The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 55 Kemarahan Gavin


__ADS_3

Akira tiba-tiba merasakan rasa sesak luar biasa di dadanya.


Dia mencengkram dadanya erat supaya mengurangi rasa sesak itu tapi  sesak itu makin bertambah hingga ia kesulitan untuk mengambil udara.


Samar-samar dia mendengar teriakan teman-temannya dikelas.


Ah dia lupa kalau dia masih dikelas, bagaimana dengan Haru dan Asa?


Dia lupa kalau kedua temannya pasti akan melihatnya...


Sayangnya saat ia ingin membuka matanya kegelapan telah merengut kesadarannya yang kian menipis.


Bruk!


...


Bella memasuki mansion dengan langkah cepat, dia menghiraukan sapaan pelayan yang menyambutnya hingga sampai tangga, sedangkan para pelayan sudah biasa dengan sikap nona mereka yang acuh tak acuh pada orang lain.


Sampai dia berdiri didepan pintu coklat.


Dia membukanya dan melihat kembarannya Bisma sedang bermain game di tv yang ada dikamarnya.


"Oh kau baru sampai?"tanya Bisma tanpa menoleh sedikit pun dari tv, dia memang tau kembarannya itu bolos sama halnya dengannya.


"Apa orang tua kita ada dimansion utama?"tanya Bella.


"Aku tidak tau mereka kemana mungkin bulan madu keluar negri untuk membuatkan kita adik."


Puk!


"Astaga apa kau lakukan!"ucap Bisma kaget saat Bella melempar bantal dari kasur tepat kewajahnya.


Tidak taukah dia hampir saja kalah dari gamenya karna tak fokus.


"Aku menyesal bertanya padamu, kau saja sudah cukup menyusahkan!"ucap Bella yang tak mau adik lagi.


Bisma menyeringai menatap kembarannya.


"Jadi jika kau tak mau mempunyai adik bagaimana dengan pemuda yang bersama Andre?"


"Siapa maksudmu?"


"Akira."


Ucapan Bisma membuat Bella terdiam.


Berusaha tak menggubrisnya Bella merebahkan tubuhnya diatas king kize disana.


Sedangkan Bisma memilih melanjutkan gamenya saja,dua orang itu saling diam hingga menciptakan suasana hening cukup lama.


Ditengah renungan nya tiba-tiba Bella teringat akan buku benang merah yang berada di dalam tasnya.


Bella segera bangkit dan membuka isi tasnya dengan buru-buru membuat Bisma yang baru saja selesai bermain game menatap binggung kearahnya.


"Kau mencari apa?"


"Buku benang merah."

__ADS_1


"Apa?"


Bella lalu menunjukkan buku benang merah yang dipegang tangannya itu hingga membuat Bisma terkejut.


"Bagaimana kau bisa menemukannya?"tanya Bisma penasaran sedangkan Bella mengangkat bahunya.


"Aku juga tidak tau."


"Huh?ini aneh, tapi...apa teror itu masih dialami paman Aron jika buku itu sudah ketemu?"tanya Bisma mendapat gelengan kepala dari Bella.


"Itu...tak pernah berhenti, paman Aron pernah bilang kita menemukan buku benang merah ini maka kita harus memberikannya padanya supaya teror itu berhenti."


"Maksudnya didalam buku itu benar-benar ada jiwa manusia yang terperangkap?jika kau memberikannya kepada paman mungkin jiwa itu mungkin akan terperangkap selamanya."


Bella hanya diam, mereka berdua memang sudah mengetahui kebenaran masa lalu dari Aron sendiri.


Akan tetapi Aron belum memberitahu alasan kematian seorang siswa bernama Gavin itu.


"Apa kau percaya bahwa paman Aron akan menyelesaikan semuanya?"


Pertanyaan dari Bisma telak membuat Bella terdiam seribu bahasa.


"Bisakah kita percaya padanya atau percaya pada Akira?"


...


Aron meraup wajahnya kasar, entah kenapa dia merasa arwah penasaran Gavin masih menganggunya.


Dia harus menemukan buku benang merah dan memperkuat ikatan benang merah dibuku itu.


Dia merasa ikatan benang merah itu mulai melonggar hingga Gavin menerornya waktu itu.


"Sialan! Apa ini karmaku karna memanfaatkan anak lugu itu?"tanya Aron pada dirinya sambil mengacak rambutnya sendiri.


Prang!


Tiba-tiba entah apa yang terjadi lampu diruangannya pecah.


Suasana sunyi saat ini makin membuat Aron merasa was-was.


Brak!brak!


Aron terkejut.


Dan benar saja suara itu berasal jendela ruangan yang ditutupi tirai transparan itu terlihat tangan seseorang yang menimbulkan suara itu seolah-olah ingin memecahkan kaca jendela.



Aron perlahan berdiri dari kursinya dan melangkah mundur.


Hingga...


'Kenapa?apa kau takut sekarang pak kepala sekolah'


Suara bisikan yang dingin.


Aron mengenalnya.

__ADS_1


"K-kau! S..sudah kubilang jangan menggangguku bodoh, trik murahanmu ini tak akan berhasil membuatku tertekan dan membongkar rahasiaku."ucap Aron dengan terbata tapi dia berusaha menekan rasa takutnya.


Suara bisikan itu kembali terdengar ditelinganya dengan kekehan yang mengerikan.


'Bukan aku yang akan menghancurkan reputasi mu Aron, tapi ada seseorang yang akan membuka semua kedok kebusukanmu di depan semua orang nanti, jadi aku hanya memperingatkan mu...


Walaupun sebenarnya aku bisa langsung membunuhmu.'


Deg!


Jantung Aron berpacu dengan cepat, dia berlutut di lantai sambil mencengkram dadanya erat.


Tiba-tiba saja dia merasakan rasa sakit ini dan itu membuatnya kesulitan bernafas dan kepalanya menjadi berat.


Perlahan kesadarannya di renggut oleh kegelapan dan suara yang ia dengar adalah tawa dari sosok tak kasat mata itu melihat penderitaannya baru saja di mulai.


...


"Tuan..."


Aron membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah pria berjas dokter dan ruangan serba putih.


Tunggu?


Sejak kapan dia berada dirumah sakit?


"Anda ditemukan pingsan didalam ruangan kerja oleh satpam rumah anda."ucap pria itu.


Aron menghela napas, akhirnya dia mulai mengerti apa yang terjadi dan tentu saja dia masih ingat dengan jelas karna kejadian itu baru beberapa jam lalu terjadi.


"Tuan Aron ada yang ingin saya sampaikan mengenai kesehatan anda."ucap dokter itu berusaha serius.


Aron mengeryitkan dahinya, seluruh badannya masih lemas untuk duduk dan dia masih mengunakan masker oksigen.


"Apa anda melakukan hal berat akhir-akhir ini?atau merasa sesak belakangan ini?"


"A-ku hanya sibuk bekerja..."ucap Aron lirih.


Dokter itu memandang pasiennya dengan tatapan yang tak dapat diartikan sebagai apa.


"Anda divonis mengalami gagal jantung."


"Apa!"


Aron melepas oksigen yang terpasang dihidungnya paksa hingga membuat dokter itu kaget dan panik.


"Maafkan saya, tuan tolong tenanglah!"


"Bagaimana aku bisa tenang jika tiba-tiba kau mengatakan kalau aku menderita gagal jantung!ayolah kau itu dokter seharusnya tak berkata omong kosong pada pasienmu!"


"Tuan saya tidak bicara omong kosong atau sedang bercanda, ini serius dan ini hasil pemeriksaannya."ucap dokter itu sambil menyerahkan selembar kertas dan langsung direbut oleh Aron yang tak sabaran.


Mata Aron membulat, dia terlalu shock dan marah hingga dia kembali merasa sesak nafas sebelum dokter itu menyuntikkan obat penenang agar pasiennya tak lebih memberontak.


...


Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung melemah sehingga tidak mampu memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 65 tahun.

__ADS_1


Gagal jantung atau heart failure juga dikenal dengan gagal jantung kongestif. Terlepas dari namanya, kondisi ini bukan berarti jantung benar-benar berhenti berfungsi, melainkan jantung tidak bisa berfungsi dengan baik.


__ADS_2