The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Side story(Haru & Akira)


__ADS_3

You know you've found your soulmate when you don't have to be together all the time. You can give each other space with confidence. However, even when you were apart, you never stopped thinking about each other.


You can meet thousands of people and no one will touch you. And then one day, someone may walk in and touch your soul and before you know it, your life has changed forever.


Your Soulmate is your home. It's okay to be yourself when you're with a soulmate. When you are with your soulmate, you feel safe.


Kamu tahu kamu telah menemukan soulmate-mu ketika kamu tidak harus bersama sepanjang waktu. Kamu bisa saling memberi ruang dengan percaya diri. Tetapi, bahkan saat kamu berpisah, kamu tidak pernah berhenti memikirkan satu sama lain.


Kamu dapat bertemu ribuan orang dan tidak ada yang akan menyentuhmu. Dan kemudian suatu hari, seseorang dapat masuk dan menyentuh jiwamu dan sebelum kamu menyadarinya, hidupmu telah berubah selamanya.


Soulmate-mu adalah rumahmu. Tidak apa-apa menjadi diri sendiri saat kamu bersama soulmate. Saat kamu bersama soulmate-mu, kamu merasa aman.


...


Mereka berdua masih kecil, Haru, Akira, dan Asa berumur 9 tahun.


Saat itu Akira kecil sangat suka bermain di luar bersama teman-temannya, walaupun rumah Haru bisa di bilang agak jauh di banding tetangganya Asa, akan tetapi anak itu pernah berjalan kaki sampai kerumah Haru dan berakhir di marahi orang tuanya bahkan Haru juga sering mengomeli nya karna takut temannya itu kenapa-kenapa di jalan apalagi Akira mempunyai asma.


Ya Akira tau maksud Haru baik.


Tapi namanya Akira dia anak yang sedikit bandel, entah pagi, siang, sore atau malam dia tetap kekeuh kerumah Haru untuk bermain dan terkadang menginap seharian, sampai suatu hari Akira tidak pernah datang lagi kerumah Haru sampai beberapa bulan.


Hal itu membuat Haru heran sekaligus merasa bersalah, dia sangat khawatir pada temannya.


Jujur saja dia sudah mulai biasa dengan keberadaan Akira dan dia merindukan sahabatnya itu.


Walaupun Akira sering main dan menginap di rumahnya.


Keluarganya juga tak pernah mempersalahakan, karna Akira sendiri anak yang sangat mengemaskan.


Alasan Haru jarang keluar rumah adalah dia masih belum terbiasa, semenjak kematian sang ayah dia menjadi anak pendiam akan tetapi perubahan itu tak pernah di sadari sang ibu,hingga perlahan dia kembali menjadi anak ceria tentu saja itu karna Akira.


Baiklah Haru sudah memutuskan, sekarang dia akan pergi kerumah temannya untuk menemui Akira.


...


Tok tok tok

__ADS_1


Clek!


"Eh ada Haru!? mencari Akira ya?"tanya ibunya Akira karna mengenali teman dekat putranya itu.


Musim hari ini sedikit dingin jadi Haru memakai sweater berwarna coklat dan celana yang senada walaupun ini masih pagi.


"Iya Bun, Akira kemana ya?"tanya Haru sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ada kok di dalam, ayo masuk!"ucap wanita itu ramah.


Anak laki-laki itu sedikit membungkukkan badannya dan masuk kerumah Akira.


Dia memandang sekelilingnya untuk mencari teman kecilnya itu tapi sepertinya dia tak menemukannya.


"Akira berada di kamarnya Haru, kalo mau menemui silakan kesana."ucap wanita itu yang mengerti.


Haru kecil mengangguk lalu sedikit berlari keatas tangga karna walau jarang ke rumah Akira tapi dia masih menghapal dengan baik di mana letak kamarnya sahabatnya itu.


"Kalo dia di pikir-pikir Haru seperti kakaknya Akira..."kekeh wanita itu.


Sementara itu.


Teriakan itu membuat bocah mungil yang asik bergelung dengan selimut tersentak, dia lalu menyembulkan kepala sedikit mengintip kearah bocah laki-laki yang kini berdiri di depan pintunya.


"Haru kok bisa kesini?"tanya Akira binggung tapi tak mendapat jawaban dari temannya itu karna Haru langsung menghampirinya dan duduk di tepi ranjang.


"Akira apa kau sakit?"tanya Haru khawatir sekali.


Akira memiringkan kepala sambil mengedipkan matanya polos memandang ke Haru.


"Tidak, aku baik-baik saja."


"Lalu kenapa kau masih berselimut?"


"Hehe aku hanya ingin, habisnya aku bosan berdiam di kamar semenjak asmaku tadi malam kambuh."


Mendengar itu Haru terkejut, dia lalu memegang kedua pundak temannya.

__ADS_1


"Jadi alasanmu akhir-akhir ini tak datang lagi kerumahku karna asmamu kambuh?sudah kubilang kan jangan sering kecapean."


Akira tidak tau saja Haru juga berjalan kaki kerumahnya.


"Huh?bukan itu Haru, beberapa hari itu awal tahun kakek datang dan membawaku kerumahnya jadi selama beberapa bulan itu aku berada di sana.


Soal asmaku hanya kambuh malam kemaren karna aku tak sengaja bermain kejar-kejaran dengan Jio sampai dadaku sesak."ucap Akira menjelaskan.


Namun hal itu tak membuat Haru lega.


Dia memandang Akira dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kalo Hari kesini di antar siapa?"


Pertanyaa Akira membuat Haru diam, tapi kemudian bocah itu tersenyum sambil mengelus kepala temannya.


"Kau tau, aku sangat mengkhawatirkanmu saat kau sama sekali tak memberi kabar tentangmu, kita sudah dekat dari lama awalnya aku memang tak memperdulikan mu tapi lama-kelamaan tingkahmu yang selalu mengangguku itu membuatku paham bahwa kau ingin selalu di sisiku tanpa meninggalkanku pada kesepian lagi, padahal dulu saat kecil aku yang menempelimu tapi sekarang kau menempelimu itu aneh tapi keanehan itu membuat persahabatan yang sangat hebat dan luar biasa.


Akira maafkan sikapku yang salah...


Apa kau masih mau berteman denganku?"


Akira mengangguk antusias dan lalu memeluk Haru hingga membuat bocah itu terkejut.


"Apa yang katakan sih?tentu saja aku mau dan akan selalu menjadi temanmu Haru, karna aku sudah berjanji pada diriku sendiri tak pernah meninggalkan seorang sahabat."ucap Akira membuat tertegun.


Dia lalu membalas pelukan Akira tak kalah erat, gemas sekali dengan temannya ini.


"Oh ya lain kali, jangan pernah menghilang dari sudut pandang ku lagi ya jika ada urusan mendesak mau tak mau kau harus memberitahuku terlebih dahulu itu perintah bukan paksaan."ucap Haru.


Sedangkan Akira hanya mengangguk saja.


Manusia itu di ciptakan dengan mempunyai keunikan tersendiri, hingga takdir dan nasib mereka berjalan sesuatu perbuatan dan sikap mereka yang peduli terhadap manusia lain.


Apa kau merasa unik di banding temanmu?


...

__ADS_1


Someone who plays on your weaknesses and insecurities is not your soulmate. Your Soulmate will make you feel safe and protected. He will accept you as you are.


Seseorang yang mempermainkan kelemahan dan ketidakamanan Anda bukanlah soulmate Anda. Soulmate Anda akan membuat Anda merasa aman dan terlindungi. Dia akan menerima Anda apa adanya.


__ADS_2