
"Akira katamu kau mendapat penglihatan saat menyentuh kalung itu, apa kau mengingatnya dengan jelas?"tanya Asa membuat Haru penasaran.
Sementara itu Akira menghela napas kemudian menatap satu persatu temannya.
"Kupikir....aku masih mengingatnya dengan detail."
"Itu hebat!"
Akira berdecak sombong.
"Aku sudah seperti tokoh pahlawan di Marvel bukan?"
"Yak bukan berarti kau mempunyai kekuatan bisa melihat masa depan kau bisa menjadi pahlawan seperti mereka."
"Bilang saja kau iri padaku."ucap Akira dalam mode tengilnya.
Haru mendengus, ada-ada saja pemikiran random temannya itu tapi kenapa dia juga membalasnya?malah dua pemuda itu sekarang asik membahasnya soal pahlawan favorite mereka.
Asa yang melihatnya hanya terkekeh kecil sambil mengelengkan kepalanya, dua temannya itu seperti kembali menjadi bocah ketimbang orang dewasa. Lihat saja karna sifat mereka berdua kini tak mencerminkan pemuda matang di usia sepatutnya.
Tiba-tiba Haru berceletuk di tengah topik tokoh marvel mereka.
"Akira kalau kau mempunyai kekuatan telepati alias bisa membaca pikiran orang lain maka itu sangat keren dan aku akan mengakui kalau kau menjadi pahlawan terhebat lebih hebat dari pada pahlawan marvel."
Mendengar itu entah kenapa Akira terdiam, pemuda bermata biru safir itu menatap kearah Asa.
"Sebenarnya...
Aku bisa melakukannya."
"......."
"APA!!!"
...
"Tunggu, bagaimana bisa kau melakukan nya?apa sekarang kau mempunyai kekuatan super begitu?"tanya Haru antara percaya dan tidak percaya.
Meski ia pemuda yang sering bertingkah absurd maka tak heran kalau Haru dan Akira saling sefrekuensi dalam hal random tak masuk akal.
__ADS_1
Pantas saja mereka mendapat julukan, ganteng-ganteng tapi edan alias gila.🗿
Asa yang dari tadi menyimak kedua pemuda itu berekspresi binggung karna tak mengerti dengan pertanyaan Haru.
"Entahlah aku melakukannya tanpa sadar, aku ingat pernah mendengar suara orang lain tetapi dia sama sekali tak membuka mulutnya atau berbicara langsung padaku, jadi bisa jadi aku bisa membaca suara hati atau apa yang mereka pikirkan."ucap Akira.
"Kutukan itu saja sudah tak masuk akal sekarang ini benar-benar....wahhh aku tak menyangka sama sekali kau tau Akira, kau selalu membuat suprise."
"Suprise?memang ada kejutan apa?"tanya Asa.
"Bukan kejutan biasa, tapi hal luar biasa Asa!"pekik Haru membuat kedua temannya terkejut.
Astaga rupanya Haru melupakan citranya.
"Jangan berteriak!kau seperti tak mempunyai urat malu saja!"tegur Akira.
"Jadi kita akan kemana?"
"Ke tempat Devan, rumahnya dulu..."
"Hah!"
...
Entah bagaimana gadis itu tau, Akira dan Haru saja yang pekerjaan hacker diam-diam belum sempat melacak keberadaan Devan secara pasti tetapi sepertinya gadis bermata hanzel itu telah merencanakan semuanya dari awal.
Seolah, tujuan pertama mereka ke panti itu adalah sebuah pengalihan untuk membuka sedikit kedok kepala panti tsb.
Asa memang gadis yang sangat pintar, maka dari itu orang yang iri dengannya dan berusaha menjatuhkannya harus waspada pada sifat licik Asa.
Karna bisa jadi orang itu mendapat senjata makan tuan.
Kembali ke cerita, ketiga nya sampai di sebuah tempat terpencil di mana hanya ada satu rumah dan di sampingnya banyak lahan kosong yang di tinggalkan.
Suasana mobil tampak hening karna tak ada yang bersuara.
Hingga suara Akira memecah lamunan mereka.
"Di luar sangat sepi, apa rumah itu ada penghuninya?"
__ADS_1
"Di lihat dari depan seperti rumah orang kaya sih."lanjut Haru.
Benar saja yang di katakan Haru, di sana terdapat perkarangan luas dan rumah yang cukup besar seperti mansion tua, dan pilar pagar yang sangat tinggi melebihi pohon mangga di luar.
Di tambah meskipun mansion itu sama sekali tak memiliki gerbang besi yang biasanya ada di rumah-rumah mewah untuk menjaganya namun rupanya mereka mempunyai selera yang unik, anehnya di sekitar rumah itu ada tumbuhan kaktus berduri yang mengelilingi wilayah dalam di dalam pilar.
Asa menatap ke Akira, tatapan gadis itu tajam memang walau seorang wanita Asa memilih rahang yang tegas di tambah karakternya yang seperti gadis anggun yang angkuh meskipun sebenarnya sikap dinginnya itu hanya ia tunjukkan pada orang yang tidak ia kenal.
"Kenapa kau menatapnya seperti itu?"tanya Haru dengan alis yang bertautan. Sayangnya meski wajah bantal pun Haru tetap terlihat maskulin dan tampan.
Karakter Akira seperti di gambarkan persis orang korea, tampan dan manis di tambah pipi lesungnya yang membuat wajah baby face nya. Tapi Akira memiliki suara manly karna ia tetap mempunyai dua sifat cowok cool dan cowok yang soft.
Pemuda bermata biru safir itu memang sangat soft alias memberikan perhatian lebih pada orang terdekatnya. Dan sikap manjanya pada kedua orang tua nya terutama ibunya meskipun begitu pemikiran tetap dewasa hingga tak selalu bergantung pada orang yang kuat meskipun ia lemah dalam bela diri.
Jika ada lawan Akira melawan nya dengan kepintaran atau kecerdikan, otaknya memiliki IQ tinggi wajar saja dia mendapat gelar lulusan sarjana terbaik di universitas nya dulu.
Sebagai pelengkap kekurangan untuk sempurna pasti seseorang tak akan bisa berjalan atau mengendalikan semuanya sendiri maka dari itu orang penyendiri pun terkadang membutuhkan sandaran di saat ia merasa kosong atau kesepian.
Maka dari itu persahabatan tak ada yang sempurna tapi orang yang berdiri di sisi kita membuat diri kita sendiri sempurna dengan menghargai atau mencintai sebuah kehidupan.
Kehidupan bisa berharga dengan adanya satu orang, orang tua sering kali menuntut tanpa menyelipkan nasehat sering kali anak menjadi depresi untuk menjadi terbaik namun dirinya tak sadar belum melakukan apapun dengan versi terbaiknya.
Ada orang bilang, 'Jangan terus menasehati ku untuk bisa menjadi terbaik, aku hanya hidup di saat kehidupan matiku belum menjemputku, pernahkah kau melihat mata ini hidup?tidak, mata ini mati! jiwaku hancur, hatiku rusak, pikiranku stres.'
Pepatah memang selalu benar, lontaran bijak sering di sertai rasa kesakitan dan kepedihan agar orang yang selalu menghakimi kita mengerti. Orang lain bahkan keluarga mungkin tak mengerti apa yang kau rasakan meskipun ada seseorang yang bersama mu dari masa lalu dia masih belum tau apa rasa sakit terdalam mu, manusia yang mempunyai banyak luka itu masih merasa sendiri walaupun dia masih memiliki namanya sahabat dan keluarga.
Namun pernahkah kau mendengar ini, masa depan adalah masa kini dan masa lalu adalah yang telah berlalu, tidak perlu untuk di jabarkan karna semuanya tak akan pernah selesai.
Serumit apapun, sesulit jalanmu, kehidupanmu yang hancur.
Ingatlah satu hal...
Sebuah pertanyaan sederhana.
Lantas apa yang membuat diri mu tetap bertahan?
Tanyalah pada dirimu sendiri.
Ibarat perkara yang muncul karna sebuah kesalahan dan masalah yang datang karna sebuah alasan.
__ADS_1
Kalo jawaban author sendiri, " mungkin hidup lebih lama masih lumayan untuk menikmati waktu kapan mati."
Jawaban kalian apa?