
Asa dulu masih memiliki emosi.
Rasa senang, sedih, dan marah.
Puncaknya dia merasa kecewa terhadap temannya, dirinya tak menyangka bahwa manusia yang di percaya bisa berkhianat dan menusukmu dari belakang.
Salahkan pikirannya yang masih lugu dan murni seperti Akira, hingga dia mengenal apa itu rasa sakit.
Dia tak pernah menangis saat mendengar kabar kematian kedua orang tuanya.
Tapi dia menangis untuk pertama kalinya karna memikirkan rasa sakit yang di alaminya.
Hingga dia memutuskan untuk membuat dua pilihan.
Menjadi manusia mati tanpa raga atau manusia hidup tanpa jiwa.
Artinya Asa ingin bunuh diri atau tidak bunuh diri tapi dia telah kehilangan jiwa dan kerusakan kondisi psikisnya.
Asa menyadari itu saat melihat sudut pandangnya berbeda dengan orang lain.
Dia sangat sadar...
Masih untuk sadar.
...
Love is the reason for many things… But, not to tolerate disrespect and abuse. Let love be the force that heals you from bad relationships; not what keeps you in it.
Cinta adalah alasan untuk banyak hal… Tapi, tidak untuk menoleransi rasa tidak hormat dan pelecehan. Biarkan cinta menjadi kekuatan yang menyembuhkanmu dari hubungan yang buruk; bukan apa yang membuatmu tetap di dalamnya.
Mencintai seseorang begitu dalam adalah hal yang salah, terkadang orang itu memiliki kesetiaan tinggi tapi sikap mengekang pasangannya tidak benar.
Dia hanya ingin dirinya sendiri merasa puas, dia ingin memiliki semuanya tanpa peduli perasaan orang lain.
Karna itulah sikap egois dan obsesi dalam diri seseorang muncul.
Perlahan menguasai hati kedalam kegelapan dan sulur tanaman berduri mengendalikan raga yang berdarah.
...
__ADS_1
"Akira..."
"Asa?sejak kapan kau disini?"ucap Akira terkejut melihat gadis itu.
Asa tersenyum tipis, tapi Akira tau bahwa tatapan gadisnya kini kosong menandakan dia tak mempunyai emosi apapun akan tetapi memendam amarah yang sangat mendalam.
"Akira aku menyukaimu sangat menyukaimu."ucap Asa.
Gadis itu berjalan mendekat.
Dan Akira hanya diam.
Dia menunggu apa yang akan di lakukan Asa, sama seperti mereka telah mengenal lama dari kecil itu artinya mereka memahami kata-kata walaupun tanpa lisan.
"Akira pernahkah kau tau apa itu rasa sakit?dulu aku pernah merasakannya tapi sekarang hanya rasa kosong yang kurasakan dan kekosongan itu telah di isi dengan kehadiranmu, aku ingin terus merasakan kasih sayang itu...
Kehangatan persahabatan dan canda tawa kita akan selalu ada karna kita selalu bersama."ucap Asa mencurahkan isi hatinya.
Gadis itu menyentuh pipinya sendiri.
Matanya berkilat tajam menatap Akira.
"Kau tau kan rasa obsesiku terhadap apa yang kumiliki.
"Kau sakit jiwa tapi entah kenapa aku juga mencintaimu."gumam Akira masih di dengar Asa.
Gadis itu ingin sekali tertawa mendengarnya, bahkan Haru yang menyadari lebih awal telah terlambat untuk mencegahnya, berbeda dengan Akira yang berusaha mencegahnya sehingga pemuda itu lebih memilih pura-pura tak tau atau diam dan Asa lah yang membongkar rahasianya.
Akira benar-benar pemuda yang cerdik itulah mengapa Asa sangat amat menyukainya karna dia tak pernah salah untuk memilih seseorang yang cocok bersanding dengan sifatnya.
"Teman adalah kata lebel untuk siapapun, tapi kita tak menjadi teman karna sifat kita berbanding balik justru dengan ada hubungan serius kau bisa jauh lebih mengenal sifat misteriusku dengan baik, kita melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Apa yang kusembunyikan kau mengetahui begitu sebaliknya karna aku bisa membaca ekspresimu.
Akira masihkan kau bertahan denganku?"
Pertanyaan Asa membuat Akira tersentak tapi dia buru-buru menutupi ekspresinya itu.
Sementara Asa hanya tersenyum dan makin mendekatinya.
__ADS_1
"Aku suka berada disisimu...jika kita sampai berpisah karna takdir maka aku akan menentang takdir itu sekalipun.
Meskipun banyak orang yang terluka nanti..."ucapan terakhir Asa membuat Akira merinding, dia tak menyangka gadis secantik Asa bisa mempunyai sifat yandere awalnya dia mencoba untuk tak percaya tapi dia pernah melihat bukti itu depannya matanya sekarang.
"Hatimu sudah di liputi kegelapan dan kebencian tapi berbeda dengan Bastian kau masih berada dalam pikiran waras dan kesadaran masih bisa mengambil penuh atas kendalimu, apa kau tak pernah merasakan emosi apapun pada bibi dan paman yang merawatmu dari kecil setelah kau kehilangan kedua orang tuamu?Asa aku yakin kau bisa memahami perkataanku..."
"Akira itu sudah terlambat, semenjak kehilangan mereka di saat itulah hatiku kosong, dan masa lalu kelam dari seorang teman pengkhianat membuatku makin sadar bahwa sangkar kegelapan dan duri dari mawar merah itu adalah perpaduan yang lebih menarik dari pada cahaya, sudah terlambat bagiku kembali bahkan kau meminta itu atau memaksaku padahal aku selalu menuruti tapi untuk menghentikan perbuatan itu tak akan pernah...."potong Asa.
Asa adalah gadis pendiam yang keras kepala, dia tak menerima nasehat seperti Bastian itulah perbedaan mereka.
Karna itulah dirinya, dia suka dengan perubahan dan dirinya sekarang.
Bukan dirinya yang selalu menunjukkan kelemahannya tapi topeng itu sekarang menjadi kekuatannya agar hidupnya tak di usik oleh para pengkhianat lagi.
Dia bukan orang yang memiliki sifat baik hati...
Jauh pada kebaikan seseorang manusia masih mempunyai sifat keburukan di sudut hatinya.
Sedangkan Akira terdiam, kata-kata Asa seolah menampar telak dirinya sendiri, walaupun dia orang baik dan selalu berjalan kearah cahaya.
Dia juga belum pernah merasakan kegelapan yang menyiksanya.
Yang bisa ia lakukan adalah memberi petuah dan perkataan tanpa bisa membuktikannya.
Apakah dia bisa menyembuhkan Asa?
'Mungkin ini sebuah keputusan yang benar.'
"Baiklah aku berjanji akan selalu bersamamu, itu artinya kita masih memiliki sebuah hubungan khusus, di sisi lain kita adalah teman yang telah melalui masa-sama sulit bersama. Dan aku pernah berkata bahwa kita bertiga terus bersama, akan tetapi satu hal yang ku minta darimu untuk mengendalikan emosimu Asa.
Kumohon jangan sakiti mereka, apa kau tak berpikir kalau mereka juga adalah orang-orang terdekatmu?"
Asa terdiam cukup lama setalah mendengar pertanyaan itu, lalu gadis itu terkekeh sambil menatapnya dalam.
"Teman terdekatku hanyalah kau, ini adalah janji Akira, dan kita berdua telah mengikatnya dan saling percaya maka aku akan menyanggupinya dan berusaha mendengarkanmu asal kau berada di sisiku.
Kuharap kau mengerti dan terima kasih mau bertahan bersamaku."ucap Asa begitu tulus, dia lalu memeluk tubuh pemuda itu membuat Akira terkejut sesaat tapi dia hanya membiarkan Asa.
Percintaan yang di dasari obsesi dan kesetian memang lebih rumit.
__ADS_1
Tapi mereka berdua mencoba bertahan.
...