The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 47 Dia sudah kembali


__ADS_3

(Film the doll 3 menceritakan tentang balas dendam seorang boneka,hal itu mungkin sama dengan tujuan author yang menulis tentang buku benang merah karna hal itu juga menceritakan pembalasan dendam seorang arwah penasaran.)


...


Pagi hari.


Disebuah ruangan yang didominasi warna putih,perlahan kelopak mata pemuda itu terbuka.



Mengerjap beberapa kali karna sinar lampu dan memandang sekitarnya.


"Akira..."ucapan seseorang menyadarkan dari lamunannya.


Bisa ia lihat pria paruh baya kini tengah tersenyum hangat dan mengecup keningnya berkali-kali.


"Syukuran putra ayah sudah bangun,kau tau Jio sampai tidak tidur semalaman karna mengkhawatirkanmu."ucapnya.


Akira masih diam,dia melihat kebelakang pria itu bahwa ada pemuda lain yang sedari tadi duduk disofa mulai berjalan menghampirinya.


"Kau membutuhkan sesuatu kak?lupakan perkataan ayah."ucapnya datar membuat pria paruh baya itu mendelik tajam tapi diacuhkan oleh Jio.


"Bunda?"


"Oh bunda barusan pulang nak,ayah gak tega lihat bunda yang terus nangis pas kamu gak sadar."ucap ayahnya.


Akira mengangguk,dia juga tak mau bundanya sampai drop sepertinya.


"Haus ayah."ucap Akira karna tenggorakan terasa kering.


Dengan sigap sang ayah langsung mengambil gelas berisi air putih dimeja dan mengarahkan kemulut putranya,jadi Akira tu minum dibantu ayahnya kayak bayi.


Setelah minum Akira mengerjapkan mata lalu melihat tangan kirinya yang diinfus,mata itu berkaca-kaca.


Jio yang melihatnya mengigit pipi dalamnya gemas lalu mengeleng.


"Kalo habis nanti bakal dilepas kok."


"Gak mau sakit..."


"Iya-iya makanya Akira harus sembuh dulu ya nak nanti ayah panggil pak dokternya."


Akira mengangguk lemah,dari kecil dia memang takut dengan namanya jarum.


Entah kenapa dia juga tak tau mungkin saat dimasa lalu itu dia kualat dengan menyuntik ayahnya.


Pernah saat dia dan ayah menemani Jio yang sedang disuntik vitamin ketika Jio masih bayi,Akira kecil tak sengaja melihat jarum suntik yang tergeletak dimeja.Dan dengan jari lincahnya anak itu mengambil jarum suntik dan bermain-main tanpa sengaja saat ayahnya ingin duduk merasakan sakit dipantatnya karna Akira menaruh jarum suntik itu disana.


Pantas saja kamu tidak bisa diam Akira.🤣


"Akira mau makan?"tanya sang ayah melihat putranya melamun lagi.


Akira mengangguk cepat,perutnya sudah keroncongan dari tadi minta diisi.

__ADS_1


Jio yang mengerti kakaknya kelaparan lalu izin keluar untuk membeli makanan dikantin rumah sakit.


...



Disisi lain tampak Aron baru saja bangun dari tidurnya.


Dia berada dirumah seorang diri karna istri dan dan anaknya pergi kerumah mertuanya untuk menjenguk sang kakek yang sakit.


Namun walau selesai berkerja pria berusia 32 tahun itu masih mengerjakan berkas-berkas diruang yang didominasi coklat seperti ruangan bos kantoran dengan barang-barang yang tak sedikit.


Aron memang pemuda yang ulet dalam hal urusan berkerja namun kekurangannya adalah dia sangat angkuh dan perfeksionis hingga semuanya harus terlihat sempurna tanpa memperdulikan perasaan orang lain yang berkerja dibawah kendalinya.


Tak!


Wuss...


Entah bagaimana jendela kecil yang berada diruang pribadinya terbuka dengan sendirinya dan angin kencang menghamburkan berkas-berkas dimeja yang ia susun.


Aron berdecak karna kesal tapi dia terdiam kaku karna melihat sosok bayangan hitam besar baru melewati pintu ruangan itu yang terbuka.


Deg!


Perasaannya tidak enak.


Apa mungkin dia sudah kembali?


Mungkin karna perkerjaan pikirannya menjadi tak tenang begitu pikirnya diawal,tapi ternyata dia salah kejadian selanjutnya malah membuatnya merinding,bagaimana tidak?kalau kau melihat buku-buku tebal atau kertas dokumen tiba-tiba saja jatuh saat dia berbalik.


Sangat mustahil jika itu angin dan kejadian yang berada diluar nalar itu yang terus berlanjut.


Duk!


Duk!


Duk!


Begitu bunyi tiga buku tebal yang terjatuh.


Pikirannya mulai bercabang ditambah lampu kecil disana dari tadi berkedip-kedip.


Aron mengusap wajahnya kasar.


Wajahnya pusat dan dia berkeringat dingin sedari tadi saat kakinya tak bisa berlari dari tempat itu.



(Hayooo dibelakangmu ada siapa...🗿)


Dia telah terjebak!


Hingga...

__ADS_1


Bruk!


Laptop melayang dan terlempar mengenai kepalanya.


Setelahnya semuanya menjadi berhenti.


...


"Kau baik-baik saja?"


"Sudah berapa kali kau menanyakan itu Haru!"ucap Akira kesal karna kedua temannya itu datang kerumah sakit untuk menjenguknya tetapi sejak tadi Haru terus menanyakan hal  yang sama.


"Aku mengkhawatirkanmu bodoh!apa kau memang selalu membuat kejutan orang lain?!apa kini kau puas dan senang sekarang?Akira berapa kali aku bilang kau itu..."ucapan Haru terpotong oleh Asa.


"Sudahlah."ucap Asa datar.


"Aku tidak pernah melupakan kalian berdua tapi keadaan yang terjadi padaku juga aku tak pernah tau,jadi jangan khawatir Haru selama ada kalian aku baik-baik saja dan maafkan aku teman...."ucap Akira membuat Haru menghela napas.


Dia memang tak bisa marah tapi disisi lain dia pernah panik dan kecewa karna temannya itu,untung saat itu dia tak memiliki riwayat penyakit jantung jika ada mungkin Haru sudah berpulang.🗿


Asa mengambil apel yang ada dimeja lalu memakannya.


Gadis itu sepertinya lapar.


"Jadi apa yang terjadi?"tanya Haru.


"Kemarin malam aku bermimpi buruk hingga aku tak sadar kalau nafasku sudah sesak dan setelah itu aku tak ingat apa-apa karna penglihatanku jadi gelap,kata ayah aku mengalami kejang-kejang juga saat itu dan ayah langsung mengendongku dan membawaku kerumah sakit."jelas Akira membuat Haru dan Asa memandangnya sendu.


"Maafkan aku juga..."ucap Haru.


"Im sorry by..."(udah tau ini siapa?)


"Kekeke,kalian berdua tidak salah kenapa harus minta maaf,aku yang seharusnya minta maaf karna sering merepotkan kalian."


"Don't say that you are troublesome because you are actually our light, you come to break life to watch me and give color, you and Haru are my best friends..."ucap Asa begitu tulus.


Haru yang mendengarnya tanpa sadar meneteskan air mata dia lalu merangkul Asa dan memegang tangan Akira yang terbebas dari infus karna posisi Akira duduk bersandar dibankar.


"Kalian berdua adalah sahabatku seumur hidup...berjanjilah jangan ada yang diantara kalian yang berpisah."


"Im promise Haru...Asa."


.


.


.


Perfeksionis adalah orang yang selalu berusaha tampil sempurna dengan menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri dan atau orang lain, yang sering kali disertai dengan kritik berlebihan terhadap diri sendiri juga orang lain.


Apabila seorang perfeksionis sudah merasa benar-benar tidak bahagia, bahkan mengalami depresi, maka ia perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut dari psikiater.


Konseling dan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif, diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengubah cara pandang seorang perfeksionis tentang tujuan dan pencapaiannya.

__ADS_1


__ADS_2