
Kegelapan menjadi momok menyeramkan bagi setiap orang namun sebagian orang menganggapnya sebuah keindahan yang lebih indah dari pada cahaya.
Mari kita berpikir...
Ketika kau melihat pembunuhan di depan mata mu tapi pembunuh itu kabur dan meninggalkan korban bersamamu lalu saat polisi datang dia malah menyalahkan mu dan menghukum mu.
Artinya...
Kegelapan dalam diri seseorang akan datang saat orang itu merasakan tidak ada keadilan di dunia.
The journey of life will always pass through a dark tunnel, for that we need to ensure that the light of the heart never goes out.
Perjalanan hidup akan selalu melewati sebuah terowongan gelap, untuk itu kita perlu memastikan bahwa cahaya hati tidak pernah padam.
...
Suasana sunyi menyelimuti mereka berdua sepanjang waktu, atmosfer dalam ruangannya itu entah kenapa menjadi sangat dingin.
Akira yang merasa dirinya terancam dengan cepat memutuskan kontak mata dengan Bastian, dalam hati dia berdoa agar yang lain cepat datang tapi untuk berteriak saja dia sangat takut.
Walau Bastian lebih muda darinya dia memiliki aura yang aneh di sekitarnya, di lihat dari wajah dan tinggi tubuhnya Akira yakin kalau Bastian hampir seumuran dengan adiknya bernama Jio.
Dia ingin berlari secepatnya dari sana untuk menjauhi Bastian.
Akan tetapi...
"Aku tak bisa."gumam Akira lirih.
Tanpa Akira safar Bastian melangkah mendekatinya.
"Permainannya sudah di mulai tapi kau sepertinya lebih memilih menyerahkan diri ketimbang berlari menghindariku ya, berbeda dengan korban ku sebelumnya mereka akan berteriak dan menangis memohon ampun tapi kau tau itu adalah bagian menyenangkannya..."ucap Bastian dengan kekehan yang mengerikan menurut Akira.
Terkadang pemuda itu berpikir bagaimana anak seusia itu memiliki aura semengerikan seperti itu, dan
Sebentar lagi dia yakin dirinya akan tertangkap.
Grep!
Mata Akira membulat saat Bastian memeluknya erat.
Untuk sesaat dirinya bisa merasakan tubuh dingin seperti mayat di dekapannya, kenapa tubuh anak itu sangat dingin?
Pasti ada sesuatu...
Ya, yang membuat tubuh anak itu menjadi sangat dingin.
__ADS_1
Akira kembali terpaku saat melihat wajah Bastian mendongak keatas melihat kearahnya.
Tatapan itu...
"Aku selalu berada dalam kesepian, dan lukisan-lukisan di dinding adalah teman yang ku ciptakan, apa kau mau menjadi bagian lukisan itu atau menjadi teman boneka kakakku?
Kau tak kenapa aku tak bisa merasa kehangatan karna hatiku kosong dan hanya di isi oleh sisi gelap, aku tak merasakan empati atau kesenangan, otak ku tak berkerja sesuai keinginanku mereka hanya memikirkan cara membunuh dan mendapatkan warna yang indah, tapi ada yang aneh...
Kenapa, kenapa dia malah menyuruhku untuk memelukmu?"tanya Bastian membuat pemuda bermata biru itu bungkam.
Baru saja dia...
Mengatakan itu?
Dia juga tak mengerti tapi dia harus memberi jawaban demi keselamatan nyawanya yang sebentar lagi terancam.
Apa yang harus dia katakan?
Akira mengeleng kan kepalanya karna binggung, tanpa sadar dia sadari Bastian mengambil sesuatu dalam saku celananya dan...
Jleb!
Tiba-tiba sebuah jarum suntik menancap di lehernya membuat Akira terkejut namun detik selanjutkan dia merasa kedua matanya terasa memberat dan dia jatuh ke lantai.
"Mudah sekali membohongimu..."ucap Bastian, dia lalu membuang bekas suntik itu ke sembarang arah dan memandang Akira yang kini tak sadarkan diri akibat ulahnya.
"Tapi aku sangat menyukai orang sepertimu, mungkin kita bisa jadi teman selamanya."ucap Bastian.
...
Sementara itu.
Bisma merasakan firasat buruk terjadi pada teman-temannya, dia lalu kembali ketempat semula setelah tak menemukan apa-apa dalam hasil pencariannya.
Tapi saat ia sampai di sana dia tak menemukan Andre atau pun Akira.
"Kemana mereka berdua?jangan-jangan mereka meninggalkanku disini sendirian?"rasa cemasnya berubah menjadi kesal saat pemikiran itu melintas.
Dengan perasaan kesal karna merasa di tinggalkan akhirnya Bisma memutuskan untuk keluar dari tempat itu.
Dia belum tau kalau kedua temannya kini berada dalam bahaya.
...
Disisi lain, Andre kini terjebak dengan wanita gila yang baru saja ia temui.
__ADS_1
Dia tak mengenal wanita itu tapi...
"Sebenarnya siapa kau?"tanyanya pada wanita yang baru saja memukulnya dengan benda keras dari belakangnya hingga dia pingsan, dan saat dia bangun Andre baru menyadari kalau dirinya di ikat dengan tali di kursi kayu.
"Namaku Alethea Lala Alexis, kau bisa memanggilku sesukamu."jawabnya.
Andre terkejut.
"Tunggu, apa kau pembunuh berantai yang sering di bicarakan dan di cari oleh para polisi itu?"
"Mungkin iya, aku tidak tau mereka membicarakan tapi aku tau mereka sering membicarakan game ciptaanku, dan polisi?aku tak menyebut mereka polisi karna mereka hanyalah kumpulan orang-orang bodoh yang patuh hukum pemerintah."ucap Thea sambil memainkan ponselnya.
Andre tertegun, itu berarti dugaannya tak salah bahkan jika seseorang yang bodoh asal menebak saja bisa tau kebenaran.
Itu artinya mereka sudah masuk kedalam kandang dua singa.
Dan dia berada di kandang satu singa yaitu salah satu pembunuh berantai yang menjadi buronan para polisi.
Dan yang satunya...
Dimana pembunuh satunya?
"Kau mencari adikku?"tanya Thea yang melirik gerak-gerik Andre.
"Sepertinya dia juga menangkap seseorang lagi yang ingin bergabung denganmu."
"Siapa..."
Belum Andre menyelesaikan perkataannya mata Andre membulat saat melihat seorang bocah laki-laki yang sedang menyeret seseorang.
"Akira!lepaskan dia!"
"Hei kau saja terikat bagaimana kau melepaskan temanmu itu di tangan adikku?"tanya Thea heran tapi kemudian dia merubah wajahnya menjadi seolah sangat terkejut, wanita itu pandai memainkan semua ekspresi untuk menipu korbannya.
"Oh ya ampun aku lupa...kau kan sebentar lagi akan mati dan temanmu itu menjadi boneka lukisan adikku."ucap Thea membuat Andre terkejut.
Boneka lukisan?
"Sepertinya sebelum kematianmu akan kuberitahu sesuatu, di setiap dinding bercat merah itu adalah darah manusia dan di baliknya lebih tepatnya di dalam dinding itu ada mayat-mayat manusia yang di semen hidup-hidup, bukankah itu karya yang sangat luar biasa dari adik kku?"ucap Thea bergembira membuat Andre yang mendengarnya begitu shock.
"Anggap saja ini sebuah hadiah untuk para polisi itu, dan setelah membunuh kalian berdua, kami berdua akan pergi ke luar negri."ucap Thea sedangkan Bastian hanya diam saja.
"Kalian!apa kalian berdua tidak mempunyai hati untuk membunuh orang-orang yang bersalah!selicik apapun kalian berdua l berusaha lari akan tetapi ada timbal balik akibat perbuatan kalian itu, kegelapan akan segera musnah oleh cahaya jika waktunya telah tiba."
"Ucapanmu sungguh menyentuhku tapi itu tak akan pernah terbukti, aku tidak takut untuk menjadi seorang pembunuh bahkan saat cahaya itu tiba aku akan tetap bersembunyi dalam kegelapan."
__ADS_1