The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Kekhawatiran Haru


__ADS_3

You will know it is love, not when you think about them all the time or want to be with them, but when you worry about them and you want their approval and happiness.


Kamu akan tahu bahwa itu adalah cinta, bukan ketika kamu memikirkan mereka sepanjang waktu atau ingin bersama mereka, tetapi ketika kamu mengkhawatirkan mereka dan kamu menginginkan persetujuan dan kebahagiaan mereka.


...


Pagi hari.


Haru langsung pergi kerumah Akira, dia tak memberitahukan bahwa Hana menelponnya tengah malam pada kedua orang tuanya.


Alasannya hanya satu, yaitu Haru takut mereka berdua akan panik dan khawatir pada adiknya begitu dengan dirinya yang semalaman tak bisa tidur nyenyak karna terus memikirkan Hana.


Dan saat mobil Haru sampai di perkarangan rumah temannya itu, Jio yang kebetulan akan pergi keluar sedikit binggung dengan teman kakaknya yang tiba-tiba berkunjung di sepagi ini.


"Hei kau..."


"Maaf Jio tapi aku hanya membutuhkan kakakmu."


Ucap Haru yang baru keluar dari mobil setelah memarkirnya, dan berjalan melewati Jio begitu saja.


"Dia memang selalu aneh."gumam Jio, tapi dia tak memperdulikannya dan melanjutkan tujuan awalnya.


...


"Oh ada Haru."ucap ibu Akira kaget karna melihat kedatangan teman anaknya itu di depan pintu.


"Hehe maaf bun, Akira di mana ya?dia masih ada di rumah atau sudah berangkat ke studionya?"tanya Haru beruntun seolah-olah dia sedang sangat membutuhkan temannya yang satu itu.


Wanita itu sedikit heran sekaligus binggung tapi suara putra sulungnya langsung menyahut pertanyaan Haru.


"Hari ini jabwal ku sedikit kosong, jadi aku ingin pergi jalan-jalan bersama bunda."ucap Akira.


"Jadi kau sibuk?"ucap Haru dengan raut wajah kecewa melihat Akira yang sudah berpakaian rapi dan bersiap pergi, dia juga lupa kalau wanita kesayangan Akira itu juga memakai pakaian yang terlihat cocok dengannya sehingga tampak awet muda dan cantik.


"Haru..."


"Ah sepertinya ibu bisa pergi ke butik sendiri Akira."

__ADS_1


"Oh jadi ibu gak mau di temani Akira?"


"Iya sayang, kamu ikut Haru aja ya."ucap wanita itu lalu menghampiri putranya dan mengecup pipi Akira untuk berpamitan pergi.


Ya sepertinya ibu Akira itu sangat peka dan mengerti sesuatu kalau hubungan pertemanan Haru dan Akira itu layaknya seorang saudara kembar yang tak terpisahkan.


Lagi pula dirinya juga bisa pergi sendiri karna bisa mengendari mobil.


Di sisi lain Haru yang tadi kecewa menjadi senang kembali, dia lalu menarik tangan temannya itu keluar dari rumahnya membuat Akira yang memasang wajah blank karna binggung dan masih mencerna situasi sedikit kaget.


"Astaga Haru pelan-pelan saja, kau mau membawaku kemana sih?"


"Ke camping Hana."


"Hana?"


"Iya, ada sesuatu yang serius Akira dan kita harus menjemput mereka!"


...


Sementara itu Haru dan Akira yang sudah berada dalam mobil dan pergi ke suatu tempat tampak saling diam, entah kenapa mereka berdua menjadi canggung untuk sekedar bicara.


"Akira."


Ucap mereka berdua bersamaan.


"Wah ternyata kita berdua kompak memanggil nama, kau dulu saja."ucap Akira terkekeh.


Haru kan jadi malu.


Oh ya posisi Haru duduk di depan setir sementara Akira duduk di samping kirinya.


"Akira kemaren Hana mengadakan camping sekolah dan mereka pergi ke suatu tempat yang katanya cocok untuk camping.


Aku tau tempat itu tak aman karna jauh dari perkotaan dan lagi apa kau pernah melewati hutan yang penuh dengan pepohonan besar di samping jalan raya saat menyebrangi perbatasan kota itu?


Itu menjadi tempat camping Hana."

__ADS_1


"Bukankah hutan itu sudah di larang di masuki karna beberapa polisi memasang tanda kuning di sepanjang jalan?"ucapan Akira membuat Haru terkejut.


"Tunggu, apa katamu?memangnya ada apa dengan hutan itu?"


"Dulu ada seseorang remaja yang pergi camping bersama teman-temannya, tapi setelah beberapa hari mereka tak pernah kembali seolah menghilang, polisi sudah mencarinya tapi hasilnya tetap nihil dan untuk itu mereka memasang tanda peringatan bagi siapapun untuk jangan masuk ke hutan itu karna entah para remaja itu di makan oleh hewan buas di sana atau sesuatu yang lain yang berbahaya, mereka masih belum tau penyebabnya.


Gambar wajah atau poster remaja itu juga di pasang di beberapa pohon untuk menghormati mereka yang telah tiada karna tak pernah di temukan selama berbulan-bulan, polisi menyangka mereka telah mati dan para orang tua mereka juga sudah putus asa oleh karna itu tempat itu sangat di larang Haru."


"Apa di sana masih ada penjaga hutan?"


"Tidak ada."


Jawaban terakhir Akira membuat Haru merasakan firasat buruk terjadi pada adiknya kini.


"Akira Hana kemaren malam menelponku, dia membutuhkan pertolonganku."ucapan Haru membuat Akira terkejut.


"Jadi benar-benar ada sesuatu yang aneh di dalam hutan itu."ucapnya.


"Apa maksudmu?bisa jadi mereka sedang bertemu hewan buas bukan?apa sebaiknya kita menelpon polisi?"tanya Haru.


"Haru apa kau tak ingat dengan ceritaku apa yang dilakukan polisi itu?


Mereka hanya bertindak jika batas waktu laporan sudah lewat 24 jam, aku yakin bukan hewan buas yang kita lawan tapi melainkan sesuatu, aku pernah melihat beberapa orang berbaju hitam yang sering kali melakukan ritual aneh, awalnya itu hanya perkiraan ku yang meleset tapi tingkah orang-orang itu benar-benar mencurigakan jika tebakanku tak salah mereka adalah...


Kumpulan yang mendirikan sekte aneh di dalam hutan."


"Akira apa kau yakin kalau orang-orang itu masih ada di hutan?kapan kau melihatnya?"


"Saat aku pergi liburan ke rumah kakek dan sepintas mobil kami mogok di sebrang jalan raya, untungnya ada seseorang yang lewat dengan mobil tanknya yang membawa bensin dan menolong kami.


Kau tau rasa penasaranku saat melihat bayangan orang membuatku melanggar perbatasan hutan dan masuk kesana dan aku melihat tempat mereka...ya sepertinya itu tempat mereka aku masih ingat, setelah itu ayah memanggilku dan lalu kami pergi dari sana."


...


Character cannot be developed easily and calmly. Only through experience of trials and suffering can the soul be strengthened, ambition inspired, and success achieved.


Karakter tidak dapat dikembangkan dengan mudah dan tenang. Hanya melalui pengalaman ujian dan penderitaan jiwa dapat diperkuat, ambisi menginspirasi, dan keberhasilan yang dicapai.

__ADS_1


(Dari kata-kata di atas dan di bawah kita bisa simpulkan, bahwa seorang manusia tidak akan pernah bisa menciptakan karakter yang lebih sempurna darinya ataupun menciptakan kecerdasan buatan yang melampaui tuhan.


Semua kesuksesan di uji oleh rintangan dan ujian hidup, dan hanya seseorang terdekatmu lah yang mendukungmu hingga sampai puncak dari bawah bahkan tak akan pernah meninggalkanmu.)


__ADS_2