The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 33 Balapan liar!


__ADS_3

Hei kamu terima kasih telah menjadi kuat...


Hei kamu terima kasih telah menjadi hebat...


Walau hidup terkadang berat...


Dunia pun kadang tak bersahabat...


Kamu pasti kuat...


Kamu pasti hebat kamu kan lewati segalanya...


Karna kamu kuat.


(Eh maaf,lagunya jadi kebayang terus-terusan kan.😁


Oke kita lanjutin ceritanya...)


...


Saat ini Jio dan teman-temannya berada diarena luas yang berada diluar sirkuit.



Beberapa orang telah ramai memenuhi tempat itu dan juga beberapa kendaraan seperti motor besar yang akan digunakan untuk memenangkan tantangan.


Sebenarnya tempat itu merupakan bekas dari sirkuit para pembalap yang tak gunakan setelah terjadi insiden kecelakaan,tapi tempat itu digunakan kembali oleh pemilik tempat untuk balapan liar karna pemilik juga membutuhkan uang untuk biaya sehari-hari setelah mendapat izin dari pemerintah dan tentu yang ikut balapan hanya peserta profesional saja.


Kan sekarang BBM naik.


Kebutuhan setiap orang-orang juga banyak tapi berbeda-beda kondisi.


Intinya kita bersyukur aja.


Supaya dapet rezeki disini juga.


"Jio!"


"Hm?"Jio menoleh kearah kakaknya itu,entah sejak kapan Akira meminum susu kotak lagi apa mungkin kakaknya itu benar-benar lapar?


"Kau mau makan?"tanya Jio akhirnya.


Akira mengeleng,dia kenyang setelah meminum tiga susu kotak.


Salahkan saja wajah imutnya hingga membuat orang gemas dan mengiranya seorang bocah yang kesasar atau sedang mencari orang tuanya karna tinggi badannya,bahkan bapak-bapak bertato yang menjaga sekitar arena balapan yang tak sengaja bertemu dengannya tadi memberinya beberapa cemilan dengan percuma-cuma.


"Kau yakin tidak lapar?"


"Udah kenyang."


Mendapat jawaban dari sang kakak,Jio hanya mengangguk lagipula di jauh dari tempat mereka ada kedai mie ayam jadi sebelum pulang Jio akan mengajak kakaknya kesana nanti.


Akira kembali memandang kearah sirkuit yang dipenuhi oleh orang,seumur hidupnya dia baru pertama kali melihat balapan liar didepan mata kepalanya sendiri,apa dia tertarik mencobanya?sebelum dia mencoba mungkin dia akan diseret adiknya pulang dan dikurung selama satu bulan membayangkannya saja membuat Akira merinding.


Matanya mengerjap saat melihat sesuatu yang familiar disana.


Dua postur tubuh seseorang yang diingatnya membuatnya bertambah yakin.


Bukankah itu...


Haru!?


Asa!?

__ADS_1


"HARU!ASA!!"teriak Akira mengejutkan teman-teman Jio dan adiknya sendiri.


Tanpa memperdulikan panggilan sang adik dia langsung berlari menuju tempat dua sahabatnya itu.


"Akira!kenapa kau bisa berada disini?!"tanya Haru melihat temannya itu terkejut sekaligus binggung.


Sedangkan Asa hanya menatap datar pacarnya itu.


Tanpa aba-aba dia langsung mencengkram tangan pacarnya.


"Aw!sakit itu Asa..."


"Cepat katakan!"


Glek!


Sebenarnya Asa itu pacarnya atau bukan sih?kok galak?


"Aku ikut Jio kesini sama teman-temannya."


"Jio?"


Akira mengangguk membuat Asa melepas cengkraman tangan pacarnya itu hingga meninggalkan bekas merah.


"Sorry by..."


"Iya gak papa kok,aku tau Asa khawatir sama aku."


Asa tersenyum tipis saat mendengar ucapan Akira.


"Ehem!maaf ni...tapi aku masih binggung kenapa Jio ngajak Akira ketempat ini?"


"Oh c'mon guys! Im not baby anymore!"


"You still baby for us!"


"Akira!"tiba-tiba Jio menghampiri kakaknya itu.


"Jio kau dengar kata Haru!masa aku tidak boleh disini?"ucap Akira mengadu pada sang adik.


"Ucapannya benar,ini terakhir kalinya aku memperbolehkan kau ke tempat ini lain kali tidak ada kesempatan lagi."ucap Jio tegas membuat Akira semakin cemberut.


Sedangkan Haru...


Dia sedang menertawakan Akira.


Tiba-tiba suara teriakan dari kerumunan terdengar begitu keras hingga memekakkan telinga,itu menandakan bahwa balapan liar akan segera dimulai.


Haru yang melihat Akira menutup telinga dengan kedua tangannya sendiri lalu tersenyum jahil.


"Katanya bukan bayi tapi denger suara bisik aja langsung tutup telinga dasar bayi!"


"Stop jangan menggodanya lagi!"ucap Jio menatap tajam Haru membuat pemuda itu langsung bersembunyi dibalik punggung Asa.


Lain kali kalo mau jahilin Akira jangan didepan adiknya,kan tau sendiri Jio itu kayak apa Haru...


"Sama Jio aja takut!dasar cowok pink!"balas Akira mengejeknya.


Haru melotot tak terima dikatai cowok pink oleh Akira,padahal waktu itu dia cuma pake baju warna pink karna Hana merengek supaya sama dengan baju adik tirinya itu juga,tapi dia tak membalasnya karna ada pawang anak itu yang masih menatapnya.


Akan kubalas nanti kau Akira...batin Haru.


Sedangkan Asa gadis itu hanya menghela napas panjang dengan kelakuan yang tak pernah berubah dari dua temannya itu.

__ADS_1


...


"Haru kau benar-benar ikut balapan?"tanya Akira tak percaya karna barusan dia mendengar nama Haru dipanggil oleh panitia.


"Iya,kau lihat saja nanti pasti aku menang!"ucap Haru sombong membuat Akira langsung menginjak kaki pemuda itu.


"ADUH!!!"


"Makan tuh sombongnya!"


Sementara orang-orang yang berada disekitar balapan lalu tertawa karna merasa terhibur dengan tingkah dua sahabat itu.


"Sudahlah kalian berdua ini bisa akur gak sehari."ucap Asa pusing.


"Gak bisa!"ucap Akira dan Haru kompak membuat Jio mengelengkan kepalanya.


"Maaf diantara kalian ada yang namanya Haru peserta balapan no 2?"tanya seorang pria.


"Saya pak."ucap Haru sambil mengangkat tangannya.


"Oke kamu akan melawan peserta bernama Rio karna dia jadi penantangmu malam ini,jangan lupa untuk pakai pakaian yang tebal dan peralatan keamanan juga."


Haru mengangguk lalu dia melirik kearah Jio.


"Kau juga ikut balapan?no peserta berapa?"tanya Haru.


"No 3."jawab Jio.


"Oke kawan,aku mau balapan dulu tolong jaga bayi ku ya nanti dia keluyuran terus tersesat karna di iming-imingi permen."ucap Haru menepuk-nepuk kepala Akira membuat anak itu langsung menepisnya.


Haru lalu berjalan kearah sirkuit bersama Jio karna pemuda itu setelah dirinya,belum saja dia pergi Akira memanggilnya.


"Haru!hati-hati ya..."ucap Akira tulus.


Haru terkekeh kecil.


Walaupun mereka berdua adalah Tom and Jerry yang selalu bertengkar tak mengenal tempat tapi mereka adalah soulmate yang selalu memberi energi positif satu sama lain.


Karna prinsip Haru dan Akira adalah saling percaya satu sama lain tanpa menghakimi kesalahan yang dibuat oleh salah satu dari mereka dan jika memang mereka terpaksa melakukan kesalahan yaitu dengan berbohong atau tidak jujur maka kuncinya adalah menunggu waktu yang tepat untuk memaafkan entah itu dia yang pertama atau kedua.


Karna mereka tak pernah membedakan sifat yang mendasari hubungan persahabatan atau bertengkar hanya karna masalah sikap yang tidak cocok.


Bukankah persahabatan itu hal sederhana?tinggal bagaimana saja kita berpikir dan menyikapi atau menjalaninya....


"Oke bestie!"ucap Haru sambil mengacungkan dua jempolnya.


Mereka berdua lalu pergi dan Asa menoleh kearah Akira.


"Kita bisa menontonnya disana."ucap Asa yang mengerti dengan wajah Akira yang tampak sedih.


"Benarkah!ayo Asa!aku pengen liat Haru!"ucap Akira kembali semangat.


Asa hanya tersenyum.


...


Kedua pembalap telah berada di sirkuit,masing-masing menunggu aba-aba dari wanita berbadan seksi yang memegang peluit.


Haru memakai helm berwarna hijau sedangkan Rio memakai helm warna merah sedikit membedakan karna mereka memakai dua motor yang sama.



Brummm...

__ADS_1


Brummm...


"Satu...dua...tiga!!!"


__ADS_2