
Akira tidak pernah membenci siapapun bahkan pada orang jahat pun dia tak akan pernah bisa membenci seseorang.
Tetapi untuk kali ini dia membenci seseorang hingga rasanya ingin menghancurkan seseorang itu.
Hal benci itu sama seperti perasaan kecewa, di saat seseorang yang kita anggap teman bertengkar pada kita karna satu kesalahan yang kita buat, padahal beberapa hal membuat kita makin dekat yaitu sebuah kesamaan akan tetapi dia hanya memandang satu kesalahan, dia bisa egois walaupun kita meminta maaf berkali-kali dia membuat kita seolah merasa patut di salahnya.
Seolah-olah kesalahan kita sangat besar.
Hal itulah yang membuat kita kecewa karna kenapa dia begitu?
Menyamakan kita dengan orang lain?
Harusnya kita bisa berpikir untuk tak mementingkan sebuah ego jika sedang marah karna dia adalah teman kita.
Tetapi ....dia tak sadar bahwa telah melakukan kesalahan yang besar pula yaitu menghancurkan semua kepercayaan seorang teman dan membuatnya kecewa di titik terdalam.
Berapa kali pun menjelaskan...
Jika dia orang keras kepala, dia akan berpikir kitalah penjahat yang menyakitinya.
Tapi tidakkah dia tau bahwa dia adalah penjahat sesungguhnya.
'Berapa kali ku bilang hanya satu kesalahan telah menghancurkan kepercayaan mu padaku tapi kau tak pernah memandang beberapa kebaikan dariku, tidakkah kau merasa kau sebenarnya yang egois di sini.'
...
Suara gaduh tampak terdengar di sepanjang koridor rumah sakit, ya terlihat Akira berlari dengan beberapa orang mengikuti Jio yang terbaring di atas bankar di dorong oleh beberapa suster menuju ruang UGD.
"Ku mohon tolong dia...selamatkan adikku...dia pasti akan baik-baik saja karna dia kuat, Jio apa kau mendengar ku?kau mendengarkan semua perkataan ku kan!"
Akira terus mengucapkan hal itu jantungnya berdegup kencang bahwa dia sangat gugup dan khawatir tapi pikirannya mencoba positif walau terkadang seseorang tak bisa memaksakan prasangka akan tapi Akira terus menyakinkan dirinya tentang keadaan adiknya yang akan kembali pulih.
Hingga saat Jio dia bawa masuk ke ruangan darurat itu, dunia Akira seolah runtuh tanpa tersisa.
Dia jatuh bersimpuh di lantai tanpa memperdulikan suara-suara orang di sekitarnya.
__ADS_1
Sambil memeluk kedua lututnya sendiri Akira menangis karna menyesali satu hal.
Yaitu kenapa harus dia yang mendapat penglihatan?
Kenapa saat dia mendapat sebuah kebahagian selalu ada duka di sekitarnya apa ini karna dia terlalu baik?
Orang baik selalu mendapat rintangan dan makian bukan?
Jika iya, maka dia ingin menjadi kakak yang buruk, setelah itu hanya makian yang ia dapat untuk meredakan rasa sakit di dadanya.
Dia sangat lemah.
Seorang kakak yang rapuh tanpa sosok adikknya yang selalu menjadi pelindung dan tamengnya.
Jio sudah berjanji padanya bukan?
Dan dia akan memaksa kan hal itu, tidak ada takdir yang bisa memisahkan mereka berdua walau itu dengan cara mustahil atau hanya angan-angan sekalipun Akira tak peduli.
Dia akan menentangnya!
Suara itu...
Ya Akira mengetahui siapa pemilik suara familiar itu, pemuda itu mendongakkan sedikit kepalanya dan melihat wajah sang ayah yang tampak khawatir menatapnya.
"Ayah..."
"Hei nak kau baik baik saja kan?"
Martin yang mengerti kondisi putranya langsung mendekapnya dalam pelukan hangatnya, di sisi lain dia juga khawatir dengan keadaan si bungsu apalagi putra sulungnya akan sangat terpukul tentu dia sangat mengetahui hal itu.
"Hiks t-tapi Jio...."ucap Akira sesegukan tapi Martin tak menyelanya dia mengelus lembut punggung putranya itu.
Kedua anaknya sangat lengket seperti perangko dan dia merasa menjadi seorang ayah yang gagal karna membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada salah satu putranya.
Dia tau perasaan Akira dan Jio layaknya seperti saudara kembar, tentu ketika yang lain terluka mereka juga akan merasakan hal sama.
__ADS_1
"Jio...Akira gagal melindunginya ayah hiks, aku kakak yang sangat buruk tak becus melindungi adikku sendiri."racau Akira sambil memeluk erat Martin.
Sedangkan Martin menghela napas kasar, dia tau putranya itu tak akan berhenti menyalahkan dirinya, sebagai seorang ayah tentu dia sakit melihat kedua putranya berada dalam posisi terendah.
Tapi sebagai kepala keluarga dia juga akan menjadi penopang yang menjaga dan menguatkan keluarganya.
Itulah yang selama ini menjadi kekuatan nya yaitu dari dukungan keluarganya sendiri maka putranya juga membutuhkan dukungannya.
"Sssttt...kalian berdua jagoan ayah yang kuat! persaudaraan kalian sangat erat hingga membuat orang lain iri ayah juga merasa begitu haha...
Kamu adalah kakak terbaik begitu halnya Jio adalah adikmu yang berharga, yang kamu perlukan bukanlah nasehat ayah tapi ingatlah nak perkataan adikmu dulu bahwa kau adalah sosok yang dikaguminya. Kalian berdua memiliki sifat berkebalikan, tapi kalian sama-sama saling percaya dan menyayangi satu sama lain.
Menurut ayah dan Jio kamu tidak pernah gagal menjadi seorang kakak Akira..."
Ucapan ayahnya menyentuh lubuk hati kecil Akira, ya dirinya lupa bahwa seseorang di sekitarnya menyayangi dengan tulus meski ada berbagai masalah yang datang dalam hidupnya tapi dia terkadang menyelesaikan dengan lapang dada dan cara yang unik.
Kejutan hidup kita tak pernah bisa tau bahkan seorang peramal sering kali meleset dari tebakannya.
Yang dia butuhkan sekarang adalah sebuah keyakinan, dan dukungan dari keluarganya sendiri.
Jika dia ingin adiknya sembuh maka ia harus kuat sama halnya Jio yang berlatih taekwondo untuk menjadi kuat dan melindunginya.
...
Your life will be so happy, when you can accept your brothers, sisters and brothers, and continue to love them. Their blood flow is one. So, when one is hurt, the other's heart will be hurt too.
What are gems? That is strong love between brothers, a sense of affection between blood relatives. Brotherly relations are like roads, sometimes the road is smooth, sometimes it takes very sharp turns.
Remember your childhood? When we often fight, then play together again. Don't waste our beautiful time together, because nothing can buy or replace that time.
Kehidupanmu akan begitu bahagia, saat kamu bisa menerima saudaramu, adik maupun kakakmu, dan terus menyayanginya.Aliran darah mereka adalah satu. Sehingga, saat ada 1 yang tersakiti, maka hati yang lain akan ikut terluka.
Apakah permata itu? Yakni cinta yang kuat di antara saudara, rasa kasih sayang di antara kaum sedarah. Hubungan persaudaraan itu bagaikan jalanan, kadang jalannya mulus, kadang juga menikung dengan sangat tajam.
Ingatkah masa kecil dulu? Ketika kita sering bertengkar, lalu bermain bersama lagi. Jangan kau buang masa indah kita bersama, karena tak ada hal yang mampu membeli ataupun menggantikan masa itu.
__ADS_1