The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Kita bertiga adalah


__ADS_3

Di studio.


"Hei apa kalian ingin ke Lotte world?"


Ucapan Akira membuat kedua temannya yang tadi diam menyelami pemikiran masing-masing menatap kearahnya sebentar.


"Sebenarnya aku tak terlalu sibuk malam ini, kalau kau Asa?"tanya Haru.


Gadis itu hanya mengeleng.


"Sepertinya kita harus refeshing terlebih dahulu sebelum membantu kasus itu, bukankah begitu Akira?"


"Ya kau benar, lagipula tujuanku membawa kalian kesini bukan hanya membahas itu tetapi menghabiskan waktu dengan kalian, sudah lama sekali bukan?semenjak kita sibuk dengan pekerjaan masing-masing kita bertiga jarang meluangkan waktu meski sering bertemu."


Ucapan Akira membuat mereka tertegun, ya itu benar.


Mereka telah dewasa dan mempunyai pekerjaan masing-masing akan tetapi sebuah tanggung jawab besar tak bisa di lepaskan begitu saja hingga membuat mereka merasa sedikit kehilangan momen masa kecil dan merindukannya.


"Akira apa kau merasa kesepian sewaktu kau diam saat idemu buntu?"


Pertanyaan Haru membuat Akira diam.


Tapi setelah itu pemuda itu menjawabnya dengan senyuman.


"Aku pernah merasakan, tapi duduk di dekat kalian perasaan itu hilang entah kemana.


Tidak peduli soal usaha atau hiburan bagiku waktu bersama kalian adalah momen paling berharga yang kutemukan.


Oleh karna itu aku mengajak kalian menciptakan momen itu sekali lagi untuk membuat kenangan."


Ucapan Akira menyentuh hati mereka, ketika seseorang merasakan kesepian karna kehadiran seseorang tetapi kesepian mereka adalah merindukan momen masa kecil.


Dimana semua kenangan dan banyaknya waktu bersama mereka lakukan tanpa berpikir dewasa.


Itu adalah hal paling indah dalam hidup.


"Kalau begitu...tunggu apa lagi?ayo kita ke Lotte world dan menghabiskan waktu bersenang-senang di sana!"


...


Dan kini ketiganya menepati janji mereka, yaitu menghabiskan waktu dengan bermain ke lottle world.


Lotte world adalah tempat bermain yang dulu di sukai Akira dan Jio, ya kedua kakak adik itu akan sering kesini saat hari Minggu saat kecil dulu.


Kebetulan mereka datang saat hari Sabtu di mana tidak seramai saat hari Minggu.

__ADS_1


Melupakan masa dewasa, ketiga sahabat itu menghabiskan waktu untuk tawa dan bertingkah kekanakan.


Tak peduli dengan pandangan orang lain mereka seolah berada di dunia mereka.


Hidup itu cuma satu kali, jika memang kau di beri kesempatan kedua itu artinya kau orang yang paling beruntung tapi jika tidak gunakan waktumu sebaik-baiknya karna waktu bisa di daur ulang untuk sejenak meluangankanya pada sosok yang berharga dalam hidupmu.


Intinya ketika dewasa jangan sampai melupakan keluarga dan teman-temanmu hanya untuk mengejar mimpi, tataplah ke sampingmu dan berhenti sejenak.


Nikmati hidupmu saat kau dewasa.


"Akira apa kau ingin naik kesana!"teriak Haru sambil menunjuk rollercoaster.


"Apa itu tinggi sekali?aku takut ketinggian!"ucap Akira lalu mengembungkan pipinya hingga tanpa sadar Asa mencubit pipi itu.


"Hahaha oke, kami berdua tidak akan meninggalkanmu sendirian untuk kesana jangan merajuk, astaga bisakah kau berhenti memasang wajah mengemaskan itu!"ucap Haru.


Rasanya dia gemas sekaligus frustasi kenapa dia mempunyai teman semenggemaskan seperti Akira.


Jika terus begini dia bisa khilaf menukarkan Hana sebagai gantinya Akira menjadi adiknya.


"Sudah berapa kali aku bilang!aku ini tampan bukan menggemaskan!"ucap Akira tak terima sambil menghentakkan kakinya ke tanah.


Enak saja seorang Akira Justine Hoshino di bilang menggemaskan tidak tahukah Akira ini tampan seperti Suga BTS kata bundanya.


"Terserah kau, sepertinya kau harus sering melihat kecermin, apa kalian sudah lapar?karna terlalu bersemangat mencoba semua permainan di Lotte world perutku sudah berbunyi dari tadi."ucap Haru.


"Bagaimana kalau kita makan KFC!"


"Baiklah aku ingin paha ayam super besar!"


"Hahahaha....."


Mereka bertiga lalu meninggalkan rumah hantu yang baru saja mereka masuki, dan berjalan menuju restoran yang berada tak jauh dari sana.


"Akira apa menurutmu tadi saat kau bertemu hantu itu sangat menakutkan?"tanya Haru.


"Tidak terlalu, make up-nya terlalu tebal dan aku hampir mengiranya badut."jawab Akira.


"Astaga kau pemberani sekali rupanya."


"Tentu saja, dan apa-apaan kau dari tadi mnegumpet di belakang Asa?"


"Ayolah aku mencari tempat bersembunyian oh apa kau cemburu?ternyata bayi bisa cemburu juga."


"Apa maksudmu?yak jangan memanggilku bayi dan aku tidak cemburu!"

__ADS_1


"Hei sudahlah kalian, ayo kita duduk!"ucap Asa segera melerai kedua temannya itu sebelum mereka menjadi pusat perhatian penghuni restoran.


Mereka bertiga lalu duduk, dan tentu saja Akira selalu ingin berada dekat jendela katanya anak itu suka sekali memandang keluar karna merasa nyaman.


"Kalian tau, kita bertiga seperti karakter utama dalam novel."


"Bukan kah kita memang The best trio Karakter dalam novel?"


"Huh?"


"Asa membuat buku baru dan itu menyertakan nama kita."ucap Akira membuat Haru tidak binggung lagi.


"Kapan dia membuatnya?aku kira Asa masih mengumpulkan teori-teori horornya karna jujur saja saat aku membeli dan membaca novelnya malam-malam bulu kudukku berdiri semua."ucap Haru menceritakan pengalaman.


"Asa apa karakter kita berpetualang di dunia fantasy?"tanya Akira.


Asa menghela napas lalu menjawab satu persatu pertanyaan teman-temannya.


"Aku baru membuatnya, hanya tinggal menyelesaikan bab saja, sedangkan untuk book fantasy itu masih berada dalam tahap pengerjaan, kau tau Akira novel My fantasy voice benar-benar membutuhkan banyak imajinasi karna itu semua dari karangan imajinasi ku sendiri."ucap Asa.


Baru kali ini gadis itu berbicara panjang lebar karna menceritakan betapa sulitnya dia menulis novel, dan ternyata memang tak semudah itu.


Akira tersenyum sambil mengacak rambut gadis itu karna bangga dengan kekasihnya.


Ya dia akan selalu di samping Asa untuk mendukung gadis itu menggapai impiannya.


"Tapi kau hebat Asa, semua novelmu memang karanganmu sendiri dan kau bahkan bisa mengarap empat novel sekaligus!"puji Akira membuat pipi gadis itu memerah karna tersipu.


"Ya aku juga berharap kau menjadi penulis terkenal Asa."


Asa lalu tersenyum manis hingga membuat kedua pemuda itu sedikit salting.


"Terima kasih...teman-teman."


...


Sometimes being ignorant is more fun. That's why we always miss going back to childhood.


Never stop screaming, playing and laughing, it's a part of our childhood that will always be with us.


Childhood is a time where everything is just about friendship and loyalty.


Terkadang menjadi tidak tahu itu lebih menyenangkan. Itu sebabnya kenapa kita selalu rindu kembali ke masa kecil.


Jangan pernah berhenti berteriak, bermain dan tertawa, itu adalah bagian dari masa kecil kita yang akan selalu bersama kita.

__ADS_1


Masa kecil adalah masa di mana segalanya hanya tentang pertemanan dan kesetiaan.


__ADS_2