
Indeed, everyone can say love, but not everyone is able to be faithful. Loyalty is the ability of classy souls.
Loyalty can indeed be expected from them (ordinary people), but greatness can only come from a wise king.
True loyalty is more to friends than enemies.
Memang semua orang bisa bilang cinta, tapi tidak setiap orang mampu setia. Kesetiaan adalah kemampuan jiwa-jiwa berkelas.
Kesetiaan memang bisa diharapkan dari mereka (orang kebanyakan), tetapi kebesaran hanya bisa datang dari seorang raja yang bijaksana.
Kesetiaan sejati lebih kepada teman daripada musuh.
...
Malam hari Akira, Asa dan Haru memutuskan untuk menyamar di bar.
Mereka berpenampilan mengikuti gaya para remaja yang sedikit tren.
Malam itu Akira memakai seragam sekolahnya dulu membuatnya semakin terlihat muda walaupun dari dulu sampai sekarang wajahnya tak pernah berubah.
Lesung pipinya memang terlihat sangat manis ketika ia tersenyum.
Dan Asa yang semakin cantik dengan balutan sweater kebesaran berwarna pink.
Sementara Haru terlihat tampan dan cool dengan style serba hitam.
"Tunggu apa kita berangkat bersama?"
"Sepertinya tidak, kita harus terpisah, seolah nanti bar baru pertama kali kita bertemu dan mengadakan pesta kecil."ucap Asa.
Haru mengangguk lalu menatap Akira yang tengah sibuk mengikat dasinya membuat Haru menggigit pipi dalamnya gemas melihatnya.
"Akira apa kau yakin kau sudah meminta izin pada adikmu."
"Huh?untuk apa?"tanya Akira binggung.
Haru menepuk jidatnya sendiri.
"Apa kau amnesia kalau kau mempunyai keluarga yang benar-benar protektif padamu?"
"Ayolah aku sudah besar dan legal bahkan Jio dulu juga pernah mengajakku ke bar."ucap Akira membela diri.
"Tapi tidak baik seperti itu by, kau harus meminta izin pada ibumu terlebih dahulu."ucap Asa.
Akira lalu menghela napas kemudian mengangguk.
Ada enak sama tidak enaknya terkadang mempunyai keluarga yang protektif padamu walaupun kau sudah cukup dewasa dan sulung.
Benar-benar merepotkan tapi lucu.
Tapi apapun dalam hidup kita sepatutnya kita harus bersyukur karna tidak semua orang dapat merasakan kehidupan lebih baik dari kita.
Ada yang lebih buruk yang sering kali tak di sadari oleh kita.
__ADS_1
...
Bar malam ini cukup ramai, terlihat area parkiran tampak di penuhi oleh mobil dan motor.
Akira lalu keluar dari mobil, dia menyerahkan kunci mobilnya pada penjaga lalu masuk ke bar dan memandang sekelilingnya untuk mencari kedua temannya.
Hingga dia tak sengaja menabrak punggung seseorang membuatnya meminta maaf atas kesalahannya.
Tapi...
"Akira..."
"Raven?"ucap Akira mengenali salah satu teman adiknya yang berambut warna ungu.
"Apa yang kau lakukan disini?dimana Jio?"ucap Raven yang bisanya dingin kini cerewet dengan kakaknya Jio itu.
Ya dia sudah mengetahui kalau sebenarnya Akira adalah kakaknya Jio walau dia masih tak percaya.
Dan dia sedikit binggung kenapa Akira bisa ke bar tanpa Jio.
"Em....aku menunggu temanku ya aku sedang menunggu mereka."ucap Akira gugup.
"Benarkah?tapi kau sendiri disini tanpa seorang pun?eh tunggu kau memakai seragam...."ucapan Raven saat melihat pakaian Akira tapi terpotong saat seseorang tiba-tiba berteriak.
"Akira!"
"Haru."
Ternyata itu adalah Haru, untunglah temannya itu datang di saat yang tepat.
"Haru dia adalah temannya Jio namanya Raven, dan Raven dia adalah temanku namanya Haru."ucap Akira langsung mengenalkan mereka berdua.
"Wah aku tak menyangka bertemu dengan teman Jio, kau memiliki rambut yang bagus bung."ucap Haru tapi Raven hanya menatap datar kearahnya.
"Baik, temanmu sudah datang sebaiknya aku pergi."ucap Raven lalu pergi meninggalkan mereka.
Haru mendengus dan mendekati Akira.
"Adikmu dan temannya sama sekali tidak ada bedanya."
"Huh?apa maksudmu?dan kenapa kau berbisik?"
"Ah tidak papa, sudahlah lupakan ayo kita harus mencari Asa."
Mereka berdua lalu melihat seorang perempuan yang duduk di kursi dekat meja tender bar.
Akira yang mengenali perempuan itu lalu berjalan mendekatinya.
"Asa apa kau sudah dari tadi menunggu kami?"tanya Akira membuat perempuan itu menoleh.
"Tidak, aku baru saja sampai dan ingin meminum sesuatu karna haus."ucap Asa seadanya.
"Kalau begitu aku juga."ucap Akira ikut-ikuttan membuat kedua temannya kompak mengeleng.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Disini tidak ada susu Akira."
"Kau pikir aku bayi?"
"Kau kan memang masih bayi."
"Menyebalkan."gumam Akira mendengar ejekan Haru.
Haru mencubit pipi temannya itu, lalu mengeluarkan sesuatu di kantong celananya.
"Saat aku kesini, untung aku sempat ke minimarket untuk membeli ini."ucap Jio yang memberikan Akira kotak susu rasa stoberry.
"Apa maksudmu ini?"beo Akira.
"Kau bilang haus kan, jadi minum saja!"
"Tapi..."
"Akira!"
"Baiklah."
Sedangkan Asa hanya mnegelengkan kepalanya melihat tingkah kedua temannya itu.
Ada satu hal yang Asa tau sebagai kelemahan Akira, yaitu pemuda itu sangat menghindari kemarahan Haru.
Karna walau Haru jarang marah dan terkesan bercanda tapi sekali marah anak itu akan sangat menyeramkan kata Akira waktu itu.
Bahkan ketika di tanya takut mana Haru marah atau Jio yang marah.
Akira menjawabnya Haru.
Ya walaupun Asa tak pernah melihat pemuda bermarga Kensou itu marah tapi Asa percaya saja pada Akira.
Karna seorang pepatah pernah berkata ketika marahnya orang sabar lebih parah dari pada orang yang tidak sabaran.
Bukankah benar, orang baik lebih banyak diam dan bertindak sedangkan orang yang tidak sabar lebih banyak bicara tanpa bertindak, setiap orang memiliki sifat dalam bentuk emosi salah satunya adalah marah.
Terkadang saat seseorang tak memiliki mood yang tidak baik bisa melampiaskan marahnya pada siapapun, marah memang tak boleh di pendam karna bisa menjadi penyakit hati tapi alangkah baiknya adalah saat kita berada di kondisi marah kita juga bisa melakukan sesuatu di jalan yang benar.
...
Sometimes it's better to be silent, than to explain what we feel, because it hurts when they can hear but can't understand.
Don't let other people make you angry to the point where you transform into someone you don't even recognize yourself.
Anger begins with madness and will end with regret.
Kadang lebih baik diam, daripada menjelaskan apa yang kita rasakan, karena menyakitkan ketika mereka bisa mendengar tapi tak bisa mengerti.
Jangan biarkan orang lain membuatmu marah hingga sampai pada titik di mana kamu menjelma menjadi seseorang yang bahkan kamu sendiri tidak mengenalinya.
Kemarahan diawali dengan kegilaan dan akan berakhir dengan penyesalan.
(Ada sebuah pepatah mengatakan ketika kau tau alasan kenapa kau marah : Writing is good, thinking is better. Wisdom is good, patience is better.
__ADS_1
Menulis itu baik, berpikir lebih baik. Kebijaksanaan itu baik, sabar lebih baik.)