
"Kau punya adik?"tanya pemuda dengan rambut berwarna grey.
Jio mengangguk singkat,dia lalu menarik tangan Akira agar duduk disofa pasti kakaknya itu capek berdiri terus.
"Tapi sejak kapan Jio mempunyai adik?"tanya pemuda lain.
"Akira kau ingin minum?"mengabaikan pertanyaan teman-temannya Jio menawari kakak ralat adiknya sekarang minum.
Akira mengedarkan pandangannya dan mata birunya tertuju pada soda yang dipegang oleh salah satu teman Jio.
"Mau itu!"ucap Akira sambil menunjuk botol soda.
Jio mengeleng pelan dia tak mau kakaknya sakit perut gara-gara minuman itu mengingat Akira belum makan semenjak pulang dari kampus.
Melihat penolakan adiknya itu Akira mendengus sebal,tadi kan adiknya menawarinya minum dan dia memang ingin sekali merasakan minuman itu karna dia benar-benar haus.
"Apa ada susu dikulkas?"tanya Jio pada teman-temannya.
"Ada."ucap pemuda berwajah datar seperti Jio.
Jio lalu mengambil susu kotak berasa coklat dikulkas dan memberikannya pada Akira.
"Minum ini."
"Tapi Jio aku kan mau..."
"Minum atau kita pulang!"
Akira mengangguk pelan dan meminum susu kotak rasa coklat itu.
"Adikmu sangat manis."celutuk salah satu dari mereka membuat tatapan tajam Jio keluar.
"Astaga kenapa kau posesif sekali sih...aku tadi hanya bercanda Jio."ucap Hans dengan menyengir lebar.
Diantara teman-temannya yang bersikap seperti kulkas berjalan dialah yang paling humoris dan suka menggoda Jio karna umur pemuda itu lebih muda dari mereka dan saat Jio membawa adiknya kemarkas tentu membuat terkejut sekaligus binggung.
"Sudahlah,Jio apa kau mau ikut kami balapan motor?"ucap pemuda berwajah tegas dan dingin menatap satu persatu anggota gengnya.
Jio mengangguk mendengar ucapan bosnya.
Dia lalu menoleh kearah sang kakak yang masih asik mencomot kentang yang diberi oleh salah satu temannya.
"Baiklah sepertinya kau juga harus membawa adikmu karna kita tak bisa meninggalkannya sendiri dimarkas."ucap Aland.
"Hei bocah namamu siapa?"tanya Hans penasaran.
__ADS_1
Akira langsung berwajah masam karna teman Jio memanggilnya bocah.
Seharusnya Jio yang cocok dipanggil bocah!
Iya kan?
Lalu kenapa dia tak protes saat Jio menyebutkan adik didepan teman-temannya?
Entahlah Akira hanya tak mau ribut dengan adiknya itu hari ini.
"Akira."jawabnya singkat membuat Hans mengaruk tekuknya karna sifat adik Jio sebelas dua belas dari sang empu.
"Aku pergi kekamar mandi,tolong jaga dia."ucap Jio lalu beranjak kekamar mandi yang ada disana.
Keenam teman Jio hanya mengangguk,rata-rata seluruh anggota memang bersifat dingin dan irit bicara kecuali Hans.
Akira kembali mencomot kentang goreng yang ada diatas meja bundar ngomong-ngomong dia memang lapar.
Dia lalu menatap satu persatu wajah teman-teman Jio sampai berhenti ke wajah seorang pemuda, tidak ada perempuan satu pun disana padahal jika ada gadis cantik Akira mau membantu adiknya itu mendapat pacar.
Sedangkan Aland merasa ada yang memperhatikannya lalu memandang kearah Akira.
"Namamu siapa?"tanya Akira memberanikan dirinya bertanya.
"Aland."jawab pemuda bermata merah itu.
"Oh..."
Akira lalu menoleh kesampingnya,ada pemuda yang dari tadi berekpresi dingin dan tatapan yang tajam hingga membuat Akira bergidik karna aura intimidasi pemuda itu.
"Namamu?"
"Gio."jawab pemuda bermata gold dengan rambut hitam sehingga Akira ingin menyentuhnya.
"Em...kalau kau?"
"Marvin."ucap pemuda bermata hijau dan rambut coklat mengenalkan dirinya.
"Raven."ucap pemuda berambut hitam sedikit keunguan.
"Hai aku Hans."ucap pemuda bermata sipit dan rambut berwarna grey.
"Kenzo."ucap pemuda bermata coklat hansel dan rambut sedikit pirang.
Akira mengangguk,dengan warna mata dan gaya rambut akhirnya dia bisa membedakan dan mengingat nama teman-teman Jio.
__ADS_1
"Akira kau masih sekolah?"tanya Gio lembut hingga membuat Hans membuka mulutnya lebar karna tak percaya teman kutubnya itu bisa bicara lembut pada orang lain,Kenzo yang duduk disampingnya langsung menutup mulut Hans karna takut kemasukan ratu lebah.
Akira mengangguk,benar kan dia masih sekolah alias udah masuk universitas.
"Kalau Gio kelas berapa?"tanya Akira.
"Kelas 11."
"Wah sama kayak Jio dong,soalnya Gio tinggi banget dari Jio aku kira kamu seniornya."ucap Akira polos.
Gio mengigit pipi dalamnya,adik Jio memang sangat mengemaskan.
Beruntung dia mengalahkan Jio dari balapan dan membuat Jio kalah taruhan dengan syarat membawa salah satu anggota keluarganya kemarkas.
Sebenarnya itu ide aneh dari Hans,karna anak itu kepo dengan foto wallpaper diponsel Jio yang tak sengaja dia lihat,jadilah dia yang memberi dare itu pada Jio.
Tak lama Jio datang dan melihat Akira tertawa dengan teman-temannya,seketika rasa hangat dan lega menjalar dihatinya saat melihat tawa sang kakak.
Dia sangat bersyukur karna memiliki teman yang tulus dengannya,walaupun dia orang yang suka menutup diri dengan sekitar tapi teman-temannya seolah paham akan dirinya dan menunggu waktu agar dia terbuka untuk mereka.
Dia memang tak mempunyai teman yang banyak seperti kebanyakan orang lain, tetapi dia senang bertemu dengan mereka,oleh karna itu dia sangat menjaga privasi pertemanannya dan ia tak suka mengumbar ia dekat dengan siapa.Biarlah orang itu tau kalau dia memang tipe yang menjunjung tinggi solidaritas ketika orang mengenal akan siapa dirinya sebenarnya.
Dan dia juga mempunyai prioritas.
Prioritasnya adalah sang kakak yang selalu menjadi hal penting dan utama bagi hidupnya karna tanpa sang kakak dia tak pernah mengenal emosi murni yang disebut kasih dan cinta yang diberikan kakaknya padanya.
'Aku berjanji akan terus menjagamu dan melindungimu hingga nyawaku diujung maut Akira,karna kau adalah cahaya yang menyingkirkan kegelapan dalam mimpi burukku.
Kau adalah kakak terbaik yang hadir menemani ku dikala aku sendiri dan selalu berada disisi untuk mendukung segala kekuranganku.
Kasih sayangmu melengkapi semua apa yang ada diriku hingga menjadi pemuda dewasa yang sempurna tanpa kekurangan kasih sayang.
Dan aku juga akan selalu berhutang budi pada sahabat ku karna ini adalah bentuk perasaanku selama ini,karna kalianlah yang telah mengisi kekosongan dihatiku disaat aku terjatuh kedalam lubang dalam kelicikan dunia.'
...
(Apa itu solidaritas dan prioritas?
Pengertian solidaritas adalah merujuk pada suatu hubungan antara individu dan atau kelompok yang berdasar pada moral dan kepercayaan yang dianut bersama, serta pengalaman emosional bersama.
Istilah yang bisa kita sebut adalah nasib perjuangan sahabat yang sama.
Lalu prioritas?
Prioritas atau memprioritaskan sesuatu berarti mengutamakan hal yang lebih penting, utama, mendesak, atau didahulukan. Karena itulah dengan adanya prioritas bisa jadi salah satu faktor tercapainya sebuah tujuan.
__ADS_1
Entah itu cinta,hubungan,atau hal lain-lain yang menyangkut harapan atau keinginan manusia.)