
You can chain me, you can torture me, you can even destroy this body, but you can't imprison my mind.
Kamu dapat merantaiku, kamu dapat menyiksaku, bahkan kamu dapat menghancurkan tubuh ini, tetapi kamu tidak akan dapat memenjarakan pikiranku.
Seorang pencuri hebat tertangkap oleh pahlawan, walau seberapa keras pahlawan selalu menang tapi di film atau di kehidupan real penjahat selalu berhasil kabur.
...
Pukul 23.00 Haru baru saja menutup restoran.
Hari ini dia pulang lembur karna pelanggan sangat banyak.
Ya padahal jabwal restorannya selalu buka jam tujuh pagi dan tutup di jam sepuluh malam. Tapi karna tak ingin mengecewakan para pelanggan Haru tetap membuka restorannya.
Biasanya memang selalu ramai akan tetapi hari ini menjadi sangat ramai.
Pemuda berambut hitam dan pakaian hangat berupa sweater putih itu keluar dari restoran dan berjalan kaki di jalanan yang mulai agak sepi.
Ya untuk sejenak dia ingin berjalan-jalan dan menghirup udara malam untuk melepas penatnya, ia sengaja tak membawa mobilnya untuk naik bis ketika kerja dan menunggu bis juga malam ini.
Namun saat dia sampai di halte bisa saat melewati sebuah gang tiba-tiba dia mendengar suara perempuan yang berteriak minta tolong.
Haru bergegas kesana dan melihat sekumpulan preman yang sedang mengepung remaja perempuan dan melecehkannya.
Haru merasa geram dan mendekati salah satu pria yang membelakanginya dan menghajarnya.
Bruk!
Suara pukulan keras itu berhasil menghentikan aksi bejat mereka.
Mereka merasa takut melihat Haru yang menghajar salah satu di antara mereka secara membabi buta.
Setelah ketiga preman itu kalah mereka lalu kabur meninggalkan Haru dan remaja perempuan itu.
Haru mengatur nafasnya karna sedikit lelah, dia lalu melihat remaja perempuan yang berdiri ketakutan di pojok dengan mata yang berkaca-kaca menatapnya sontak hal itu membuat Haru menjadi iba.
"Apa kau baik-baik saja, tenanglah sekarang kau aman lain kali jangan pulang terlalu malam apalagi kau seorang perempuan. Perhatikan sekitarmu dan selalu waspada pada keselamatanmu, suatu peristiwa atau kejadian buruk memang tak dapat di lupakan walaupun itu sudah lama tapi masih membekas dalam ingatan tapi hanya dua hal yang ingin kukatakan padamu, tegarlah dan cobalah berbagi rasa sakit pada orang yang selalu di sisimu untuk bersandar padanya itu akan meringankan sedikit beban dan tekanan atas pikiranmu, karna depresi adalah musuh besar yang mampu mengendalikan hingga kau kehilangan kontrol atas dirimu."ucap Haru.
__ADS_1
Perempuan itu termenung mendengar perkataan Haru, ya kejadian yang terjadi terhadap dirinya memang semua bermula atas salahnya sendiri.
Di mana dia berkumpul dengan teman-temannya di bar untuk mengadakan pesta kecil, melupakan bahwa sang kakak terus menelponnya dan menyuruhnya pulang.
Walau dia masih memakai seragam tetapi dia selalu mengunakan seragam yang ketat hingga membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas, apalagi wajahnya yang cantik dan elok mengundang tatapan lapar para pria hidung belang untuk berbuat mesum padanya.
Dan kini dia telah menyesal dengan semua itu, penyesalan yang hampir merenggut harga dirinya hari ini jika tidak ada seorang pemuda baik yang menolongnya.
Ya manusia itu terkadang sangat bodoh dan naif bukan?menyesal saat semua itu terlambat....
"Maafkan aku hiks....dan terima kasih karna telah menyadarkanku kak."ucap perempuan itu pada Haru.
Have you ever wished for something? And holding out for it against all odds? Until everything you do is ridiculous?
There were long hard times when you distanced yourself from the memory of what you've thrown away, when you simply ignored its value.
Maybe all one can do is hope for it to end with proper regrets.
Pernahkah kamu mengharapkan sesuatu? Dan bertahan untuk itu melawan segala rintangan? Sampai semua yang kau lakukan itu konyol?
Ada masa-masa sulit yang lama ketika kamu menjauhkan diri dari ingatan akan apa yang telah kamu buang, ketika kamu cukup mengabaikan nilainya.
...
Keesokan paginya.
"Astaga aku lelah sekali, ternyata menghajar tiga preman itu lebih menguras tenagaku ketimbang berkerja."gumam Haru.
Pemuda bermata biru yang tengah menikmati makanannya menatap Haru.
"Wah ternyata kau mengalami malam panjang dan hebat ketika menolong seseorang Haru, kau benar-benar seperti seorang pahlawan!"puji Akira setelah mendengar cerita dari temannya itu.
Di sampingnya ada Asa yang sibuk dengan ponselnya.
Ya ketiganya berada di restoran Haru pagi-pagi sekali, alasannya karna Akira merengek minta makan seperti anak burung yang belum di beri makan.
Dan rencananya kedua teman Akira juga akan pergi ke studionya karna permintaan Akira semalam, dan demi apapun Haru rela membuka restoran yang masih tutup untuk memberi makan anak itu sampai dia bertanya...
__ADS_1
"Apa ibumu tak memasak hari ini?"
Akira menjawabnya seadanya.
"Mulai dari semalam aku ngidam makan cheese cake setelah kemaren aku makan satu porsi besar daging panggang."
Jawabannya yang absurd tapi itulah Akira.
"Untuk apa kita pergi ke studio?bukankah kau libur hari ini Akira?"tanya Haru.
Akira mengangguk sambil mengunyah cheese cake keduanya.
"Aku bosan di rumah dan aku ingin kalian menemani ku pergi kestudio untuk melakukan sesuatu."
"Jangan bilang kau meminta kami untuk melihatmu mengarap lagumu, sudah berapa kali Asa memberitahumu untuk merekatkan otak jeniusmu itu...."
"Tidak bukan itu, tapi ada hal lain."potong Akira.
Dengan wajah serius yang lucu dia mendekatkan wajahnya pada Haru hingga membuat pemuda itu terkejut.
"Aku ingin tau...siapa dalang penculikan anak bernama Arsa."
"Aku tak pernah msndengarnya."jawab Haru jujur tapi di sisi lain dia binggung kenapa Akira tau nama seseorang.
"Siapa Arsa itu?"bukan Haru yang bertanya tapi kali ini Asa.
Akira menghela napas dia lalu menceritakan semuanya pada kedua temannya mulai dia bertemu seorang kakek yang menceritakan kesedihannya karna kehilangan cucu satu-satunya.
"Kau tau...aku merasa dejavu."ucap Haru tanpa sadar.
"Ya kita pernah mencari tau tentang pembunuhan di kampus dulu, dan sekarang kau meminta kami menangani kasus penculikan anak ayolah Akira kita bukanlah polisi."
"Polisi atau bukan tapi sebagai manusia kita memiliki rasa peduli, aku hanya tak bisa berhenti memikirkan kalian pasti tau aku kan."ucap Akira membuat kedua temannya diam.
"Kau ini memang selalu penuh kejutan, dan kejutan itu juga tak jauh dari kehidupanku dan Asa kan?baiklah mari kita cari tau dan menyelesaikan dengan cepat agar kakek itu tak semakin sedih."ucap Haru tersenyum lembut.
Setelahnya mereka bertiga tertawa entah karna hal lucu apa.
__ADS_1