The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bukti palsu


__ADS_3

The easiest way to know whether we are compatible with the person or not is when we feel that we have lost track of time.


Cara yang paling mudah untuk tahu apakah kita cocok dengan orang tersebut atau tidak adalah ketika kita merasa lupa waktu.


Beberapa Hari hubungan Akira dan Jio sedikit renggang, walaupun mereka telah berbicara tapi Jio masih ingin menjauhi sang kakak hingga membuat Akira sangat sedih.


Sang ibu yang mengetahui itu dan sedikit heran dengan tingkah keduanya lalu memberi nasehat kepada kedua anaknya, benar saja malam itu Akira kembali sesak karna banyak pikiran hingga membuat Jio merasa bersalah dan akhirnya mereka kembali dekat.


Dan setelah hubungan persaudaraan Akira kembali erat tapi tidak untuk kasus penculikan yang semakin memburuk.


Dengan perkataan omong kosong pria yang di tangkap hari itu dan di serahkan polisi terus berbicara tentang bukti palsu lebih tepatnya dia tak mau buka mulut.


Sudah berbagai cara polisi lakukan tapi kasus itu kembali menemui jalan buntu.


Perjuangan Akira dan dua temannya menjadi sia-sia karna tak menemukan titik terang atau dimana persembunyian organisasi itu.


Ya penjahat yang licik memang sangat susah di temukan, apalagi kita lawanmu adalah orang yang cerdik, tapi saat musuhmu lengah hanya satu kali dia bisa di lumpuhkan untuk selamanya, karna seseorang yang menyimpan kebusukan lama-kelamaan juga akan terendus baunya hingga mereka bisa di temukan.


...


"Mereka bermain sangat apik, bagaimana kita memecahkan kasus ini?"tanya Haru.


Saat ini mereka berada di rumah Haru, keluarga Haru pergi untuk membeli keperluan Hana yang baru saja naik kelas.


Dan tinggalah Haru sendiri, dan soal perkerjaan mereka memang libur secara bersamaan atau ini sebuah kebetulan.


"Apa kau masih ingat dengan perkataan pria botak bernama Vicky itu?dia terus mengoceh tidak jelas hingga membuat polisi dan detektif binggung walaupun polisi bahkan sampai memaksanya tapi dia sama sekali tak mau mengatakan kebenaran. Dia benar-benar anak buah yang setia."ucap Asa sambil mengelus rambut lembut Akira yang menjadikan pahanya menjadi bantal anak itu, ngomong-ngomong Akira terserang demam setelah flu, cuaca kota mereka akhir-akhir memang sedikit dingin dan sebelum anak itu sembuh total dia di larang bekerja tapi boleh keluar rumah asal memberitahu orang rumah terlebih dahulu.


"Vicky...mungkin jika tak bisa memaksanya kita bisa membujuknya."gumam Akira di dengar oleh mereka berdua.


"Hah?membujuk penjahat?itu mustahil..."ucap Haru yang ragu dengan perkataan Akira.


Akira menoleh kearah Haru lalu mengerakkan jari tangannya ke kanan dan ke kiri.

__ADS_1


"Tidak ada yang mustahil walaupun di belahan semesta ada, tapi kita belum mencobanya kan?"ucap Akira.


"Ini tidak semudah kau membujuk sesekor anjing Akira, pikirkan saja bagaimana raut menyeramkan penjahat itu dan tatapan tajam yang bersiap membunuhmu kapan saja ketika kau berdiri di hadapannya."ucap Haru bergidik ngeri membayangkannya.


"Aku akan tetap mencoba nya!"uca Akira keras kepala.


Haru yang duduk di atas karpet hanya bisa melempar boneka Pororo milik Hana ke tembok karna merasa frustasi.


Sedangkan Asa hanya menghela napas.


"Akira aku ingin bertanya serius padamu, bisakah kau memikirkan dirimu sendiri sebelum orang lain?apa yang kau lakukan jika bujukanmu pada penjahat itu tak berhasil?"


Pertanyaa Haru membuat Akira diam sejenak tapi pemuda itu tertawa kecil entah hal lucu apa.


"Haru apa kau lupa sesuatu?


Aku ini hanya aku kan, aku Akira yang bisa melakukan apapun karna peduli dengan seseorang, kau bertanya padaku untuk memikirkan diriku sendiri tapi apa kau peduli dengan dirimu sendiri ketika kau melakukan self harm."ucap Akira membuat Haru rasanya tertampar.


Temannya itu..... tau?


"Karna kau tak pandai berbohong saat menyembunyikan luka baru lagi Haru."ucap Akira memandang sendu kearah Haru.


Asa yang mendengar itu akhirnya bicara.


"Kenapa kau masih melakukannya Haru?"


Pertanyaan Asa membuat Haru diam tak berkutik tapi sepertinya dia tak bisa mengelak atau bersembunyi lagi dari kesalahannya.


"Kalian tau, sangat sulit mengendalikan emosi sama halnya kau bercerita bagaimana Jio jika marah Akira, aku memang bisa merelakan tapi sudahkah hatiku bisa melakukan apa yang kupikirkan?kita manusia memang memiliki sebuah perjalanan dan nasib yang berbeda-beda.


Ketika orang lain melihat manusia itu sempurna tanpa kekurangan tapi dalam harinya dia memiliki kelemahan.


Kita memang tak bisa hidup seorang diri bukan di dunia ini?dan alasanku bertahan adalah kalian, seandainya kalian bukan alasanku bertahan mungkin aku memilih atau sudah..."

__ADS_1


"Cukup...aku mengerti Haru, dan sekarang aku hanya ingin kau melihat diriku dan aku melihat dirimu.


Maka kita akan lihat seberapa jauh perbedaan itu atau kesamaan ,aku tau  bertiga memang tak bisa mengubah sesuatu apa yang sudah terjadi tapi bisakah aku memohon satu hal pada kalian...untuk tak pernah meninggalkanku di dunia ini bahkan jika itu takdir cobalah untuk menentangnya!"ucap Akira.


"Takdir tak ada yang bisa menentangnya tapi permintaanku juga sama seperti mu Akira, agar kau terus hidup dan bersama kami.


Apa kau sanggup?"tanya Haru.


"Tentu saja aku akan menjawabnya sanggup! Asa...."


Haru dan Akira lalu beralih menatap Asa yang dari tadi diam.


"Bukankah kita memang selalu bersama?jika kalian mengatakan itu aku menyetujuinya apapun itu meski itu berdampak baik atau buruk untukku.


Dan permintaan kita bertiga semua hal sama yang paling di harapkan di dunia ini...


Adalah sebuah persahabatan abadi tanpa kekurangan atau kehilangan satu orang di antara ketiga sahabat, bahkan takdir maut yang berusaha memisahkan kita itu tak akan pernah terjadi karna kita telah menentangnya."ucap Asa, gadis itu menguataran hatinya hingga membuat Akira tersenyum tipis karna perlahan Asa mulai terbuka hanya pada mereka berdua.


Sebagai sahabatnya.


"Tidak ada kesalahan ketika melindungi seseorang terdekat walau melakukan kesalahan dan itu adalah kita....


...


It is not a miracle when you have a million friends. A miracle is to make a friend who will always stand on your side when millions are against you.


(Bukan suatu keajaiban ketika kamu memiliki sejuta teman. Sebuah keajaiban itu ketika kamu mempunyai seorang teman yang selalu ada di samping kamu ketika berjuta orang menjauhimu).


If you have good friends, no matter how much life is sucking , they can make you laugh.


(Jika kamu memiliki teman baik, tidak peduli berapa banyak kehidupan yang payah, mereka dapat membuatmu tertawa).


A perfect friend is someone who come in when your whole world has gone out.

__ADS_1


(Teman yang sempurna adalah orang yang datang ketika dunia mu berantakan.)


__ADS_2