The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Malam mencekam


__ADS_3

The suffering of the soul leads to evil. Despair is the source of misguidance, and darkness of the heart, the source of soul suffering.


Humans are like trees. The more he wants to go up, the more his roots try to go down, that is, into darkness, into evil.


Whenever the darkness of ignorance within explodes, there blooms a beautiful flower of love, kindness, compassion.


Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan, dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.


Manusia sama halnya dengan pohon. Semakin dia ingin naik, semakin banyak akar-akarnya yang berusaha masuk ke bawah, yakni ke dalam kegelapan, ke dalam kejahatan.


Kapan saja kegelapan ketidaktahuan di dalam meledak, di sana mekar bunga indah cinta, kebaikan, belas kasih.


...


Flashback on.


Terkadang kita bisa menjadi orang jahat yang berjalan di jalan sesat, ada kalanya menjadi baik yang berjalan di jalan kebaikan, tapi taukah kamu bahwa semua hal itu memiliki sebuah alasan atau tujuan awal dirimu menjadi siapa?


Hana yang merasa tak aman untuk berlama-lama di tempat itu lalu berlari kembali ke tempat rombongan camping ya.


Tanpa dia sadari bahwa sosok yang menyeret kepala rusa itu terus memperhatikannya, di balik jubah hitam yang di kenakan ya sosok itu membawa pedang entah untuk apa.


Setelah Hana pergi sosok itu juga pergi ke suatu tempat, sebuah bagian hutan yang lebih gelap dan sepi karna di tutupi oleh dedaunan pepohonan dan banyaknya pohon yang akan membuat orang tersesat tapi seolah hapal sosok itu sampai di sana.


Bahkan suara hewan jangkrik atau burung pun tak terdengar sama sekali di tempat itu sangking sunyinya.


Di hadapannya, ada beberapa orang berjubah hitam sama dengannya sedang meletakkan seseorang di atas batu besar dengan posisi di ikat di ujung batu yang datar persegi panjang itu.


Seorang manusia seperti mereka yang tengah pingsan dengan posisi telentang tapi tak memakai sehelai kain atau pakaian apapun di tubuhnya.


"Ini hanya persembahan kecil."ucap salah satu dari mereka.


"Ya setidaknya kita bunuh saja dia karna dia terlalu cerewet dan hampir membocorkan rahasia kita."ucap seorang pria berjanggut putih yang menjadi pemimpin mereka.


Ternyata orang yang akan menjadi persembahan itu adalah salah satu di antara mereka juga.


"Tunggu dia sadar, persembahan tidak akan berjalan dengan lancar jika korbannya tidak sadar atau merasakan penyiksaan yang amat kejam dari ritual."


"Lalu kapan kita memulai ritualnya?"


"Setelah kita menangkap semua rombongan anak-anak itu, mereka akan sangat membantu kita untuk menyediakan pengorbanan besar bagi pangeran iblis.


Pangeran iblis pasti akan sangat senang dengan persembahan kita malam ini dan memberi kita hadiah yang besar pula."


Flashback off.


...

__ADS_1


Malam hari adalah hal yang cocok untuk menyalakan api unggun dan bercerita seram di tengah hutan saat camping.


Namun tidak dengan Hana yang sedari tadi hanya diam, bahkan saat semua temannya bercanda dia menjadi sangat pendiam.


Melly yang merasa aneh dengan sikap Hana yang tak biasanya, lalu bertanya pada temannya itu.


"Hana kau kenapa?apa tadi kau mendapat sinyal?"tanya Melly penasaran.


Hana mengangguk.


Gadis itu masih merapakan jaket coklat yang membungkus tubuhnya seperti selimut karna udara malam makin terasa dingin.


"Lalu kenapa sejak tadi kau diam saja hm?apa ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?"tanya Melly seolah bisa menebaknya membuat Hana menatap temannya itu.


"Ya hutan ini, aku tidak tau seharusnya camping adalah hal menyenangkan tetapi aku merasa sedikit tak nyaman dengan situasi ini."


"Huh ayolah lupakan itu?hanya tiga hari kita di sini jadi nikmati sisa waktumu, oh ya aku mau ambil minuman dulu oke."ucap Melly lalu pergi ke dalam tenda untuk mengambil minuman mereka.


Hana menghela napas.


Sementara teman-temannya sedang bersenda gurau karna mendengar sebuah lelucon dari salah mereka yang lucu, tetapi dia sama sekali tak bisa tersenyum atau tertawa, dirinya juga tak tau apa yang terjadi padanya.


Entah kenapa suasana hutan yang semula hening yang kini ramai oleh kehadiran mereka membuatnya sedikit takut.


Ya dirinya masih teringat dengan pemandangan mengerikan di jalan raya itu.


Hingga tiba-tiba teman laki-lakinya bernama Zero memanggilnya namanya.


"Ada apa Zero?"


"Jangan melamun, ingat kita berada di hutan aku hanya tak mau kau kerasukan setan nanti."goda Zero.


Pemuda itu tampak maskulin karna tinggi tubuhnya akan tetapi dia pemuda introvert yang konyol kata Melly.


"Ada-ada saja mana ada setan hutan, kau setannya."ketus Hana.


"Hei aku cuma bercanda tapi sepertinya kau sedang pms ya?"


"Bukan urusanmu."


"Galak sekali seperti kucing garong."


Hana diam tak membalas ucapan Zero, karna menurutnya meladeni pemuda itu tidak akan ada habisnya karna Zero memang suka sekali mencari perhatian padanya entah apa maksud laki-laki itu.


"Maaf aku sering menganggumu ya?mungkin kau merasa risih dengan sikapku selama ini."ucap Zero tiba-tiba.


"Tidak."jawab Hana.

__ADS_1


"Hah?apa?!jadi kau tak risih?"tanya Zero heran sekaligus binggung.


"Meskipun kau seperti itu tapi aku tak masalah, jadi untuk apa meminta maaf?"tanya Hana balik.


Zero tersenyum kikuk.


"Oh sebenarnya aku menganggumu karna mengagumimu Hana."ucap Zero sangat pelan tapi sayangnya masih di dengar Hana.


Hana yang mendengar itu diam-diam tersenyum dan pura-pura tak mendengarnya.


"Kau bicara sesuatu tadi?"


"Ah tidak."


"Benarkah?"


"Iya tidak ada."


"Kukira kau melakukannya..."


"Melakukan apa?"


"Menambah kayu bakar di api unggun itu yang mulai habis."ucap Hana tertawa membuat Zero tertegun karna tawa gadis itu sangat manis di Indra pendengaran.


"Hana apa kau belum..."


Brak!


Suara benda jatuh mengagetkan mereka semua, seorang guru laki-laki lalu mencoba mengcheknya akan tetapi saat kembali.


"Itu hanya hewan yang jatuh, semuanya baik-baik saja."


"Apa tidak apa-apa?hewan apa yang jatuh dari pohon?"tanya Hana penasaran.


"Mungkin kijang atau burung."jawab salah satu dari mereka.


Akan tetapi Hana merasa tak puas dengan jawaban teman-temannya.


...


(Pepatah bijak di atas menurut author kayak gini, ketika semakin orang itu di puncak, dia juga semakin di benci karna iri.


Ada kala keberhasilan seseorang menarik perhatian banyak orang hingga tanpa sadar bahwa dirinya yang merasa di puncak tak tau bahwa akan ada bahaya yang menyelakainya ketika dia lengah.


Begitu halnya sama dengan keimanan seseorang yang tinggi maka akan ada ujian yang menghadapnya untuk lebih di tingkat tinggi, intinya kita harus percaya pada diri sendiri dan berusaha dengan kemampuan kita.


Kunci sabar adalah jalan utama.)

__ADS_1


__ADS_2