
Fate is indeed a mystery. Humans can only think and predict where the destiny of their life choices will roll because God has endowed them with reason and reason, because humans are not just puppets.
Don't blame fate for your unfulfilled desires. Instead of waiting, you better try to make it happen.
Where we are born is destiny, how we grow is a process, what we will be like in our old days is a decision.
Takdir memang misteri. Manusia hanya bisa mengira dan menduga ke mana takdir atas pilihan hidupnya bergulir karena Tuhan mengaruniai akal dan budi, karena manusia bukan sebentuk boneka.
Jangan menyalahkan takdir atas keinginan kamu yang tak terwujud. Daripada menunggu, lebih baik kamu berusaha mewujudkannya.
Dimana kita dilahirkan adalah takdir, bagaimana kita tumbuh adalah proses, seperti apa kita dihari tua adalah keputusan.
...
Hasya Micella adalah seorang gadis yang hidup sebatang kara, dirinya hidup di panti asuhan semenjak bayi dan memulai hidup sendiri setelah lulus SMA, dia mempunyai perkerjaan tetap yang memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu menjadi pelayan resto biasa.
Akan tetapi Hasya masih merasa kurang dalam hidupnya, entah kenapa dia masih merasa kesepian walaupun dari SMP sampe SMA dia memiliki banyak teman karna kepribadiannya yang ceria dan friendly.
Perasaan kesepian itulah yang membuat hidupnya membosankan, hingga terkadang saat ia mengalami tekanan kecil saja saat berkerja dia menjadi stress dan melampiaskan dengan memukul kepalanya.
Hasya pernah melakukan self injury karna hidupnya tak pernah adil, dia ingin merasakan namanya kasih sayang sebuah keluarga namun sayangnya dia tak pernah mendapatkan itu.
Tapi percobaan bunuh dirinya selalu gagal.
Pribadi Hasya makin berubah menjadi pendiam dan pemalu bertemu orang lain, dirinya yang dulu ceria mulai anti sosial dan menjaga jarak dengan orang lain.
Ya setidaknya berada dalam zona nyamannya membuat dia merasa aman tanpa tau kepribadiannya makin berubah.
"Oh hei Hasya!"
"H-hai..."
Di tempat kerja pun Hasya tak mempunyai teman, walau sebagian mencoba mendekatinya karna parasnya manis dan cantik tapi Hasya tak pernah membalas atau meresponnya.
Hanya sapaan lah ia jawab.
"Apa kau ingin pergi makan siang?bagaimana kalau resto di sebrang sana, kau tau resto itu selalu lebih ramai di banding resto kita kudengar mereka membuat sesuatu yang baru."ucap pemuda berambut blonde pirang itu.
Dia menyukai Hasya diam-diam tapi karna gadis itu sama sekali tak peka akhirnya Dion menyerah dan memakluminya.
__ADS_1
Dirinya tak akan berharap lagi tapi hanya ingin menemani Hasya atau menjadi teman gadis yang selalu menyendiri itu.
Jujur saja dia sedikit iba dan kasian dengan kehidupan Hasya yang berkerja keras demi memenuhi kebutuhan hidupnya di usia mudanya, Hasya memang telah lama berkerja di restoran mereka semenjak gadis itu mulai sekolah SMP.
Sedangkan Hasya yang ajakan dan tawaran itu sebenarnya ingin menolaknya, sudah berkali-kali Dion mengajaknya tapi selalu ia tolak karna sedikit tak tega akhirnya dia menerimanya.
"Baik aku akan ikut denganmu."
"Oh benarkah?kau tenang saja aku yang akan mentraktir mu karna aku mengajakku, dan bisakah kau memanggil namaku saja jangan terlalu formal Hasya."
"Baik Dion."
Dion merasa senang karna perlahan Hasya mau memanggil namanya.
...
Di sisi lain.
Kita bisa melihat restoran cafe de Sakuragi Kensou makin ramai pengunjung.
Karna tempat di dalam sudah penuh akhirnya Hasya dan Dion memutuskan untuk memesan makanan mereka di luar.
"Hasya kau ingin pesan apa?"
"Kalo aku..."
Belum Dion menyelesaikan kalimatnya dan membaca menu di buku itu seseorang datang menghampiri mereka.
Jujur saja dari pakaiannya dia tampak seperti pelayan resto tapi benar-benar sangat tampan seperti idol hingga membuat para remaja siswi yang kebetulan berada di sana memekik dan diam-diam memotret sosok itu.
"Ada yang bisa saya bantu?kalian berdua ingin pesan apa?"tanya Haru.
"Apa kau pelayan restoran ini?"tanya Dion tak bisa menahan rasa penasarannya.
"Namaku Kensou Haru Madya sebenarnya aku manager cafe ini."ucap Haru mengenalkan dirinya.
Dion terlihat begitu terkejut sementara Hasya dia masih menunduk bukan karna malu tapi itu kebiasaan saat bertemu orang asing atau baru.
"Nona ingin pesan apa?"tanya Haru pada Hasya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Haru membuat Hasya tersentak dan sedikit mendongak.
"A-aku..."
"Jangan gugup, saya memang tampan hehe..."ucap Haru dengan pede membuat Dion speechless.
Diam-diam pipi Hasya memerah karna baru melihat wajah Haru yang memang sangat tampan.
"Kau tahu, aku sama sepertimu dulu tapi tidak ada gunakan untuk terus menyalahkan hidupmu.
Kehidupan ini milikmu saat kau memutuskan untuk terus bertahan entah sampai kapan, ada kata menyerah yang selalu ada di otak tapi jika kau ingin menyerah kenapa takdirmu masih membuatmu bertahan di posisimu saat ini?
Itu akhirnya kau belum pernah ingin menyerah Hasya...jalani hidupmu dengan baik mulai sekarang karna kita tak pernah tau apa kejutan di masa depan nanti.
Manusia tidak bisa membuat rencana sempurna tapi dia bisa siap untuk terus melangkah ke depan."ucapan Haru tiba-tiba menyentuh hati Hasya.
Entah dari mana pemuda itu tau, atau suatu kebetulan tapi perkataan Haru adalah sebuah kata yang mampu menyadarkan sedikit pikiran sempitnya.
"Kalian berdua saling mengenal?"tanya Dion binggung.
"Maaf aku terlalu banyak bicara, sebenarnya aku pernah bertemu denganmu saat berada di taman.
Tapi sepertinya kau tak mengingatku karna kau terus berjongkok di bawah pohon sambil menyembunyikan wajah cantikmu itu."
"Tunggu jadi kau...."
"Aku adalah pemuda yang menemanimu waktu itu,
Hasya Micella."
Hasya terkejut sekaligus ingat kalau di taman dia pernah mendengar seseorang yang menanyai kenapa dia berada seorang diri di taman.
Waktu itu dia sangat terpuruk dan menangis, tapi dia merasakan ada seseorang yang menepuk pundaknya, tak mau melihat orang itu karna sedikit takut akhirnya dia memilih terus berada di posisinya tanpa tau Haru masih menunggunya dan mencoba berbicara lembut padanya.
Akhirnya pertahanan Hasya roboh, di menceritakan hari buruknya dan masa lalunya pada orang itu tanpa melihat wajahnya, orang itu dengan baik masih setia mendengarnya hingga mereka saling bertukar cerita, dan saat sesak di dadanya sudah hilang saat dia mengangkat wajahnya orang itu sudah tak ada di sampingnya.
Dan ternyata...
Orang itu adalah Haru.
__ADS_1
...
(Self harm/self-injury adalah perilaku menyakiti dan melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk gangguan perilaku yang berkaitan dengan sejumlah penyakit kejiwaan.)