
Usia seseorang itu terkadang tak menemukan angka umur selama ia masih mempunyai semangat dalam hidupnya, dan rasa semangat itu di dapat dari sebuah kebahagian yang rasakan ibarat kau menabung untuk membeli sesuatu yang kau impikan selama ini.
Pepatah mengatakan ada kerja keras maka ada hasil itu bukan hanya sebuah kata atau tulisan tapi petuah bermakna yang bisa menjadi pedoman atau prinsip seseorang menjalani hidup.
Keluguan anak kecil itu sering kali di artikan sebagai kemurnian, maksudnya bentuk dari kata murni adalah sifat anak kecil itu pasti mengemaskan dan polos.
Orang dewasa selalu melihat dirinya sendiri di dalam tubuh seorang bocah berusia 7 tahun, dan bocah itu akan mendongakkan kepalanya saat orang dewasa itu berdiri dan memandang mu dengan tatapan polos.
Waktu itu Asa masih berusia 9 tahun sama dengan Akira mereka bertemu di tempat anak seusia mereka belajar bersama.
Dari dulu Akira selalu heran Asa itu gadis menyendiri, bahkan teman sebangkunya yang seorang gadis sepertinya mengatakan 'hei Akira, Asa itu aneh ya. Aku jadi tak tahan sifat cueknya jadinya aku pindah tempat duduk.'
Akira hanya menjawab 'Asa itu tidak aneh, coba sapa dan dekati dia jadi teman, dia akan jadi teman yang paling menyenangkan!'
Dan keesokan harinya teman sebangku Asa itu benar-benar pindah tempat duduk di meja depan dan Asa terlihat duduk sendirian di depan namun wajah gadis itu tak sedih ataupun senang.
Membuat Akira merasa kasian, inginnya pindah ke tempat duduk Asa sayangnya dia sebangku dengan Haru yang dulu selalu menempeli ya kemanapun.
Akira itu binggung.
Ya kecil-kecil dia sudah binggung tentang masa depannya eh Asa maksudnya.
Jika di sekolah Asa itu akan pendiam dan cuek berbeda saat gadis itu pulang sekolah dan bermain di rumahnya dia akan berusaha menjadi gadis ceria dan manis.
Ya Asa dan Akira saat kecil sering bermain bersama karna rumah mereka dekat, berbeda dengan Haru Akira hanya bisa menemuinya di sekolah atau terkadang dia pergi ke rumah teman laki-lakinya itu walau berakhir di omelin sang bunda dan adiknya karna pernah pingsan saat asmanya kambuh, ya itu salahnya juga sih kalau bermain dia tak kenal dengan waktu bahkan pernah tiga hari dia tak pernah istirahat walau tidur malam.🗿
Kata gurunya Asa itu gadis unik, saat di dekati orang teman sekelasnya gadis itu akan langsung menghindar atau mengusir dengan alasan risih.
Kadang gurunya berbicara seperti ini.
"Asa apa kamu tak mau mempunyai teman seperti Akira yang mempunyai banyak teman?"tanyanya.
Gadis itu mengeleng.
"Asa dengarkan ibu, selain tempat belajar untuk menuntut ilmu sekolah juga lingkungan untuk bersosialisasi dengan satu sama lain.
__ADS_1
Kamu harus keluar dari zona nyamanmu agar bisa berteman dengan mereka, ibu bisa membantu..."
Ucapan guru itu terpotong saat mendapat tatapan tajam Asa, walau masih kecil tatapan dingin gadis itu tak pernah main-main.
Hingga pernah gurunya bilang sebutan kasarnya mengadu pada bibi Asa bahwa ada yang salah dengan kepribadian gadis seusia kecil itu namun bibinya bilang Asa tak mempunyai gangguan mental apapun, Asa kecil memang pernah terburuk dan berduka saat kehilangan kedua orang tuanya tapi setelah periksa ke psikiater anak itu tidak mengalami traumatik atau gangguan yang menyebabkan mentalnya terguncang, hanya saja memang itulah kepribadian Asa seperti sang ayah yang menurun padanya.
Semenjak itu sang guru memutuskan berhenti entah karna alasan apa, bahkan para guru lain juga angkat tangan atau mendekati Asa.
Hanya Akira dan Haru yang bisa menjadi temannya.
...
Ketika seseorang merebut sesuatu yang ia sukai maka dia akan merasa kesal atau marah.
Sama halnya Akira, dia anak yang mempunyai sikap keras kepala, dia akan begitu posesif dan menyayangi barang dari hadiah kedua orang tuanya.
Asa mempunyai cara pandang yang berbeda dalam posesif pada sesuatu yang ia sangat sayangi.
Gadis itu pernah menjaga jaket kesayangan Akira yang tertinggal di rumahnya.
Bahkan dia akan marah jika sampai bibinya menyentuhnya.
Mungkin berlebihan tapi memang seperti itulah.
Hingga suatu ketika.
"Asa!"
"Hm?"
Gadis itu menoleh kearah bocah laki-laki yang harus aja datang dan langsung duduk di sofa dekatnya.
Memang lancang tapi keluarga Asa sudah terbiasa dan kata bibi Akira itu seperti kakak yang baik karna selalu menemani Asa di rumah sendirian dan mengajaknya bermain.
Penampilan bocah itu bisa di bilang berantakan walau aroma parfum bayi menandakan bocah itu baru saja mandi alias di mandikan sang ayah tapi namanya bukan Akira jika tak diam.
__ADS_1
Lihatlah Surai hitam yang sedikit berantakan, sweater bergambar beruang yang terlihat kusut dan celana pendek selututnya.
Tapi Asa dia pernah masalah dengan tingkah absurd bocah itu, justru saat ini gadis yang rambutnya di kepang dua hingga membuatnya terlihat makin imut dan manis itu terus memandang kearah mata biru yang selalu memikat siapapun yang melihatnya.
"Asa,Asa apa kau tau bahwa aku bisa jadi Superman!"
Asa diam menyimaknya.
Dan Akira memasang wajah lucu dengan bibir mengerucut seperti bebek.
"Aku tadi malam nonton film bersama ayah!dan ayah mengangkat ku ke atas pundaknya dan aku terbang seperti Superman karna aku ingin jadi Superman seperti di TV!kalo Asa ingin jadi superhero apa?"
"Aku?"
Akira mengangguk saat gadis itu menunjuk dirinya sendiri.
Sementara Asa tak mengerti dengan pemikiran Akira.
Untuk apa jadi pahlawan jika dunia ini bukan cerita Marvel seperti yang di tonton Akira.
Kecuali jika Bumi besok kedatangan mahkluk asing seperti alien, sungguh pemikiran Author dan Akira itu sefrekuensi.
"Aku tidak tau."jawab Asa akhirnya, dia tak bisa menetapkan pilihannya atau mempunyai pola pikir seperti Akira yang saat kecil mempunyai imajinasi sangat tinggi.
Bahkan bocah laki-laki itu selalu mengunakan imajinasinya dalam melakukan aktivitasnya walau memang lebih banyak bermain apalagi menjahili ayahnya, namanya juga masih kecil.
Soal Jio, Asa jelas tau sifat kekanakan adik Akira lebih jauh berbeda dengan banding kakaknya.
Sedangkan Akira yang mendengar jawaban Asa, menautkan alisnya lucu tanda anak itu binggung tapi kemudian anak itu tertawa membuat Asa heran.
Kenapa tiba-tiba anak itu tertawa?apalagi yang di pikirkannya?
"Aku tau!karna aku tidak tau superhero wanita Asa jadi Superman saja sepertiku!kita punya kesamaan hehe!"
Ah mengemaskan sekali.
__ADS_1
Akira kecil sangat mengemaskan dan Asa cantik terus mengingat kenangan itu di hatinya menjadi cinta yang perlahan tumbuh menjadi abadi.
Apa Asa bisa mewujudkan keinginannya untuk terus bersama dengan Akira?