The Best Trio Karakter

The Best Trio Karakter
Bab 5 karakter utama


__ADS_3

"Haru apa kau menemukannya?"tanya Asa pada pemuda bermata hijau itu yang bergerak gelisah sepertinya karna mencari seseorang.


"Tidak dia kabur dengan cepat tadi."jawaban Haru membuat Asa menghela napas berat.


Kedua orang itu saling berpandangan lalu duduk diatas rumput karna lelah.


"Hah....aku lelah mencarinya berkeliling disekitar kampus."ucap Haru,karna jujur saja kakinya serasa mau copot karna dia hampir mengelilingi kampusnya yang begitu luas.


"Aku juga menanyakan pada beberapa orang yang kulewati tadi,tapi mereka juga tak melihat Akira sejak dia keluar kelas."ucap Haru menatap Asa.


Gadis itu mengadakan tatapannya kearah langit.


"Sebenarnya apa yang kau lakukan Akira...."


...


"Jadi bagaimana keadaannya?"


"Untuk sementara,pemuda itu harus dirawat intensif apalagi saat jatuh membuat salah satu kakinya terdapat lebam besar dan untuk beberapa hari dia mungkin tak dapat berjalan.Dan untuk anak perempuan itu, keadaannya sekarang sudah baik-baik saja.Dia hanya shock terjatuh dari ketinggian dan membuatnya pingsan."ucap temannya setelah memeriksa kedua anak yang dibawa David.


Ternyata David membawa Akira dan Clara kerumah sakitnya sendiri.


"Terima kasih Agas."


"Sama-sama lain kali jangan biarkan putrimu jatuh dari ketinggian itu akan membuat keadaan mentalnya bertambah drop nanti.Apa kau yakin dengan keputusan mu David?"


"Aku yakin dengan keputusanku,aku tak mau membawa Clara kerumah sakit jiwa karna dia tidak gila.Dan kehadiran pemuda itu juga membuatku yakin kalau aku bisa menyembuhkan Clara."


"Sepertinya pemuda itu membawa pengaruh baik,tapi aku takut dia akan shock saat mengetahui dia lumpuh sementara."


"Aku tau..."ucap David sambil memijit keningnya sendiri.


...


Sementara itu Shella menemani Akira dan Clara.


Kedua anak itu berada di ruangan yang sama.


"Ugh..."


Melihat Akira terbangun membuat Shella langsung mengambil gelas diatas meja.


"Apa kau haus?"


Akira hanya mengangguk lemah,Shella lalu melepas pernapasan  Akira dan menggantinya dengan nasal cannula untuk membantu Akira minum.


"Bagaimana keadaan Clara?"tanya Akira pelan karna dia merasakan semua badannya remuk.


Jadi begini rasanya jatuh dilantai dua.


Lain kali dia berjanji pada dirinya sendiri tak akan pernah mencobanya lagi.


"Dia baik-baik saja,terima kasih karna kau telah menyelamatkannya Akira."ucap Shella tersenyum dan Akira menoleh kearah sampingnya disana Clara masih tidur dengan infus yang menancap apik ditangan kirinya.


"Syukurlah..."ucap Akira membuat Shella tertegun.


"Kau pemuda yang sangat baik,jika tidak ada kau mungkin tante akan kehilangan Clara,ucapan terima kasih tante dan David mungkin tak akan berarti lagi padamu Akira....."

__ADS_1


"Tante tidak perlu mengucapkan terima kasih lagi,ini sudah kedua kalinya aku membantu Clara tapi aku tak mengharapkan imbalan apapun.


Aku lihat tatapan kosong Clara berubah,dia juga sudah bergantung padaku,aku melihat cara dia melihat tante dan om David berbeda oleh karna itu setelah ini aku ingin pergi darinya."


"Apa maksudmu?"


"Dia mulai menganggap ku sebagai kehidupannya tapi dia belum melihat kearah tante dan om David,untuk sementara waktu aku minta pada kalian untuk lebih dekat dengannya agar dia bergantung pada kalian bukan diriku lagi."


"Aku mengerti jadi maksudnya dia melakukan bunuh diri lagi karna tak mendapati kau berada disampingnya bukan?"


"Ya seperti itu."


"Tapi Akira,kau juga memegang peran penting dalam hidupnya-"


Akira langsung memotong ucapan Shella.


"Aku membantu orang lain untuk orang lain juga,bukan untuk keuntungan diri sendiri atau memanfaatkan keadaan.Aku hanya ingin semua berjalan semestinya bukan berarti kalian mengira aku berpikir aku tak dibutuhkan lagi tapi aku mengerti kalau Clara saat ini membutuhkan seseorang yang selalu berada disampingnya yaitu tante.


Dia harus bergantung pada keluarganya sendiri bukan pada orang asing sepertiku.


Aku juga mempunyai keluarga,kemarin aku berbohong pada bunda dan adikku menyembunyikan sesuatu yang membuat kedua sahabatku cemas padaku.Manusia memang boleh egois tapi itu ada batasnya,walau niatku baik membantu orang tapi kejujuranlah yang harus selalu diutamakan.


Mulai hari ini aku juga akan memberitahu semuanya dan jujur pada keluargaku,dan tante dan om David harus jujur pada diri sendiri terutama pada Clara.


Tentang siapa ibunya dan sikap ibu kandungnya selama ini padanya hingga membuat dia trauma."


Shella terkejut.


Dan David yang baru datang juga terkejut.


Akira mengetahui apa yang mereka berdua sembunyikan selama ini.


...


Seorang anak perempuan berlarian di  ruang tamu dengan membawa boneka Teddy bearnya.


Hingga tanpa sengaja dia menjatuhkan vas bunga milik ibunya.


Prang!!!


Sang ibu terlihat tergopoh-gopoh keruang tamu saat mendengar suara pecahan itu.


Matanya membulat melihat vas mahal kesayangannya pecah.


"CLARA!!!"


Plak!


Bentakan dan tamparan sang ibu membuat gadis kecil itu terhuyung hingga jatuh kelantai.


"Kamu itu ya!sudah mama bilang jangan berlarian kalau main!lihat!vas mama jadi pecah kan!"


"Hiks..hiks..maaf ma...hiks maaf..."


"Kamu harus dihukum!"


"Hiks hiks angan pukul pukul...hiks angan hukum hiks...cakit..."ucapnya terisak saat mamanya itu memukul dan menendang ya lalu tanpa perasaan wanita itu menyeret putrinya sendiri kegudang dan mengurung disana sampai malam.

__ADS_1


Malam harinya David pulang dari kerja.


Dia binggung karna tak melihat putrinya yang biasa menyambutnya saat dia pulang dari pekerjaan.


"Dimana Clara?"tanyanya pada istrinya bernama Diana yang sibuk melihat-melihat ponselnya diruang tamu.


"Entahlah,anak itu main keluar dan belum pulang-pulang."


Mendengar itu membuat David terkejut.


"Apa!lalu kenapa kau tak mencari putri kita!dia masih kecil kenapa kau membiarkannya bermain keluar rumah!"ucap David marah dengan sikap istrinya itu.


"Aku tidak tau mas,dianya sih jadi anak bandel banget.Aku gak kuat punya anak kayak dia!kamu juga taunya kerja terus kan jadi gak tau Clara itu kayak gimana!"


"Clara itu anak pendiam dan nurut, Diana kamu pasti tau sifat putri kamu gimana,jangan menghukumnya terlalu berat!"


"Terus aja belain tu anak,aku mau pergi aja dari rumah ini!gak tahan sama anak sial itu dan kamu juga gak pernah bela aku!"


"Diana tunggu!"


David laku mengejar Diana yang pergi kekamarnya untuk mengemasi barang-barangnya dikoper.


"Diana...tenanglah kita harus mencari Clara."


"Aku gak mau nyari anak itu,biarin aja dia mati!aku gak perduli!"


Diana lalu menyeret dua kopernya dan pergi,karna dia memakai sepatu hak tinggi tanpa sadar langkah besarnya membuatnya terpeleset dan jatuh dari atas tangga.


"DIANA!!!"teriak David kaget karna melihat istrinya jatuh dan membuatnya kepala berdarah sangat banyak.


Malam hari itu bunyi sirine ambulan membuat keluarga David hampir saja hancur.


...


Flashback off.


"Bagaimana kau tau semua itu?"tanya David.


Dia bukannya marah pada orang yang mengetahui semua masa lalu kelamnya,akan tetapi saat dia mengingatnya hal itu hanya akan membuat hatinya sakit dan kecewa pada dirinya sendiri yang tak becus menjadi seoarang kepala keluarga.


"Aku melihat kalau dinding kamar Clara banyak coretan yang ada tulisan ' Aku sayang mama. ' Anak itu rupanya memendam rasa sakit hatinya dengan membuat coretan itu. Aku tau ibunya membenci anak sebaik Clara,tapi dia tak pernah membalas perbuatan ibunya dan tak pernah mengadukan pada ayahnya karna tak mau ibunya semakin membencinya. Hingga sampai puncaknya,saat kematian ibunya adalah pemicu yang membuatnya trauma dan kehilangan kendali atas dirinya,dia depresi dan bertindak gila semata-mata untuk menemukan orang yang benar-benar tulus padanya,jika kau ingin mendekatinya maka kau harus jujur padanya dan jangan pernah meninggalkannya sendiri lagi,om bukan satu-satunya orang tua yang gagal saat mendidik anak tapi om David adalah satu-satunya seorang ayah yang dapat di andalkan oleh putri kandungnya sendiri."ucapan Akira berhasil membuat dua orang itu sadar.


Yang mereka butuhkan untuk membuat keluarga mereka yang pernah pecah adalah kepercayaan kembali.


Dan kejujuranlah yang memang memegang peran penting dalam hidup seseorang.


"Maafkan aku,seharusnya aku tak pernah menutupi ini darimu,kau terluka juga karna kesalahanku yang lalai.Dan aku berterima kasih padamu Akira karna kau telah menyadarkan ku selama ini dan mulai saat ini aku akan terus menjaga dan melindungi putriku."ucap pria paruh baya itu menangis.


Untuk pertama kalinya dia menangis, walaupun dia adalah sosok yang tegar dan selalu menyembunyikan kesedihannya,karna alasan dia melakukan itu adalah untuk menjadi penopang yang memberi kekuatan besar pada keluarga kecilnya yang mulai rapuh.


...


"Jio kamu mau kemana?"tanya sang ibu saat melihat putranya itu sudah berpakaian rapi padahal dia baru pulang sekolah.


"Menjemput kakak."ucapnya karna dia sudah mengetahui kemana selama kakaknya itu pergi kemarin.


Seharusnya dia memang tak pernah meragukan kakaknya,karna kakaknya itu selalu menjadi sosok yang ingin membantu orang lain.

__ADS_1


Hal itulah yang membuatnya ingin melindungi kakaknya dari orang-orang jahat dan iri dengan kehidupan sempurna seorang Akira.


__ADS_2