The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Hana dalam bahaya!


__ADS_3

A weak mind always sees things through a black veil. The soul makes its firmament; your soul is dark, that is why you see a cloudy sky.


Pikiran yang lemah selalu melihat segala sesuatu melalui selubung hitam. Jiwa membuat cakrawalanya sendiri; jiwamu gelap, itulah sebabnya kamu melihat langit yang mendung.


Ketika seseorang kehilangan sebuah keyakinan maka ia dengan mudah dia terjun ke dalam jurang keputusasaan.


Hanya satu hal yang bisa menariknya kembali yaitu tali dan uluran tangan dari seorang sahabat.


...


Hana saat ini berada dalam bis bersama teman-temannya.


Beberapa orang dalam bis asik bercanda tawa dan bermain atau menyanyikan lagu camping.


Berbeda dengan Hana yang sibuk mencoret bukunya dengan pensil.


Ya dia sangat suka mengambar dan mungkin tidak banyak yang tau terutama kakaknya yang tsundere itu.


Tapi Hana tau bahwa Haru adalah sosok kakak yang perhatian sebenarnya.


Hana lupa pada kejadian di masa lalu di mana Haru mengidap bipolar karna depresi kehilangan ayah kandungnya.


Akan tetapi kini kakaknya menjadi lebih baik, dan mulai terbuka secara perlahan terutama pada ayahnya.


Hana memang tau atau pura-pura tak tau karna dia menyayangi Haru seperti keluarganya sendiri. Waktu itu dia masih kecil, tak memahami apa perasaan yang di alami Haru dulu.


Namun dia tetap bersyukur bahwa dia adalah bagian keluarga dari Haru.


"Hana coba lihat!"ucapan teman yang duduk disampingnya membuat Hana menghentikan aktivitasnya mencoret buku.


Di depan mereka sebuah hutan yang cukup lebat dan hijau menandakan bahwa mereka telah sampai di lokasi camping mereka.


Hana memandang hutan itu dengan tatapan yang sulit di artikan sementara teman-temannya mulai berkemas mengambil beberapa tas pakaian dan perlengkapan mereka.


"Hana Bu guru menyuruh kita turun!"


Lagi-lagi Melly menyadarkan lamunan Hana dengan menepuk pundaknya.


Hana nampak sedikit tersentak lalu mengangguk.


Tanpa mereka sadari bahwa gerak-gerik rombongan teman Hana di awasi oleh seseorang yang berdiri di atas pohon yang tumbang.

__ADS_1


Hana yang baru saja keluar tanpa sengaja melihat sosok itu lalu saat dia menoleh kearah Melly sosok itu tiba-tiba saja menghilang.


"Aneh..."gumamnya.


"Aneh kenapa?"tanya Melly gadis berkucir kuda itu.


"Aku tadi melihat seseorang ah mungkin itu hanya halusinasi ku."ucap Hana.


"Huh?tapi dari tadi aku tak melihat siapapun kecuali kita."ucap Melly.


"Sudah kubilang mungkin itu hanya halusinasiku."


Hana lalu segera menarik tangan temannya untuk mendekat ke rombongan yang lain karna jika mereka terpisah bisa-bisa di marahi oleh guru.


Setelah mendengar arahan dari guru kini mereka berada dalam hutan.


"Kita camping di hutan ini apa tidak tersesat?"tanya Melly entah pada siapa.


Sama seperti Hana dia juga merasa aneh karna setelah mendirikan tenda beberapa dari yang lain memilih jalan-jalan untuk mencari tempat selfie tentu setelah meminta izin pada guru dengan batas tak boleh masuk kedalam hutan lebih jauh.


"Apa maksudmu?"tanya Hana heran, ngomong-ngomong mereka berdua akan tidur di tenda yang sama karna se team.


Team terbagi menjadi empat orang, dua gadis dan dua laki-laki tapi mereka terpisah tenda masing-masing kecuali Hana dan Melly yang memutuskan untuk satu tenda toh mereka juga sama-sama perempuan.


"Kau tau aku baru menemui hutan dengan banyak pohon besar disini, dan mungkin saja jika kita tak membuat tanda kita akan mudah tersesat mencari jalan keluar ke jalan raya tadi, oh ya katanya dan penjaga hutan apa kau melihatnya Hana?"tanya Melly.


Hana hanya mnegeleng, dia memang tak melihat seorang pun di sekitar hutan ini kecuali rombongan camping mereka.


"Seperti kita salah memilih tempat camping..."gumam Melly masih bisa di dengar Hana.


Entah kenapa Hana jadi teringat akan perkataan kakaknya Haru.


Hana lalu mengambil ponselnya di ransel.


"Apa ada sinyal?"tanya Melly.


Hana mengeleng.


"Aku akan pergi ke jalan raya untuk mencari sinyal kau tunggu di sini."Tanpa persetujuan Melly Hana lalu bergegas pergi dari sana.


"Ish kok aku tinggalkan sendirian sih."gerutu Melly sebal dengan sikap Hana, ya walaupun dia berada di dekat tenda tapi jika sepi kan takut juga apalagi Hari mulai gelap dan mereka belum sempat membuat api unggun.

__ADS_1


...



"Cek, di mana sinyalnya?"ucap Hana karna tak menemukan sinyal.


Jalan raya tempat bis mereka sangat sepi, bahkan satupun kendaraan tak ada yang lewat di tempat itu membuat Hana binggung karna baisanya jalan raya itu ramai.


Dan saat ini dia berdiri di pinggir jalan sendiri dengan membawa ponsel berharap mendapat sinyal tapi malah sinyal di area hutan itu tak ada sama sekali.


"Ini sudah setengah hari, aku tak menyangka bahwa perjalanan akan sangat jauh dan aku sedikit curiga dengan sosok yang mengintaiku tadi."ucap Hana.


Jujur saja dia sedikit takut, tapi dia tak mau mengatakan yang sebenarnya pada teman-temannya karna takut kalau camping mereka akan kacau, padahal dia juga mengharapkan camping mereka berjalan dengan lancar tapi yang sesuatu menganjal hatinya membuatnya menjadi tak tenang.


Tiba-tiba...


Srek...srek...


Hana membulatkan matanya melihat seseorang berbaju serba hitam yang berjalan tak jauh darinya di pinggir hutan sebelah kiri sedangkan Hana berada di sebelah kanan.


Rupanya suara itu berasal dari orang itu yang tengah menyeret kepala rusan yang masih berdarah.


Hal itu sangat membuat Hana shock hingga membeku, dan saat orang itu berhenti, jantung Hana berdetak lebih kencang karna tubuhnya tak bisa ia gerakan karna dirinya masih menatap tak percaya pemandangan di depannya.


Dring...dring...


Suara getaran ponsel kembali menyadarkan akalnya, anehnya orang itu juga pergi karna mendengar suara ponselnya atau mungkin tidak menyadari keberadaan Hana karna sedikit terhalang pohon besar.


Untung saja Hana berdiri di depan pohon itu, begitu pemikirannya yang mengatakan bahwa kali ini dia beruntung.


Terlihat di layar ponsel muncul nomer yang familiar, Hana yang melihat itu segera menjawab panggilan itu.


"H-halo?"ucap Hana sedikit gugup.


Tangannya bahkan gemetar entah kenapa.


'Halo Hana, ini aku oh ya kenapa suaramu seperti takut seperti itu?apa ada sesuatu yang terjadi?'tanya Haru di seberang sana.


"Ah tidak apa-apa kak, tadi aku mencari sinyal untuk menelpon kakak ternyata perjalanannya cukup jauh jadi maaf aku terlambat menelponmu."


'Tidak apa-apa, sekarang aku kan menelponmu lebih dulu jadi kalian sudah sampai bagaimana tempatnya?apa sangat menyenangkan?'

__ADS_1


Sayangnya Hana tak bisa menjawabnya dan diam, karna hutan bukanlah tempat yang menyenangkan.


__ADS_2