
(Aku kembali lagi nih!akan kuusakan updatenya tiap hari supaya gak lupa sama ceritanya...tetap semangat!dan tersenyum menjalani hari readers!)
.
.
Apa yang ada dalam pikiran kalian mendengar kata rumah sakit atau dokter?
Apa kalian takut pergi kerumah sakit karna bertemu dengan dokter?
Atau penyebabnya kalian takut sama dokter karna hobi suntik orang?
(Author gak takut di suntik jadi senang aja ketemu dokter wkwk.)
Jadi gini,masih ingat dengan karakter kedua kita kan?
Hari ini Haru pergi kerumah sakit seorang diri tanpa ditemani duo sahabatnya itu,bahkan orang rumah juga tidak tau dia pergi kemana.
Wajar saja sih,kan Haru masih melanjutkan aksi ngambek alias mendiami keluarganya sendiri dulu agar keluarganya itu merenungi kesalahan mereka,bukan karna egois tapi terkadang manusia jika berada dibatas kesabarannya maka ia akan memberontak untuk melindungi dirinya seperti hewan besar contohnya singa yang akan menyerang manusia kalau manusia itu menganggu wilayahnya,dan Haru melakukan itu untuk kebaikan semua orang terutama dirinya sendiri.
Kita boleh bertindak egois tapi haruslah pada batas wajar dalam artinya jangan sampai ada pihak yang sampai terluka dan sakit hati.
Ingatlah jika kita tetap menjadi manusia egois dan bertindak buruk pada manusia lainnya maka semua itu akan berbalik pada kita sendiri yaitu karma.
(Author orangnya pendendam tapi gak pernah nunjukin,misalnya ada orang yang pernah jahat ke aku,orang itu bakal aku ingat seumur hidup tapi jika orang itu baik maka kebaikan juga kuingat seumur hidup,kalau kalian tanya apa itu kepribadian?itu adalah bentuk dari sifat karakter kita sendiri contoh orang intovert.)
...
"Bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja."
"Bisa kulihat kau sudah sangat membaik Haru."ucap Daniel dokter yang merawat Haru.
"Jadi?menurutmu aku tak memerlukan obat anti depresi lagi kan?"tanya Haru,jujur saja dia tak mau meminum obat-obatan pahit itu setiap harinya.
"Jika kau merasa tidak baik-baik saja kau masih bisa mengonsumsinya,ya walaupun tidak sesering waktu pertama kali,banyak orang yang awalnya akan kecanduan hingga overdosis tapi kau berhasil menekannya itu jelas saja karna tak suka meminum obat."ucap Daniel karna Haru merupakan satu-satunya pasien bipolar yang keras kepala meminum obatnya.
Haru terkekeh sepertinya sang dokter membaca raut ketidaksukaannya pada obat.
"Apa akhir-akhir kau tak mengalami insomnia?"
"Ya tidurnya nyenyak tapi awalnya masih sulit bagiku untuk tidur selain saat tengah malam."
__ADS_1
"Kurangi kebiasaan mu itu,kau harus tidur lebih awal karna hal itu akan mempengaruhi kinerja otakmu."
"Baik dokter."
"Untuk saat ini semua terlihat sangat bagus Haru...kau pasti bisa sembuh."
"Ya aku harus sembuh untuk seseorang."
Jawaban Haru membuat Daniel tersenyum,entah kenapa saat dia melihat Haru dia mengingat masa-masa dimana dia pernah mengalami trauma dan depresi berat.
Dan mungkin Haru merupakan satu-satunya pasien yang mengalami perubahan sangat cepat dan memungkinkan anak itu meninggalkan gejala bipolar lainnya.
Dia tak pernah menyerah.Batin Daniel.
Dia jadi penasaran siapa sosok yang memotivasi Haru?
"Haru apa kau pernah bertemu seseorang yang mengidap anti sosial?"tanya Daniel.
"Anti sosial?"tanya Haru binggung.
"Istilah itu bisa kita sebut sosiopat,karakter seorang sosiopat biasanya sudah bisa terlihat sejak remaja hingga dewasa. Mereka memiliki karakter acuh dan tidak peduli dengan orang lain. Seorang sosiopat juga cenderung tidak punya rasa malu, penyesalan, dan empati. Akibatnya, mereka tidak bisa mempertahankan hubungan dekat dengan seseorang, meski tidak ada penjelasannya."
"Aku belum pernah bertemu dengan seseorang yang sosiopat,tapi jika psikopath mungkin pernah..."ucap Haru.
"Ya itu mungkin."ucap Haru mengaruk kepalanya yang tidak gatal,dia tak yakin atau tak mengingatnya.
"Haru jika bertemu dengan psikopat kau harus lebih waspada dan hati-hati, psikopat adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian, yang ditunjukkan dengan perilaku kasar, tidak sensitif, manipulatif, dan antisosial. Nama gangguannya sendiri adalah psikopati. Gangguan tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari sebuah proses panjang yang dimulai sejak usia anak-anak."ucap Daniel panjang lebar,bukan apa-apa dia menasehati Haru untuk kebaikan pasiennya.Dulu dia memang pernah menangani pasien yang mengidap sindrom psikopat tapi pasien itu selalu menyakiti dirinya untuk menahan hasrat membunuhnya,jadi terpaksa rumah sakit mengisolasinya dan tak ada seorang dokter mana pun yang berhasil mengobati penderita psikopat.
Karna rata-rata manusia terpintar atau disebut kecerdasan buatan yang nyata adalah psikopat pemenangnya, bahkan sebagian para polisi yang berhasil menangkap psikopat yang melakukan tindak kriminalnya.
Otak jenius psikopat memang tak bisa ditebak,hal itulah yang membuat mereka mampu cepat beradaptasi dan berbaur dengan manusia normal lainnya.
"Jadi apa dokter pernah bertemu dengan seseorang sosiopat?"
Pertanyaan Haru membuat Daniel tersenyum tipis.
"Akulah orang itu dan kau bertemu sosiopat sepertiku."
"Eh?!"
Tentu saja Haru terkejut,lalu kenapa didepannya dokter itu tampak normal seperti dokter lainnya,apa barusan dia ditipu!
"Tenanglah,aku sudah sembuh."ucap Daniel memandang kearah jendela ruangannya.
__ADS_1
Haru mengangguk kikuk,dia tak menyangka dunia itu begitu sempit dan dipenuhi orang-orang gangguan mental begitulah pemikiran Haru.
...
Saat ini Haru berada ditaman rumah sakit,pikirannya masih terngiang-ngiang oleh perkataan Daniel yang mengungkapkan masa lalunya dulu dia adalah sosiopat.
Tapi kenapa dia pernah mengatakan dia bertemu dengan psikopat?
Apa dia melupakan sesuatu dimasa lalunya?
Bruk!
"Maaf!"lagi lagi karna dia melamun dia menabrak orang lagi.
Tapi sepertinya dia mengenal orang itu.
"Jio!?"
"Hm?"
Astaga pantas saja dia mengenal wajah familiar itu,orang yang tak sengaja ditabraknya rupanya adalah Jio adiknya Akira.
Tapi kenapa Jio bisa disini?
"Kenapa kau bisa ada dirumah sakit?"tanya Haru penasaran.
Sedangkan Jio masih memasang ekspresi datar andalannya.
"Itu bukan urusanmu."ketus Jio bersedekap dada didepan Haru.
"Apa katamu!hei aku bisa memberitahu Akira kalau kau berada disini."ancam Haru.
"Coba saja,aku akan membunuhmu terlebih dahulu."ucap Jio dingin membuat Haru bergidik ngeri.
Padahal Jio lebih muda darinya tapi entah kenapa aura dari adik Akira itu terlihat mendominasi dan dewasa dari kakaknya.
Dan kenapa dia takut dengan Jio!
"Astaga aku hanya bercanda,kenapa kau selalu menganggap serius dan ucapanmu itu sangat menakutkan tau!kau tidak mungkin akan membunuhku kan?"ucap Haru.
Jio hanya diam tidak tau saja kalau jantung Haru hampir copot dengan tatapan tajam Jio,walaupun anak itu hanya menatap tapi alisnya yang tegas dan mata elangnya bisa membuat orang dewasa takut padanya sekalipun.
"Mungkin lain kali."ucap Jio dengan seringainya.
__ADS_1
Tolong selamatkan Haru author!!!