The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Insiden berdarah


__ADS_3

The beauty of brotherhood is not only because of blood ties, when you feel your energy always increases when you are with him, that is true brotherhood. When someone feels very righteous, then he has become a threat to his brotherhood and brotherhood.


The strong desire to maintain brotherly relations will enable someone to solve problems. The key to the success of a community is not in its leadership, but how closely related its members are.


Keindahan persaudaraan tidak hanya karena ikatan darah, ketika kamu merasa energimu selalu bertambah ketika bersamanya, itulah persaudaraan sejati. Ketika seseorang merasa paling benar, maka ia telah menjadi ancaman bagi tali persaudaraan dan saudaranya.


Kuatnya hasrat untuk menjaga hubungan persaudaraan akan memampukan seseorang menyelesaikan masalah. Kunci keberhasilan sebuah komunitas bukan di pimpinannya, tapi seberapa erat persaudaraan anggotanya.


...


Pemuda itu menggambar pola abstrak di buku miliknya lalu memandang kearah alarm berbentuk rubah di samping meja belajarnya.


"Kak ingin makan di luar?"tanya Jio tiba-tiba beranjak dari kasurnya dan melihat kegiatan kakaknya.


"Apa yang kau gambar?"


Pemuda bermata biru mengeleng lalu mengacak rambutnya sendiri hingga berantakan.


"Ayo!"


Jio mengeryit.


"Katanya mau makan di luar kan?"


Akhirnya Jio mengangguk.


Ya ini masih sore setidaknya dia kan menghabiskan waktu bersama kakaknya, karna mereka jarang keluar bersama semenjak kesibukan masing-masing.


Di sisi lain Akira yang berada dalam kamar mandi gelisah sambil melirik ke arah jam tangannya.


Apa dia benar-benar bisa mencegahnya?


Memang apa yang membuatnya sangat gelisah hari ini?


"Aku harus membuat Jio aman walau itu mustahil...."


...


Setelah berganti pakaian kedua pemuda itu keluar dari rumah, mereka berjalan-jalan di sekitar komplek untuk pergi ke sebuah kedai makan yang menjadi langganan Jio dulu.


Ya awalnya Akira menolak untuk makan di luar padahal anak itu setuju tadi tapi Jio memberi alasan bahwa mereka akan pergi makan di dekat rumah saja dan tak jauh hingga akhirnya anak itu mau.


"Kau kenapa?"


Sebuah pertanyaan mengudara di tengah keheningan mereka.


Akira yang sibuk fokus menatap ke depan melirik sekilas kearah adiknya.

__ADS_1


Orang akan mengira mereka berdua anak kembar karna pakaian mereka sama.


Yaitu Hoodie putih dan celana jens berwarna abu-abu.


"Tidak apa-apa."


"Lalu kenapa tadi kau membatalkan ajakanku?"


Ucap Jio dalam, dia tau ada yang tak beres dengan kakaknya tapi pemuda itu masih kukuh untuk menutupi sesuatu darinya.


Namun sekali lagi ingatkan Akira bahwa yang ia hadapi ada seorang Jio.


Akira tersenyum kikuk entah kenapa dia tak bisa memandang mata hanzel adikknya yang menatap intens kearahnya ya Jio memang seorang pemuda yang memiliki tatapan dalam hingga bisa membaca kebohongan orang lain.


Apalagi dia merupakan kakak sulung dari pemuda itu, hubungan persaudaraan mereka sangat kuat hingga seperti anak kembar.


"Kak..."


"Ya?"


"Jangan khawatir terhadapku, aku lebih menyarankan bahwa kau harus khawatir pada dirimu sendiri, sifatmu yang satu itu paling tidak aku suka."


Ucapan Jio membuat Akira terdiam seribu bahasa.


"Apa kau mempunyai firasat buruk tentangku?jika iya maka aku berjanji itu tidak akan terjadi aku juga berharap bahwa sesuatu yang buruk tak terjadi padamu."


"Jio..."


Akira merasa menjadi manusia yang paling beruntung di dunia karna dia berada di sekitar orang orang baik.


Pemuda itu memeluk sang adik, Jio yang tak siap hampir saja terjatuh jika dia tak memiliki kekuatan untuk menahan bobot mereka berdua.


"Astaga kak...kau hampir saja membuat kita berdua jatuh di aspal!"ucap Jio terkejut.


Akira yang masih memeluk adiknya seperti orang kakak itu hanya tertawa hingga...


Jleb!


Tanpa mereka sadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang mengawasi mereka dari belakang Jio.


Akira yang membulatkan matanya tak percaya saat orang ber hoodie hitam itu berlari kearah Jio dan menusuk punggung adiknya dengan benda tajam berubah pisau.


Dia terpaku begitu halnya Jio yang terkejut dan menahan rasa sakitnya.


"J-jio...ini tidak mungkin....terjadi kan..."ucap Akira mulai terisak, dia merasakan tubuh adiknya memberat ingin jatuh sementara Jio sama sekali tak menjawab ucapannya.


Sedangkan orang ber hoodie hitam itu membeku saat bertatapan langsung dengan Akira, seolah dia menyadari bahwa perbuatannya salah atau benar tidak ada seorang pun yang tau pikiran dan niat liciknya.

__ADS_1


Tapi kenapa saat menatap pemuda bermata biru safir itu seolah rahasianya telah terbongkar.


Targetnya sudah tepat.


Lalu kenapa dia tak kabur dari sana sebelum semua orang menyadarinya?


Lagi pula hanya Akira yang menjadi saksi perbuatannya bukan?


Kenapa kakinya tak bisa ia gerakan.


Dia bisa melihat raut wajah pemuda bermata biru sedih terus menatapnya tak percaya.


Sebenarnya apa arti pandangannya?


Kenapa ia juga terus tertuju padanya.


"Kau benar-benar telah melakukan kesalahan hiks...apa salah adikku hingga kau tega berbuat seperti ini padanya hiks, jika kau membenci dan balas dendam padanya kenapa tidak aku saja...Jio dia tak pernah berbuat jahat justru dia akan langsung membantu orang yang lain yang membutuhkan pertolongan.


Adikku baik hiks dia sangat baik...."


Ucap Akira sambil sesenggukan, dia masih memeluk sang adik yang membuka kedua matanya sambil meringis sakit hingga tak bisa membuatnya berbicara.


Tiba-tiba


"TOLONG SIAPAPUN TOLONG ADIKKU!!!"


Akira berteriak hingga membuat perhatian orang menatapnya.


Dirinya begitu panik saat Jio akan menutup kedua matanya.


Membuat pemuda yang menjadi pelaku itu juga panik karna takut tertangkap.



Ya kejahatan yang ia lakukan telah menjadi bumerang bagi dirinya, keegoisan dan keras kepalanya telah membuatnya melakukan kesalahan yang amat besar.


Tanpa tau bahwa nyawa manusia di pertaruhkan dia hanya berpijak pada kegelapan saja.


Kegelapan bisa indah sesaat tapi bisa menjerumuskan seseorang.


Itu lah yang di namakan kegelapan yang telah menelan hati nurani manusia tanpa sisa.


...


Apologize, even though we are innocent. Forgive even if he doesn't apologize. Forget his mistakes & remember the joy he had with him.


When someone disappoints you, Forgive but don't forget. Remember but never brought it up. Sometimes we are too proud to say sorry that in the end we are the ones who cry.

__ADS_1


Mintalah maaf, meski kita tak bersalah. Maafkanlah meskipun dia tak meminta maaf. Lupakan kesalahannya & ingatlah kegembiraan saat bersamanya.


Ketika seseorang mengecewakanmu, Maafkanlah namun jangan lupakan. Mengingatnya tapi jangan pernah mengungkitnya. Kadang kita terlalu angkuh ucapkan maaf hingga akhirnya kita yang menangis.


__ADS_2