ibu menariknya.
"Bun tapi Jio..."
"Bunda mohon kamu jangan ikut campur kedalam masalah adikkmu."ucap ibunya.
Akira mengeleng keras, dia sangat tak terima adikknya di salahkan kakak mana yang tega melihat adikknya seperti itu.
"Tidak Bun, aku harus membantu Jio sebenarnya apa yang terjadi katakan pada Akira kalau enggak Akira gak mau makan sampai besok!"ancam anak itu membuat ibunya menghela napas dengan sifat keras kepala anaknya.
__ADS_1
"Mereka adalah orang tua dari salah satu murid di sekolah Jio, anaknya mengalami kecelakaan dan kebetulan adikmu berada di tempat kejadian hingga mereka datang kerumah dan menuduh Jio bahwa selama ini adikkmu membully anaknya.
Ibu tak ini tak benar tapi mereka terus meminta tanggung jawab agar Jio memutuskan keluar dengan suka rela dari sekolah itu tapi saat ayahmu bertanya pada adikmu dia..."
"Apa yang Jio katakan bu?"tanya Akira mendesak saat ibunya diam dan membuatnya binggung.
"Jio mengatakan kalau dia memang pernah membully anak malang itu..."ucap sang bunda lirih.
Akira membulatkan matanya, dia sangat tak percaya.
Tanpa sengaja dia melihat pandangan tajam adikknya itu kearahnya.
Seolah-oleh mengatakan
'Jangan membelaku di depan bunda.'
Tunggu?
Apa maksudnya itu?
Apa ada yang berusaha di sembunyikan adiknya itu tentang kebenarannya?
Dan kenapa adiknya mau menjadi pelaku yang di salahkan oleh korban?
"Akira pergi ke kamarmu ini urusan ayah dan ibu untuk mendidik adikmu agar dia tak melakukan kesalahannya lagi."ucap ayahnya tegas.
Akira heran kenapa ayahnya begitu percaya dengan omong kosong itu tapi sebelum dia berucap dadanya kembali sesak mungkin itu efek pikiran berat dari kejadian hari ini dan masalah yang datang di hidupnya akhir-akhir ini.
"Akira ayo ibu antar...hei nak ASTAGA..."
...
Hiding your true feelings and trying to make everyone happy won't make you better, it will only make you a liar.
Menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya dan berusaha membuat semua orang bahagia tidak akan membuatmu lebih baik, Itu hanya membuatmu menjadi pembohong.
Terkadang kebenaran menyakitkan lebih baik dari pada kebohongan yang membuatmu tersenyum, tidak ada gunanya membohongi perasaan diri begitu halnya cinta dalam diam.
Karna ketika cinta diam itu terlambat maka kau akan menyesal cinta itu telah di miliki oleh orang lain dan kau kehilangan pegangannya untuk selamanya.
Satu hal yang kau perlu tau...
Definisi kebohongan sama seperti jebakan musang dan kebenaran sama seperti danau yang tenang.
Jika kau memilih keduanya maka kau harus pintar mencari tau jawabannya.
__ADS_1