
Akira melangkahkan kakinya ke kantin dengan lemas.
Wajah yang biasanya ceria itu tergantikan lesu.
Dia lapar dan lelah untung saja bel masih belum berbunyi jadi masih sempat untuk memesan mie goreng spesial seporsi.
Membayangkannya saja membuat air liur ingin menetes.
Namun dia terkejut karna disana ia melihat Haru yang duduk seorang diri tanpa Asa dimeja yang biasanya tempat mereka makan.
Oh ya Asa bilang dia ada urusan,dan Haru bukannya temannya itu seharusnya masih dikelas tadi?
Dia lalu menghampiri temannya itu.
"Haru?"
"Kau dari mana saja?"
Akira berkedip lalu menggeleng.
"Habis dari toilet."
"Lama sekali...ini juga hampir bel lho cepat pesan makanan sebelum perutmu berbunyi terus sepanjang pelajaran."cerocos Haru membuat Akira terkekeh karna temannya itu tak pernah berubah.
Akira lalu pergi untuk memesan makanan, sedangkan Haru menunggunya sambil menikmati jus jeruk yang dipesannya tadi.
"Akhir-akhir kau seperti menyembunyikan sesuatu Akira..."gumam Haru.
"Siapa?"
"Astaga!kau membuatku terkejut!"ucap Haru sambil memegang dadanya.
Akira hanya cengengesan melihat raut kaget temannya itu.
"Cepat sekali..."
"Kau kan menyuruhku cepat."
"Iya juga sih."ucap Haru melihat Akira yang sudah ada dibelakangnya lalu pemuda itu menarik kursi dan duduk di sampingnya.
"Haru..."ucap Akira pelan.
"Hm?"
Akira memainkan jarinya, jika dia merasa gugup entah kenapa kebiasaannya dari kecil tak pernah berubah.
Pemuda tampan bernama Haru itu mengangkat sebelah alisnya.
Haru memang tampan,dengan kulit putih,rambut hitam legam,iris mata berwarna coklat hanzel ,alis tebal ,hidung mancung dan bibir berwarna merah alami.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Apa kau mengenal Andre?"
Mata Haru sontak membulat dan memegang kedua bahu Akira.
"Apa kau tak sengaja bertemu dengannya?kau tak apa-apa kan!jika dia sampai melukaimu maka aku tak akan memaafkannya!"
"Hei kawan tenanglah...aku tidak apa-apa."ucap Akira sedikit terkejut dengan reaksi Haru.
"Kau jelas tau siapa itu Andre Akira!"
"Ya aku tau dari orang lain, lagi pula aku tak pernah berurusan dengannya semenjak kau menyuruhku untuk selalu menjauhinya ketika berpapasan dengannya.Aku jadi penasaran apa kau dulu mengenal Andre?Haru?hei... jawab aku!"ucap Akira saat melihat Haru terdiam.
Dia tak pernah tau alasan sebenarnya Haru menjauhi Andre, memang banyak para siswa yang berusaha tak berurusan dengan berandal kampus akan tetapi tidak bagi Akira.
Hal itu membuatnya penasaran tentang siapa sosok Andre sebenarnya.
Sementara itu, Haru lalu menatap Akira serius.
Dia tau temannya ini tak bisa melihat orang yang menderita didepannya, tapi kewajibannya juga karna dia harus melindungi sahabatnya bukan.
"Aku memang mengenalnya tapi itu dulu, dan mungkin sudah sangat lama hingga aku tak mengingatnya, Andre adalah berandal kampus yang membully orang lain yang mencari masalah tau menganggunya dan sikembar juga selalu bersamanya.Sebaiknya kau jangan mencampurinya Akira..."
Haru takut...
Akira akan menjadi korban bully dari seseorang yang entah bagaimana ada diingatakan masa lalunya.
Itu sebabnya dia selalu menolong atau berusaha menggagalkan rencana penindasan Andre.
Entah kenapa ada perasaan ragu mendengar ucapan Haru tadi.
"Aku tak bisa mengingatnya..."ucap Haru lirih.
"Haru aku bertemu dengannya tadi."ucap Akira membuat Haru tersentak.
"Lalu?"
"Kau tenang saja karna selama aku bisa bertahan aku yakin dia akan melepaskanku."
"Apa maksudmu?katakan Akira!apa yang dia perbuat padamu!"ucap Haru terlihat marah dan cemas pada sahabatnya.
Akira mengeleng, dia merasa harus segera menyelesaikan kesalahpahaman antara mereka, jika dia memberitahu Haru langsung maka akan semakin sulit karna kalau Haru anak itu akan jauh lebih mengerikan dibanding Asa.
Dia merasa sifat Andre seperti itu karna ada sesuatu, bukankah seseorang yang berubah jahat selalu memiliki alasan dibalik itu?
Seperti film Joker yang menceritakan masa lalunya yang kelam dan kejahatan Joker di masa depan.
Terkadang untuk menghakimi seseorang adalah kita tau dari balik layar hidupnya.
Dan memutuskan apa orang itu pantas dihakimi atau tidak?
Akira menyentuh kening Haru membuat pemuda itu binggung dengan apa yang dilakukannya.
"Aku minta padamu seperti yang kau katakan padaku tentang Andre..."ucap Akira datar.
__ADS_1
"Akira..."
"Aku belum selesai, kita akan lihat alur ceritanya akan seperti apa begitu halnya denganku.Aku merasa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku begitu pun Asa...kau selalu berkata bahwa aku tak boleh menyembunyikan sesuatu apapun dari kalian tapi untuk kali ini aku ingin memastikan sesuatu dan memecahkan sebuah masalah."
"Masalah?"
"Tentang buku benang merah itu..."
Deg!
'Apa Akira sudah tau?'ucap Haru dalam hati.
Sedangkan Akira anak itu memasang pose berpikir yang membuat ibu kantin yang kebetulan mengantar pesanannya gemas.
'Sepertinya aku harus mencari taunya sendiri agar petunjuk keberadaan buku merah itu ditemukan.'
...
Bella baru saja mengambil tasnya yang ada di loker.
Rencananya dia akan pulang dan membolos, walaupun Bella merupakan siswi yang nakal tapi dia mempunyai kecerdasan diatas rata-rata hingga membuat para dosen heran.
Gadis itu berjalan santai sambil memainkan kunci mobilnya.
Akan tetapi saat dia sampai diparkiran mobil.
Dia terkejut saat melihat buku benang merah yang selama ini ia cari berada diatas jok mobilnya.
Entah bagaimana buku itu berada disana sempat membuat Bella binggung.
Dengan cepat Bella lalu mengambil buku itu dan memasukannya kedalam ransel tasnya.
Dia membuka pintu mobil lalu menyalakan mesin dan langsung pergi dari kampusnya.
...
Sudahkah kalian menonton serial film Joker dengan genre cerita seru tentang psikologis dan kejahatan?
Sinopsis film Joker yang tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2019 lalu, di mana Joaquin Phoenix memerankan tokoh Arthur Fleck, seorang badut pesta yang hidupnya begitu malang tapi juga amat bengis dan jahat.
Pada intinya, film Joker merupakan sebuah film antihero garapan DC yang berkisah soal kehidupan Arthur Fleck, seorang badut pesta yang hidup berdua dengan ibunya yang sakit-sakitan dan miskin.
Dalam film Joker, Arthur Fleck adalah orang malang yang berusaha mencari jati diri di Kota Gotham. Sebagaimana yang diceritakan ibunya dalam salah satu scene film, tujuan hidup Fleck ialah membuat orang tertawa.
Selain berprofesi sebagai badut, Fleck juga menjalani pekerjaan sebagai komika pada malam hari.
Namun, di kehidupan malangnya, komedi yang kerap dikeluarkan Fleck justru menjadi bumerang bagi kehidupannya sendiri: pada satu waktu, Fleck merasa kesal dan hina lantaran terus dijadikan bahan tertawaan hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk merencanakan sebuah kejahatan.
(Intinya alur ceritanya sedih dan mungkin akan membuat kita lebih mengenal tentang dunia psikologis dan kejahatan didunia kawan,kalian suka gak film joker? kalau author sih suka film yang begitu seru deh.ðŸ¤)
__ADS_1