
Byur!
"AAAAAAAAAA!!!"
Rico makin berteriak menjadi-jadi karna rasa sakit luar biasa yang belum pernah ia rasakan, kalian tau air apa yang Asa bawa dalam botol tadi?
Itu bukan Air garam, melainkan Air bensin yang baunya sangat menyengat kini memenuhi ruangan itu membuat Asa selanjutkan ingin membakar sosok Rico hidup-hidup.
Bukankah itu sama saja dengan mati perlahan yang menyiksa.
Sedangkan Rico membulatkan matanya saat Asa menyalakan korek api yang sejak kapan di pegangnya, mungkin gadis itu tadi menyembunyikannya di dalam saku roknya.
"Selamat tinggal pecundang...." Gadis itu lalu menyeringai dengan tatapan dingin tak lepas padanya membuat tubuh Rico terpaku dan pasrah dengan kejadian selanjutnya.
...
"Buang mayatnya ke sungai!" perintah Asa pada anak buahnya dan langsung di laksanakan oleh penjaga yang tadi berdiri di luar dengan patuh.
Dia menatap datar pada sosok di depannya yang kini sudah tak terbentuk atau karna hangus terbakar?
Namun apa pedulinya?toh bukan urusannya jika pak tua bangka itu mati karna Rico sendiri yang menyerahkan nyawanya saat mengusik gadis itu.
Asa mencium bau asap di sekitarnya tubuhnya, dia menghela napas karna ia harus menghilangkan bau ini jika terhindar dari pertanyaan dua temannya yang masih berada di Vilanya.
...
Di sisi lain.
Pemuda yang di cintai Asa itu kini sedang uring-uringan menatap foto adiknya di layar ponselnya.
Jujur saja dia sangat merindukan sang adik yang masih terbaring di rumah sakit, sebelum pamit Akira sempat berpesan pada sang bunda untuk mengabarinya lebih dulu jika Jio sudah terbangun dari komanya.
Soal insiden itu pelakunya benar-benar mendapatkan hukuman yang setimpal dengan terperangkap di dalam jeruji besi walau ia masih di bawah umur tapi sebuah perbuatan buruk harus di cegah dengan memberikan hukuman.
Berbeda dengan Asa jika mata di balas dengan mata maka darah juga di balas dengan darah.
Hukuman yang melanggar aturan pemerintah karna main adil sendiri tapi siapa yang berani menentang Asa karna gadis itu bisa menghancurkan ribuan orang dalam jentikan jari saja.
__ADS_1
Pemuda itu mengerjakan matanya yang berwarna kebiruan langit saat ingatan tertuju pada masa lalu ia bertemu dengan kakek tua yang di tangkap karna kasus ajaran sesat itu.
Ada yang masih ingat dengan si kakek yang menjadi ketua sekte?lebih tepatnya kakek yang memimpin ajaran sesat menyesatkan.😂
Soal kenapa ia memikirkannya adalah masalah dengan tanda bintang itu, dirinya kini bisa melihat masa depan atau mendapat sebuah ancaman berbahaya yang membuatnya harus menyusun rencana di otaknya.
Kalau memang itu sebuah kutukan iblis tapi...
"Meski aku selalu berpegang teguh pada kebaikan aku sendiri juga tak percaya bahwa kebaikan sejati itu ada selama di dunia ini masih ada namanya orang jahat dan penghianatan persahabatan ( munafik)."gumamnya entah kenapa ucapan itu keluar begitu saja dari bibirnya.
Pemuda itu lalu memasang wajah mengemaskan dengan menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya tanpa sadar. Katakanlah bahwa itu ekspresi alaminya karna dirinya juga tak sadar melakukannya atau berpura-pura terlihat seperti lugu?
Di tambah alis tebal yang menukik lucu seolah berekspresi marah tapi tidak cocok dengan wajah Akira, kalau saja ada Haru atau Asa yang melihatnya pasti yang mengigit pipi dalam karna demi apapun Akira dalam mode bayi itu sangat mengemaskan.
Tidak ada yang berubah pada wajah laki-laki tersebut, masih terlihat baby face, pipi putih yang sedikit kemerahan itu masih chubby seperti adonan tepung yang akan tumpah dan garis rahang yang sedikit tegas seperti milik adiknya.
Tatapannya masih teduh dan lembut, hingga membuat seseorang pasti akan langsung tertarik atau tengelam jika menatap mata biru itu. Senyuman manis itu menghangatkan hati seseorang di tambah dua lubang cacat yang akan muncul saat ia tertawa menampilkan gigi tengah yang mirip kelinci itu yang menyembul lucu.
"Aku mengemaskan ya?"ucapnya sadar saat melihat pantulan wajahnya dalam cermin layar ponselnya.
Posisinya kini berbaring di atas sofa sambil terus menatap ponsel karna memandangi wallpaper di mana terdapat dua anak laki-laki yang berpose keren.
Jadi selama ini dia memang tak sadar kalau melakukan sesuatu yang membuat orang lain gemas padanya?
Benar-benar Akira ini...🗿
"Kau sedang apa?"
Sebuah suara menghentikan aktivitasnya untuk memandangi wajahnya terus, apa Akira jadi pede seperti Haru yang tampan?
"Aku hanya..."
Lagi-lagi gadis yang berstatus kekasihnya itu kini membungkamnya dengan apa yang di lakukannya.
Memang apa yang di lakukan Asa?
Biar author beritahu, dua insan itu saat ini berada di satu sofa yang sama dengan posisi cewek di atas pria.🙈
__ADS_1
Akira sendiri sedikit terkejut dengan posisi mereka berdua yang menurut orang lain ambigu jika memergoki mereka.
Tapi Asa tak peduli seolah dunia serasa milik mereka berdua ehem.🗿
"Manisnya..."
"Huh?" Akira tanpa sadar mengerutkan keningnya saat mendengar gumaman Asa yang sangat jelas di telinganya.
"Apa kau tak sadar kalau kau itu manis dan tampan Akira?"tanya Asa sambil memiringkan kepalanya hingga bibir nya hampir saja menyentuh pipi Akira.
Akira yang merasa pergerakan kecil gadis itu ber efek besar pada debaran jantungnya yang tak berhenti.
Bagaimana tidak, jika kau di suguhi oleh wajah bidadari yang sangat cantik dari dekat dan hanya berjarak lima senti saja kau bisa mencium nya.
Akira sangat menyukai aroma dari tubuh Asa yang menurutnya menenangkan yaitu aroma lavender, dan apa Asa habis mandi karna rambutnya sedikit basah apalagi wajah polos tanpa make up tipis yang Asa gunakan setiap hari membuat kecantikan bertambah meski gadis itu memang terkadang tak memakai polesan apapun tapi wajah Asa yang natural tetap cantik di mata Akira.
Bagaimana ada gadis secantik Asa?seandainya aku menolaknya mungkin aku akan sangat rugi dan menyesal, begitulah pemikirannya Akira.
Tanpa ia ketahui bahwa pemikiran dan hati gadis itu seperti ratu iblis dengan segala kelicikannya untuk memikat orang lain atau mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.
Keposesifan kuat terhadap miliknya itulah Asa.
"Milikku...kau milikku Akira."ucapan itu keluar dari bibir pink gadis itu, sementara Akira memejamkan matanya saat merasakan jari lentik Asa mengelus pipinya lembut.
Dalam hati dia merasa lucu dan ingin tertawa, karna hampir setiap saat dia mendengar Asa berkata seperti itu....
Bahkan ketika gadis itu tertidur, Akira pernah tau...
Asa mengigau memanggil namanya saat kecil.
"Ya aku hanya milikku dan kau milikku puas tuan putri?"jawab Akira di selingi kekehan manis.
Asa ikut tersenyum.
Akira rupanya sudah tau.
Kalau dia tak akan pernah melepaskan apa yang sudah menjadi miliknya.
__ADS_1
Karna perasaan cintanya makin besar.