The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Siapa Sagara?


__ADS_3

"Di lihat dari depan seperti rumah orang kaya sih."lanjut Haru.


Benar saja yang di katakan Haru, di sana terdapat perkarangan luas dan rumah yang cukup besar seperti mansion tua, dan pilar pagar yang sangat tinggi melebihi pohon mangga di luar.


Di tambah meskipun mansion itu sama sekali tak memiliki gerbang besi yang biasanya ada di rumah-rumah mewah untuk menjaganya namun rupanya mereka mempunyai selera yang unik, anehnya di sekitar rumah itu ada tumbuhan kaktus berduri yang mengelilingi wilayah dalam di dalam pilar.


Asa menatap ke Akira, tatapan gadis itu tajam memang walau seorang wanita Asa memilih rahang yang tegas di tambah karakternya yang seperti gadis anggun yang angkuh meskipun sebenarnya sikap dinginnya itu hanya ia tunjukkan pada orang yang tidak ia kenal.


"Kenapa kau menatapnya seperti itu?"tanya Haru dengan alis yang bertautan. Sayangnya meski wajah bantal pun Haru tetap terlihat maskulin dan tampan.


...


"Akira kau sangat tampan."puji Asa tanpa sadar membuat semburat malu di pipi pemuda bermata biru safir itu sementara Haru membuka mulutnya seolah terkejut dengan perkataan yang di lontarkan gadis itu secara tiba-tiba.


Kenapa di saat yang tidak tepat gadis dingin itu bisa mengatakan pujian semanis itu pada kekasihnya? Ah rasanya Haru ingin cepat pulang dan bertemu pujaan hatinya ketimbang menjadi teman berkedok obat nyamuk di sini.


"Hei hei cukup, jangan menggombal atau melakukan skinsip mesra di depanku!aku bukan jomblo lagi tapi entah kenapa dunia ini tak adil bagiku."ucap pemuda bermarga Kensou itu mendengus seolah gak terima dengan nasib nya hari ini.


Bukankah takdir itu suka sekali mempermainkan manusia yang jelas bukan keadaan tetapi hati adalah salah satu organ yang paling rapuh di jaga.


"Astaga kasian yang lagi LDR..."


"Kau diam saja Akira!"


Akira dan Asa saling pandang lalu terkekeh kecil bersama memandang Haru yang memasang wajah kusut seperti baju yang tak pernah di setrika.


Mengetahui teman masa kecilnya itu badmood, Akira hanya tersenyum tipis. Wajar saja karna pertemanan mereka sudah sangat lama hingga mengetahui kebiasaan dan tentang sifat atau karakter mereka masing-masing.


Jadi Akira tau, ngambeknya Haru tak akan bertahan lama artinya pemuda itu hanya merasa iri saja tidak bisa melakukan apa yang di lakukan Akira pada Asa, padahal pemuda itu sudah mempunyai tambatan hati bernama Hasya dan Akira yakin Haru telah memilih wanita setia yang tepat.


Jika Haru atau Hasya yang mengingkari janji di antara mereka berdua untuk selalu di sisi masing-masing dengan duka atau suka maka tak peduli siapa yang salah Akira berjanji akan membantu jika temannya itu membutuhkan bantuannya untuk memperbaiki sebuah hubungan walau dia sebenarnya juga belum cukup pro menjadi lelaki maskulin yang sempurna namun Asa mengatakan kesempurnaan itu tak pernah ada untuk wanita dalam diri lelaki mereka bukan melihat atau menilai sesuatu dari itu tetapi lelaki yang sempurna bisa di bentuk tergantung wanita meng idealkannya seperti apa.


Bukan mengedepankan kemauan atau ego dalam membentuk hubungan justru itulah yang membuat kunci sebuah kepercayaan saling erat apa ia lulus dari rintangan kecil atau besar?


Cinta itu simple, cinta itu rumit...

__ADS_1


Apa menurut pendapat kalian?


"Akira jangan melamun ayo kita keluar."ucap Asa memegang pundak pemuda itu dari belakang, Akira hanya mengangguk sedangkan Haru membuka pintu mobil.


"Aku mempunyai firasat aneh."gumam Haru sayangnya masih terdengar jelas oleh kedua temannya.


"Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk."sahut Asa tiba-tiba mendapat anggukan lugu dari Akira.


Haru menyipitkan kedua matanya lalu memandang sekitar rumah besar yang ada di depannya.


"Lihat saja lantainya kotor, aku yakin tidak ada pembantu atau penghuni dalam rumah ini."ucap Haru ketika ia menengok ke bawah kakinya yang menginjak debu tebal di lantai.


"Kita coba saja ketuk, siapa tau masih ada orang."


"Jika aku tak mendapatkan apapun rasanya percuma kita sejauh ini mencari kakak angkat mu itu Asa."


"Haru jangan berbicara seperti itu, usaha tak pernah sia-sia meskipun seorang pengendara unta kehilangan jejak untanya saat berada di gurun pasir. Kita harus menggali lebih dalam informasi tentang Devan."ucap Akira dengan thinking positif nya.


Haru berdecak kagum.


"Apa maksudmu?"


"Maksudku?apa kau tau kalau tanpa kau sadari kau itu banyak memotivasi orang-orang di sekitarmu Akira?lupakan kita fokus pada masalah sekarang..."jawab Haru sambil menyuruh temannya itu untuk mengetuk pintu rumah besar itu.


Akira mendengus, enak saja teman tingginya itu main suruh matanya melirik ke arah Asa yang sedari tadi memperhatikannya.


Lama-lama Akira mengerti arti dari ucapan Haru kenapa Asa memiliki tatapan intens yang terlihat horor.


Gadisnya memang sesuatu yang langka. Beruntung Akira pria yang memiliki keberuntungan tinggi bisa mendapatkan bidadari secantik Asa.🙃


Mengelengkan kepalanya menyingkirkan pemikiran itu, Akira mendekati Haru dan mengetuk pintu itu beberapa kali.


"HALO!APA ADA ORANG DI DALAM!!!"


Haru dan Asa terkejut dengan teriakan Akira yang nyaring apalagi ketukan anak itu berubah keras seperti menggedor rumah orang, jika tetangga saja tau mungkin akan meneriaki mereka maling.

__ADS_1


"Hey stop...Akira kau..."ucapan Haru terpotong saat mendengar suara kunci pintu yang di buka dari dalam terlihat seorang pemuda setinggi Haru dengan rambut berwarna merah menatap mereka binggung.


"Hai..."ucap Akira sambil melambaikan tangannya di depan wajah pemuda itu jangan lupakan senyum idiotnya membuat Haru rasanya ingin menampol temannya sampai ke planet Pluto karna malu.


Pemuda berambut merah itu hanya menaikan sebelah alisnya, menatap pemuda bermata biru safir yang masih tak melepaskan pandangannya darinya dengan lambaian tangan dari atas sampai bawah entah kenapa melihat tubuh pria sedikit pendek itu Sagara jadi mengira kalau ada bocah SMP yang tersesat sampai ke mansion nya.


Sontak hal itu membuat Asa menahan tawanya karna mengerti dengan raut beo Sagara sementara Haru tak mengerti apa-apa.


"Adek kesasar ya?mana orang tuanya?"


"Hah?"


...


Akhirnya setelah sesi kesalahan pahaman dan keributan yang terjadi luar, pemuda berambut merah yang mengenalkan dirinya Sagara itu mempersilakan mereka masuk untuk menanyai tujuan ketiga orang itu datang dan dari mana tau letak mansion nya


"Apa kalian mau minum?"


Akira mengeleng polos membuat Sagara tersenyum tipis.


"Siapa nama kalian bertiga?"


"Kenalin Haru."ucap Haru to the poin sambil bersalaman dengan Sagara.


"Asa."ucap gadis itu singkat.


"Hai kak, namaku Akira. Kalo boleh tau kak Sagara siapanya Devan ya?"


Jawab sekaligus tanya Akira membuat suasana berubah hening.


...


Author Hiatus bentar ya...🐒


Makasih buat para readers setia.🥰

__ADS_1


__ADS_2