The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Kencan Haru dan Hasya


__ADS_3

Bel rumah tampak berbunyi sedari tadi akan tetapi pemilik rumah begitu lama membukanya hingga saat gadis itu ingin beranjak suara pintu terbuka membuat keduanya terkejut.


Clek!


"Hasya!?"


"H-hai..."


Pemuda bermata emerald itu tersadar dari lamunannya melihat kekasihnya yang ternyata datang ke rumahnya.


"Kenapa kau kesini?seharusnya kau memberi tahuku agar aku tak lama membuka pintu."ucap Haru dengan suara seraknya.


Sepertinya musim cuaca yang cepat berganti panas dan dingin membuat tenggorokannya sakit hingga beberapa hari dia tak tampak keluar untuk berkerja.


Hasya yang mengetahui itu berinisiatif menjenguk Haru.


"Aku hanya ingin mengunjungimu...lihat aku membawa bekal buatanku."ucap Hasya yang terlihat begitu perhatian dan khawatir membuat debaran jantung Haru tak aman.


Apalagi Hasya memakai sweater pink bergambar kelinci yang membuatnya tampak semakin manis.


"Baiklah ayo masuk!"ucap Haru.


Hasya mengangguk dan masuk kedalam rumah mengikuti Haru, dia tertegun saat melihat sekelilingnya di mana beberapa dekorasi yang rapi dan arsitektur gambar yang terkesan elegan seperti seorang seniman.


"Sudah puas melihat-lihatnya?"ucap Haru terkekeh melihat mata bulat Hasya yang tampak kagum dengan isi rumahnya.


"Rumahmu seperti rumah seorang seniman."puji Hasya malu.


"Ah tidak sebenarnya aku hanya suka mengumpulkan sesuatu atau hobi mengoleksi pajangan lukisan tapi kau belum lihat kamarku kan?di sana banyak tempelan foto dari hasil fotografi ku aku sangat suka lukisan dan fotografer."


"Jika kau menyukai dua hal itu kenapa kau tak bermimpi untuk mewujudkannya seperti menjadi seorang seniman atau fotografer?"tanya Hasya penasaran.


Haru mengelus surai rambutnya sendiri dan satu alisnya terangkat sambil menatap kearah Hasya dengan senyuman tampannya.


"Entahlah, aku suka menjadi apapun yang ku mau dan itu bukan tergantung hanya pada hobi atau kegemaran ku."ucapnya.


Hasya yang melihat itu kena heart attack dan salting sendiri.


Tiba-tiba...


"Kak Haru!eh...siapa?calon pacar kakak?"ucap Hana yang berlari turun dari tangga dan baru datang ke ruang tamu sedikit heran dengan tamu kakaknya yang ternyata seorang gadis.


Kedua orang tua mereka sedang bekerja, sore hari biasanya Hana akan pergi keluar bersama teman-teman tapi anak itu tumben sekali ingin menetap di kamarnya sambil belajar hingga dia mendengar suara bel rumah yang di pencet berulang kali.

__ADS_1


Karna rasa penasaran adik Haru itu ingin melihat siapa tamu kakaknya.


"Bukan calon pacar lagi, tapi dia adalah pacar kakak."ceplos Haru membuat Hasya semakin malu hingga menutup wajahnya.


Hana tertawa sampai memegang perutnya.


"Hahaha jangan bercanda kak!sebelumnya kau tak pernah memberitahu hal ini, lihatlah!kan kasian kakak cantik itu jika kakak tak serius!"


"Aku tidak bercanda atau main-main Hana, dia Hasya adalah kekasihku sekarang."


Mendengar ucapan dalam kakaknya membuat Hana berhenti tertawa.


Ya bagaimana pun dia tau kalau kakaknya tak pernah bermain-main dengan namanya seorang gadis, dia adalah tipe cowok yang menghormati lawan jenis dan mencoba sebisa mungkin untuk menjaga jarak jika teman gadisnya menyatakan perasaan karna bagaimana Haru itu dulu populer dan tampan, dia sering di sebut materil boyfriend karna sering membantu teman kelompoknya yang kebetulan seorang perempuan itu hingga membuat perempuan itu baper akhirnya menyatakan perasaannya, tapi Haru menolaknya dengan halus karna dia tak mau mereka mempunyai hubungan terpaksa atau cinta sepihak saja.


Haru akan benar-benar tertarik pada seseorang yang ia sukai dan tak akan berpaling dari yang lain karna dia berprinsip bahwa laki-laki itu harus setia pada pasangannya.


Begitulah Haru, sama seperti Akira.


Mereka berdua duo boyfriend yang loyal banget kan?


"Wah kakak pandai memilih calon kakak ipar, tapi siapapun kekasih kakak aku akan menerima dan setuju karna hatinya sangat baik."puji Hana membuat Hasya tertegun.


"Kak Haru tak menceritakan tentang kakak, dia hanya berbicara bahwa dia bisa mengagumi seseorang dari karakter baiknya seperti kak Akira oleh karna itu dia ingin menjaga seseorang itu suatu saat nanti jika dia bersamanya sekarang."


"Iya iya baiklah."ucap Hana memutar bola matanya malas padahal kan dia ingin cepat dekat dengan calon kakak iparnya tapi seperti dia tau kalau kakaknya mempunyai kekasih yang cukup pemalu.


"Maafkan adikku yang sangat cerewet itu."ucap Haru tiba-tiba.


Hasya mengeleng sambil tersenyum kikuk.


"T-tidak apa-apa ini bukan salahnya."


"Sebenarnya dia membuatmu nyaman tapi mungkin kau..."


"Iya aku kurang bisa dekat dengan seseorang kecuali dirimu."ucap Hasya tanpa sadar membuat Haru terkejut.


Hasya terdiam tapi kemudian pipinya menjadi sangat merah.


"Aku aku...tadi bicara apa...astaga!"


"Hahaha kau lucu sekali!"ucap Haru tertawa lalu mencubit hidung Hasya gemas membuat gadis itu makin salting.


Tak ingin membuat gadisnya itu nanti kesal karna ia terus menggodanya akhirnya Haru menyuruh Hasya duduk bersamanya di sofa panjang dekat TV.

__ADS_1


"Kau ingin menonton sesuatu?"


"Tidak, oh ya Haru kau sakit karna apa?"


"Aku hanya flu biasa, hal itu membuat tenggorokanku sakit karna kemaren malam aku batuk terus dan tak bisa menelan makanan yang keras.


Sepertinya aku terlalu banyak makan eskrim milik Hana kemaren."


"Untuk apa kau makan eskrim malam malam! Sudah tau itu tak baik bagi kesehatanmu!"omel Hasya.


Haru yang mendengar Hasya mengkhawatirkan hatinya merasa hangat.


Hasya memang gadis yang sangat baik.


"Maafkan aku...apa kita bisa kencan sekarang?"


"Kau serius?tapi kondisi mu kan!"


"Aku baik baik saja, hanya suaraku yang sedikit berubah bukan berarti aku tak enak badan."


"Tapi sebaiknya kau menjaga kesehatan sebelum peduli pada orang lain Haru."ucapan terakhir Hasya membuat Haru tertegun.


Hasya...


Mengingat kannya pada dokter psikiater nya dulu.


Mereka orang yang berbeda tapi seolah sama.


Apa itu hanya kebetulan saja karna dia teringat masa lalunya ketika dia mental down.


...


When you find someone you can trust, hold onto them tightly because in life, someone isn't easy to find."


Trust is like a soul, it can never come back once it's gone. You have to believe that today will be much better than yesterday. That belief will become a powerful prayer.


When you make a commitment, you build hope. When you keep promises, you have built trust.


Ketika kamu menemukan seseorang yang bisa dipercaya, genggam erat mereka karena dalam hidup, seseorang itu tak mudah ditemukan."


Kepercayaan itu seperti jiwa, tak akan pernah bisa kembali setelah hilang. Kau harus percaya bahwa hari ini akan jauh lebih baik dari hari kemarin. Kepercayaan itu akan menjadi doa yang kuat."


Ketika kamu membuat komitmen, kamu telah membangun harapan. Ketika kamu menepati janji, kamu telah membangun kepercayaan.

__ADS_1


__ADS_2