
Satu hari yang lalu.
Akira dan Asa jika kita mengenal dua karakter tersebut maka kita akan berpikir kalau keduanya memiliki kesamaan.
Saat ini Akira tengah menunggu Asa di rumahnya, rencananya mereka berdua akan membeli novel di toko buku.
"Kak apa kau akan naik apa?"
"Mobil, aku tau kalau ayah pasti tidak memperbolehkan ku naik motor padahal itu akan sangat keren jika kami berdua naik motor."ucap Akira.
"Jangan mengada-ngada kau belum belajar mengendarainya, itu karna pakaianmu dan Asa lagi-lagi Couple."ucap Jio yang tengah duduk di sofa.
Saat ini Akira memakai kaos sweater putih dan celana jins abu-abu.
Akira terlihat tampan dan manis bersamaan ketika memakai kaos sweater yang kebesaran dari tubuh mungilnya itu.
Ya walaupun tubuh Akira itu tidak terlalu mungil di banding Asa, mereka berdua memiliki kesamaan hingga sering di sebut kakak adik.
"Jio bukankah pacar yang romantis itu harus mempunyai style sama dengan pasangannya?makanya cepat cari pacar sana baru kenalin ke kakak!"ucap Akira malah memberi petuah.
Sedangkan Jio hanya mengelengkan kepalanya saja, lalu melanjutkan acara menonton tv nya.
Akira yang di cueki adiknya itu mendengus sebal, baru saja ia akan menghampiri Jio tetapi suara bel rumah membuatnya menghentikan niatnya.
Anak itu langsung berlari untuk membuka pintu rumahnya.
Clek!
"Hai."
"Asa!kau cantik!"ceplos Akira memuji Asa.
Ternyata tak buruk juga jika mereka berdua selalu berpakaian Couple kalau keluar rumah berdua bukan.
Pipi Asa memerah mendengar pujian dari orang yang di cintainya.
Tangan lentik Asa berusaha menyentuh poni Akira yang masih berantakan dan menata nya.
"Thanks."ucap Akira tersenyum melihat perlakukan kecil Asa yang begitu memperhatikan ya.
"Ehem!"
Tiba-tiba suara Jio menganggu mereka berdua.
"Kak jangan lupa belikan aku burger king, aku lapar."ucap Jio datar.
__ADS_1
"Heh!beli sendiri kan bisa!"
"Aku malas keluar, berhubung kau ingin keluar bersama pacarmu kenapa tak sekalian saja membelikan aku, oh atau kau tak sayang lagi dengan adikmu ini ya."
"Iya-iya Jio aku akan ingat!"ucap Akira akhirnya pasrah.
Terkadang dia binggung, sikap dingin Jio itu berubah sangat manja jika di dengannya bahkan dengan ayahnya sendiri pun Jio tak pernah meminta ini itu.
Katakan ya Jio itu anak yang rajin menabung dan ber wirausaha karna kalau dia amat menginginkan sesuatu maka dia akan membelinya dengan uangnya sendiri.
Apa cita-cita Jio entahlah Akira tak tau.
Dia saja belum menanyakan hal itu pada Jio.
"Akira ayo kita pergi."ajak Asa menyadarkan lamunan Akira.
"Oke."
...
"Akira apa kau ingin membeli sesuatu?"
Akira mengeleng, dia menatap buku yang ada di tangan Asa.
"Asa membeli buku apa?"
"Huh?"
Asa tersenyum tipis melihat ekspresi Akira dia lalu menarik tangan pemuda itu dan memojokkan Akira di ujung rak buku yang sepi.
"Kau tau alasanku membeli novel percintaan adalah agar aku belajar untuk menjadi pacar yang manis."
"Asa tunggu..."wajah Akira mundur saat melihat wajah Asa yang makin dekat kearahnya hingga hidung mereka bersentuhan.
"Tapi sepertinya bukan aku yang manis tapi kau yang terlalu manis untukku Akira, terkadang aku berpikir apa kita pasangan yang cocok dan sempurna tapi itu hanyalah pikiran naif ku."
"Pasangan bukan tempat mengenal kata sempurna, pasangan adalah tempat mengenal sandaran yang nyaman dan belajar untuk menjadi lebih baik Asa, aku menerima semua yang ada pada dirimu Asa."ucap Akira menyela ucapan Asa.
Asa lagi-lagi tertegun dengan ucapan Akira, dia tak salah memilih seseorang yang di sisinya ini karna dia tau bahwa dia dan Akira pasti di takdirnya untuk bersama.
"Aku mencintaimu...tidak tidak, sangat menginginkanmu."ucap Asa membuat Akira terkekeh tapi dia terkejut saat merasakan benda kenyal itu mulutnya.
Asa memang agresif saat mencium seseorang hingga membuatnya kewalahan, tapi bibir Asa sangat manis dan lembut hingga tak mampu membuatnya untuk menolak tindakan gadis itu.
__ADS_1
Ya seharusnya ini benar kan?
Asa itu...
Benar-benar mencintainya karna rasa saling suka.
Kalau Akira...
Dia juga menyukai dan mengagumi Asa kok, dan perlahan rasa itu menjadi cinta yang tumbuh di hatinya.
"Hem..Asa ....aku sulit em bernafas!"ucap Akira di sela ciumannya karna gadis itu masih mencium bibirnya rakus.
Setiap kali selesai berciuman bibir Akira yang terlihat sangat bengkak, dan terluka di sudut bibirnya.
Terkadang Akira membalas ciuman Asa tiba-tiba tapi tak dapat mengimbanginya hingga membuat bibirnya terluka.
Dia mengelus surai rambut gadis itu dan beberapa menit akhirnya Asa melepaskan tautan ciuman mereka.
"Maaf, aku terlalu bersemangat."
"Y-ya tidak papa."ucap Akira gugup melihat tatapan sayu Asa yang masih berjarak beberapa senti dari wajahnya.
"Akira, aku bukan orang yang masokis tapi entah kenapa setiap kali menciummu aku jadi lepas kendali dan ingin terus melakukannya."
"A-sa mengertilah...kita ada di tempat yang terbuka , aku takut ada orang yang memergoki kita bertindak tak senonoh."
Asa lalu menangkup wajah Akira.
"Aku ingin melakukan lagi bolehkah?"pinta Asa pelan tapi tentu saja Akira masih mendengarnya.
Sepertinya dia akan cepat mati karna kehabisan nafas.
See the worst and I stay true. I saw you as a friend until I realized that I love you. Baby, you're all I want You are what I need in my life. You are mine. The first time you touched me I knew I was born to be yours. The greatest thing you'll ever learn is to love and be loved in return.
Melihat yang terburuk dan aku tetap setia. Aku memandang kamu sebagai sahabat sampai aku menyadari bahwa aku mencintaimu. Sayang, hanya kamu yang aku inginkan. Kamu adalah apa yang aku butuhkan dalam hidupku. Kamu adalah milikku. Pertama kali kamu menyentuhku, aku tahu aku dilahirkan untuk menjadi milikmu. Hal terbesar yang pernah kamu pelajari adalah mencintai dan dicintai sebagai balasannya.
....
Aku menemukan kata ini di artikel, mungkin ada sedikitnya yang dengar dan tau tentang orang yang menyebut dirinya masokis.
Masokis adalah kelainan seksual yang berbahaya karena dapat melukai diri dan pasangannya, bahkan sampai mengakibatkan kematian.
Masokis bisa mewujudkan fantasi seksualnya dengan melukai diri mereka sendiri, misalnya dengan menyayat kulit tubuh atau membakar diri sendiri. Jika ia melakukan adegan masokisme seksual bersama pasangan, mereka mungkin melakukan hal yang berbahaya, seperti bermain perbudakan, perkosaan atau kekerasan seksual, maupun pemukulan seperti KDRT.
Jadi masokis itu kayak toxic dalam percintaan tapi dengan cara ekstrim.
__ADS_1
Beda ya kalo toxic relationship.